Sadar Sampah

 

Mulai hari ini setiap dua minggu sekali, minggu ke dua dan ke empat bekerja sama dengan RW 007 kelurahan Rawamangun mulai kembali dibuka Bank Sampah Bhakti Semesta.

Sebagai bukti atas kepedulian dan tindakan nyata umat memilah sampah dirumah. Akhirnya setelah setahun tutup, bank sampah kembali dibuka hari ini. Walaupun sementara dilakukan dilokasi yg berbeda, tetapi antusias umat sangat banyak. Bahkan beberapa umat sudah menyimpannya selama setahun dan baru bisa disetorkannya hari ini.

Acara ini tidak saja dihadiri oleh umat paroki tetapi juga dari paroki Pluit, Bidaracina, Kampung Sawah dan warga Rw 007 Rawamangun yg ikut menyumbangkan sampah anorganik nya.

Keterangan gambar (kiri – kanan) : Paroki Pluit – Paroki Kampung Sawah

Keterangan gambar (kiri – kanan) : Paroki Bidaracina – warga – warga

Dan hari ini juga kita membuka penyetoran Minyak Jelantah. 1 kg Minyak Jelantah bisa ditukar 500 ml Minyak baru atau @7000/kg.

Bersyukur pada Tuhan masih banyak orang yang sadar dan peduli akan sampah.
Berkah Dalem. (By Sie. Komsos)

 

 

Pengumuman Selama Pandemi

Pengumuman selama pandemi:

  • Selama pandemi Pelayanan sekretariat buka hari Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu 8.00 – 14.00
  • Selama Pandemi yang dapat mengikuti misa adalah umat Paroki tersebut (Paroki Rawamangun) dan melakukan pendaftaran bila ingin mengikuti misa melalui ketua lingkungan masing-masing.

Terima kasih

Pelantikan Prodiakon Masa Bakti 2021-2023

 

Misa minggu pada akhir bulan Januari dan awal bulan Februari merupakan awal salah satu kegiatan gereja Keluarga Kudus, Rawamangun di tahun 2021. Pada hari Minggu, 31 Januari dan 7 Februari 2021, telah dilaksanakan Pelantikan Prodiakon periode 2021-2023 yang dilakukan secara offline maupun online. Misa minggu tersebut juga menjadi awal gereja dibuka kembali setelah ditutup beberapa saat dikarenakan meningkatnya kasus pandemi virus Covid-19. Dengan protokol kesehatan yang semakin ketat, Gereja Keluarga Kudus Rawamangun pun baru membuka hanya bagi para Prodiakon yang dilantik untuk periode 2021-2023. Adapun penjaringan prodiakon baru telah dimulai dari 16 September 2020 lalu. Pencermatan dan konfirmasi akhir saat penjaringan prodiakon baru pun dilaksanakan hingga 9 September 2020 dengan terdapat 144 calon prodiakon.

Dengan adanya pandemi ini, prodiakon dengan masa bakti 2017-2020 mengalami perubahan yang semula masa bakti hingga 30 September 2020, tetapi diundur hingga 31 Desember 2020. Panitia P3B melalui DPH mengajukan Surat Perpanjangan Masa Bakti ke Bapa Uskup KAJ (15 Juni 2020), dan mendapatkan Surat Pengangkatan Kembali Prodiakon Paroki dari Bapa Uskup KAJ (22 Juni 2020). Selama penjaringan hingga pelantikan pun, terjadi perubahan jadwal yaitu dari semulanya bulan Juni sampai Agustus 2020 tetapi menjadi mundur ke September hingga November 2020. Proses pelatihan pun yang biasanya melalui tatap muka (offline), kini dilaksanakan secara virtual (online), begitu pula pelantikan diadakan dengan dua cara tersebut. Hal ini disebabkan dari persyaratan prokes misa di gereja secara tatap muka (offline) yang membatasi umat yang hadir melebihi usia di atas 59 tahun dan memiliki resiko lebih tinggi dengan penyakit pembawa (komorbid). Prosedur kesehatan ini pun memengaruhi persyaratan bagi prodiakon pada masa bakti yang dimulai tahun ini, yaitu usia yang boleh menjadi prodiakon hanya sampai 70 tahun. Padahal di periode sebelumnya, umat yang berusia hingga 79 tahun masih diperbolehkan menjadi prodiakon.

Kendala yang dihadapi menurut Ketua Panitia P3B selama masa pandemi, melalui penjelasan tertulisnya, yaitu

  1. Prodiakon yang berumur dari 60 tahun ke atas tidak diperkenankan bertugas, baik di Lingkungan maupun di Gereja.
  2. Saat akan bertugas harus memiliki kejujuran dari diri sendiri, yakni mengenai Sehat Jasmani.
  3. Dikarenakan adanya pembatasan Umat yang dapat hadir ikut Misa Offline di Gereja (mengikuti peraturan dari Tim Gugus Kendali KAJ), maka seyogianya Prodiakon bertugas sejumlah 8-10 orang, tetapi di masa Pandemi ini hanya 4 orang.
  4. Beberapa Prodiakon belum bersedia ditugaskan di masa Pandemi ini dikarenakan masih memiliki rasa kekuatiran, takut, dan cemas.

Petugas Prodiakon Masa Bakti 2021-2023 sendiri berjumlah 138 orang dari 41 lingkungan, yang mana saat penjaringan oleh seluruh Ketua Lingkungan (41 Lingkungan) di lingkungan masing-masing juga dilakukan secara telepon dan whatsapp berkoordinasi dengan sesama Pengurus Lingkungan dan Umat Lingkungannya akibat pandemi. Pelantikan Prodiakon pun terbagi menjadi dua dengan pembagian menjadi 40 orang hadir pada misa di gereja (offline) dan 23 orang hadir pada misa secara virtual (online) pada gelombang pertama, Minggu, 31 Januari 2020. Pada gelombang kedua yaitu Minggu, 7 Februari 2020 dihadiri oleh 44 orang secara langsung di gereja (offline) dan 31 orang melalui misa virtual (online). Mari kita berdoa bersama agar pandemi segera berkurang sehingga umat bisa kembali beribadah bersama serta para petugas juga bisa melayani dengan kepenuhan hati dan tulus ikhlas, terutama bagi petugas berusia lebih dari 59 tahun yang ingin melayani umat. Serta mari kita doakan buah karya pelayanan para Prodiakon Masa Bakti 2021-2023 menjadi penyembuh kerinduan kita kepada Tuhan dari masa pandemi ini hingga seterusnya. (By Sie. Komsos)

Natal di masa Pandemi 2020

 

Setelah menantikan Kedatangan Tuhan, segenap Umat Katolik menyambut Kelahiran-Nya pada hari Jumat, 25 Desember 2020. Selain misa Perayaan Malam Natal diadakan dua kali, Misa Natal 2020 juga dilaksanakan dua kali secara offline di Gereja Keluarga Kudus, Rawamangun. Perayaan Misa Natal tanggal 25 Desember 2020 terlaksana pada pk. 10.00 dan 17.00 WIB. Di mana perayaan Misa Natal pagi hari, juga dilaksanakan dengan pengambilan Sakramen Maha Kudus oleh Pelayan Pembawa Komuni secara online. Pengambilan SMK oleh PPK Online dimulai pk. 07.00 sampai dengan 08.30 WIB. Namun pelaksanaan PPK Online pada perayaan Misa Natal terlihat lebih sepi atau sedikit jumlah yang mengambil Sakramen Mahakudus dibandingkan pelaksanaan misa minggu biasa dan misa Malam Natal.

Begitu juga dengan Perayaan Ekaristi Natal tahun 2020 ini, di mana umat yang menghadiri misa secara offline pada pk. 10.00 WIB. Jumlah umat yang menghadiri perayaan ekaristi hanya kurang dari 50 orang, di luar petugas Prodiakon, ATK serta petugas lainnya. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Ignatius Fadjar Himawan, MSF dan didampingi oleh Romo Yulius Edyanto, MSF. Homili misa ini disampaikan oleh Romo Edy dengan menjelaskan tentang makna palungan atau tempat kelahiran Yesus Kristus. Yusuf dan Maria telah menerima dan menyambut Yesus sejak awal, terutama Bunda Maria yang menyatakan menerima setelah menerima kabar sukacita dari Malaikat. Maria telah menyambut Yesus secara rohani di dalam dirinya, serta Yusuf yang mau diutus sebagai bapak Yesus. Begitu juga dengan para gembala yang mengetahui kelahiran Yesus, mereka rela menuju ke tempat yang dikabarkan oleh Malaikat dengan segera untuk menemui Yesus Kristus. Di situlah mereka merayakan kelahiran Yesus karena mereka telah menjadi palungan, Yusuf dan Maria Menjadi palungan hidup Yesus serta tempat bersemayam Tuhan. Sebab mereka percaya bahwa Allah beserta mereka sehingga semakin mewartakan kehadiran Tuhan. Tahun ini Natal dirayakan dalam keprihatinan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang luar biasa. Biasa kita akan berkumpul serta dirayakan meriah bersama keluarga, kerabat dan teman, baik di rumah maupun tempat publik. Pertanyaannya adalah apakah kita siap menjadi palungan Kristus, yaitu siap menyambut dalam hati kita? Apakah Natal hanya menjadi tradisi bagi kita untuk perayaan?
Hendaklah kita sungguh-sungguh menjadi palungan hidup di mana Yesus di situ bersemayam. Jika kita sungguh menyambut dan menanggapi utusan Tuhan sebagai palungan, pasti kita merasakan semangat iman, kasih dan pelayanan berkobar dari dalam diri kita. Terutama dalam pandemi ini, contoh nyata saat kita menjadi palungan Tuhan ialah menaati protokol kesehatan sebagai kasih bagi sesama kita. Marilah kita rayakan Natal bukan sekedar hanya liturgis dan sosial, melainkan marilah kita rayakan sebagai peristiwa iman dalam melayakkan kita menjadi palungan bagi Tuhan. Semakin mengasihi, mampu melayani dan menaati protokol kesehatan. Rahmat dan kebahagiaan selalu tercurah bagi kita semua. Tuhan memberkati. (By Sie Komsos).

 

MISA PEKAN ADVENT I

 

MISA PEKAN ADVENT I
GEREJA KATOLIK KELUARGA KUDUS-PAROKI RAWAMANGUN
Minggu, 22 November 2020

Misa dipimpin :
Rm. FA. Eko Hadi Nugroho, MSF
Didampingi :
Rm. Yulius Ediyanto, MSF
Rm. Iganatius Fajar Himawan, MSF

Bacaan I : Yesaya 63:16b-17 ;64:1,3b-8
“Sudilah Engkau mengoyakan langit dan turun, Engkaulah Bapa kami”

Mazmur tanggapan :
“Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatlah kami”

Bacaan II :
1 Korintus 1 : 3-9
“Kamu menantikan penampakan Tuhan kita, Yesus Kristus”

Alleluya (4X)

Bacaan Injil :
Markus 13 : 33-37
“Perlihatkanlah kpd kami kasih setia-Mu ya Tuhan, dan berilah kpd kami keselamatan yg daripada-Mu”

Homili (Rm. Ig. Fajar Himawan)
Masa Advent adalah masa penantian utk menyiapkan diri kita ats kedatangan Tuhan Yesus yg pertama. Diharapkan kita semakin bertekun dan bertanggungjawab. Jadi kita diminta utk bersikap waspada dan berjaga-jaga serta bertobat dlm menantikan kedatangan Tuhan Yesus yg pertama, juga kedatangan-Nya yg kedua pada akhir zaman.

Perutusan
Mari pergi, kita diutus! (By Sie. Komsos)

Misa 8 November 2020

 

Perayaan Ekaristi pada Minggu, 8 November 2020 di Gereja Keluarga Kudus Paroki Rawamangun dimana terisi penuh sesuai kuota umat. Proses sebelum misa hingga akhir misa, petugas selalu mengedepankan protokol kesehatan untuk dijalankan oleh para umat dan juga petugas. Tim Gugus Kendali Covid-19 Gereja Keluarga Kudus pun selalu sigap dengan tetap menyediakan masker tambahan jika dirasa umat yang terlihat kurang tebal lapisan maskernya, dapat meminta petugas medis yang ada. Misa minggu ini dipimpin oleh Romo Yulius Edyanto, MSF dan didampingi oleh  Romo Fransiskus Asisi Eko Hadinugroho, MSF bersama Romo Ignatius Fadjar Himawan, MSF.

Dalam homili yang disampaikan oleh Romo Eko, MSF, bacaan Injil Matius 25:1-13 disampaikan dengan cerita seorang nenek yang hidup sendiri di rumah dengan pekarangan luas. Kemudian setelah nenek yang selesai dengan rutinitasnya, mendengar suara yang menyatakan bahwa Tuhan akan datang, besok. Nenek pun terbangun dan ternyata kejadian tadi hanya sebuah mimpi. Namun nenek itu percaya dan tetap membersihkan dan menyiapkan semua hal, membuat rumahnya rapih dan siap menyambut kedatangan tamunya. Nenek juga mendekor rumahnya dengan hiasan dan menghidangkan makanan di meja. Nenek itu pun menunggu, tak kunjung datang dan hanya pengamen yang menghampiri dengan bernyanyi. Dia pun bilang kepada pengamen untuk datang di lain hari sebab ada orang yang berharga baginya akan datang. Nenek menunggu 15 menit, 30 menit hingga 1 jam dan merasa kesabarannya diuji. Sambil menunggu dengan rumahnya yang tertutup, pengemis pun datang dengan mengetuk pintu. Setelah mengecek, lagi nenek itu menyuruh agar pengemis itu datang di lain hari. Sampai hujan pun turun dan aktu berjalan hingga 3 jam kemudian, tiada siapa pun datang. Makanan yang disiapkan masih utuh dan nenek hanya termenung. Datang lagi para gelandangan, sekali lagi nenek itu menyuruhnya agar pergi dengan membentak mereka untuk pergi. Nenek itu merasa kesal dengan Tuhan yang tidak kunjung datang. Tak lama berselang, nenek mendengar ada yang memanggil dan mengatakan, Nenek, nenek. Jawab nenek itu, “Ya Tuhan, kapankah Engkau datang?” Tuhan berkata, “Aku sudah datang 3 kali tetapi engkau menyuruhKu pergi.”

Mendengar sabda Tuhan dan melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Tekun, teguh dan ketahanan dalam perjuangan kita untuk tetap percaya pada panggilan hidup kita agar berjalan dengan bijaksana menunggu kedatangan Tuhan. Sebab kita tidak tahu kapan akan kedatangan Tuhan dan akhir zaman terjadi. Tuhan tidak datang dalam hal luar biasa tetapi ketika tanda yang sederhana dan biasa terjadi di tengah kehidupan kita, sayangnya kita kerap tidak menyadarinya. Kita diajak untuk tetap mengharapkan dan juga datang untuk memohon kekuatan agar tetap berjalan bertekun dalam jalan Tuhan dan menantikan kedatangan Tuhan. Bagaimana dengan orang yang meninggal? Orang yang sudah ditandai dengan baptis dan calon baptis yang hadir, serta orang tetap berpegang pada ajaran-Nya hingga akhir hayatnya, akan dipersiapkan sebagai penghuni kerajaan Allah. Kita diajak senantiasa berjaga dengan bijaksana yang mengarahkan kehidupan pada Allah, yang mengajak kita untuk hidup bersama-Nya. Pada ayat bacaan I dalam Keb 6:13-17, mari kita jaga api Roh Kudus dalam kita tetap menyala dan minyak selalu tersedia dan bertindak bijaksana hingga saat kedatangan-Nya tiba, agar kita siap menyambut dan menghadap hadirat-Nya. Semoga kita juga bisa memilih yang mana, apakah menjadi 5 gadis bijaksana atau 5 gadis bodoh seperti di dalam bacaan II . Kehidupan kita bisa menjadi berkat orang lain.

Kemudian pada misa ini, terdapat tiga orang calon baptis yang akan disambut dalam gereja Katolik. Setelah menanyakan iman hingga bersama mengakui iman dengan umat yang hadir, para calon baptis kemudian diperciki air suci dan minyak suci di dahi sebagai tanda diterimanya dalam gereja Tuhan. Perayaan Ekaristi minggu ini pun berjalan lancar  hingga akhir dan memberikan ajakan bagi umat untuk tetap bisa berperan aktif mulai dari rajin mengikuti misa serta dalam kegiatan gereja sebagai sikap berjaga-berjaga dengan bijaksana. (By Sie. Komsos).

Misa Hari Raya Semua Orang Kudus

 

Misa Hari Raya Semua Orang Kudus
Minggu, 1 November 2020
Pk. 09.00

💒 Gereja Katolik Keluarga Kudus-Paroki Rawamangun

Dipersembahkan oleh :
Rm. Yulius Edyanto MSF.
Rm. Ignatius Fajar Himawan MSF.
Rm. Fransiskus Asisi Eko Nugroho MSF.

📖 Bacaan I
Kitab Wahyu 7 : 2-4, 9-14
” di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: “Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin”

🎼 Mazmur
Mazmur 24 :1-2, 3-4ab, 5-6 ( PS.841 )
Refren : Inilah Angkatan Orang-orang yang mencari WajahMu, Ya Tuhan

📖 Bacaan II
1 Yohanes 3: 1-3
“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah”

Alleluya
Puji Syukur No 955

📖 Bacaan Injil
Matius 5 : 1-12a
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”

🧓Homili
Hari ini kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus yaitu setiap 1 November. Mereka sudah menyelesaikan pertandingan dengan baik. Kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus: 1. Kekudusan adalah Rahmat bagi semua orang. Kita menjadi kudus lewat pembaptisan. 2. Kekudusan itu tidaklah abadi oleh karena itu diperlukan perjuangan yaitu lewat pertobatan. 3. Kekudusan dapat dilakukan dengan hal-hal yang kecil dan sederhana. Ditengah pandemi ini Allah memanggil kita untuk mepertahankan kekudusan.

🙏Berkat & Tugas Perutusan
“Marilah pergi, kita diutus!” A….min

(By Sie Komsos)

Misa 25 Oktober 2020

 

Misa Minggu Biasa XXX
Minggu, 25 Oktober 2020
Pk. 09.00

💒 Gereja Katolik Keluarga Kudus-Paroki Rawamangun

Dipersembahkan oleh :
Rm. Yulius Edyanto MSF.
Rm. Ignatius Fajar Himawan MSF.
Rm. Fransiskus Asisi Eko Nugroho MSF.

📖 Bacaan I
Kitab Keluaran 22 : 20-26
“Jika kamu menindas seorang janda atau anak yatim, maka murka-Ku akn bangkit dan ak akan membunuh kamu”

🎼 Mazmur
Refren : Aku mengasihi Engkau ya Allah kekuatanku

📖 Bacaan II
1 Tesalonika 1 : 5-10
“Kamu berbalik dr berhala-berhala utk mengabdi kpd Allah dan menantikan kedatangan anak-Nya”

Alleluya…(4X)

📖 Bacaan Injil
Matius 22 : 34-40
“Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akn mengasihi dia, dan kami akan datang kpd-Nya”

🧓Homili
Saudara/i seiman dlm Kristus, hukum yg terutama adakah hukum kasih, hal yg pertama-tama hrs dipersatukan dan dilaksanakan ialah mengasihi Allah secara penuh dan mengasihi sesama spt diri sendiri…….

🙏Berkat & Tugas Perutusan
“Marilah pergi, kita diutus!” A….min

(By Sie Komsos)

 

Misa 18 Oktober 2020

 

Dalam tema kali ini yang bertepatan dengan hari Minggu misi sedunia yang ke 94 kita diajak untuk tetap selalu mewartakan khabar sukacita. Ajaran sosial Gereja di masa pandemi ini intinya adalah memulihkan dan menyembuhkan karena pada masa pandemi ini menyingkapkan kerapuhan dan menancapkan luka di dalam diri kita seiring ketidak tahuan kapan masa pandemi ini akan berakhir, maka kita wajib selalu mengandalkan Tuhan Yesus. Jika kita mengandalkan Tuhan Yesus maka kita dapat melihat harapan dan kegembiraan dalam hidup kita. Paus Fransiskus menggambarkan Gereja sabagai rumah sakit yang merawat orang-orang sakit fisik dan bathin sehingga kita diajak hadir sebagai obat untuk menyembuhkan dan merawat sesama dalam kebersamaan hidup bersama orang lain. Marilah kita menyimpan kebaikan dalam kantong yang tertutup dan menyimpan hal yang tidak baik dalam kantong yang terbuka agar kita tidak ada rasa iri hati, dendam dan emosi sehingga kita dapat menjalankan hidup dengan kedamaian dan kebahagiaan dengan demikian niscaya kita dapat memberikan kedamaian dan kebahagian pada orang lain di sekitar kita. Sehat selalu untuk kita semua. Berkah Dalem. (By Sie Komsos).

Perayaan Ekaristi Minggu 11 Oktober 2020

 

Perayaan Ekaristi pada Minggu, 11 Oktober 2020 di Gereja Keluarga Kudus Paroki Rawamangun dihadiri oleh kurang dari 100 orang umat. Berbeda dari minggu sebelumnya, sehingga terlihat kursi yang masih kosong dalam gereja terutama pada barisan bangku umat yang berkendara motor dan berjalan kaki. Walaupun begitu, petugas selalu mengedepankan protokol kesehatan untuk dijalankan oleh para umat dan juga petugas. Serta peraturan lebih ketat yaitu menutup gerbang masuk setelah waktu misa dimulai, pelaksanaan ketat ini telah memasuki dua minggu  yang telah dilaksanakan oleh Tim Gugus Kendali Covid-19. Misa minggu ini dipimpin oleh Romo Fransiskus Asisi Eko Hadinugroho, MSF dan didampingi oleh Romo Yulius Edyanto, MSF bersama Romo Ignatius Fadjar Himawan, MSF.

Dalam homili yang disampaikan oleh Romo Edy, MSF, bacaan Injil Matius 22:1-14 ditekankan pada Banyak yang Dipanggil tetapi Sedikit yang Dipilih. Di mana menggambarkan Raja sebagai Allah dan perjamuan sebagai Kerajaan Allah. Orang yang menolak untuk hadir dalam perjamuan ialah kaum farisi dan ahli hukum taurat, sehingga perjamuan diumpakan bagaimana kabar Kerajaan Allah disampaikan kepada semua orang. Terdapat dua poin yang dijelaskan lagi oleh Romo Edy, MSF yaitu
1) Kerajaan Allah seperti perjamuan pernikahan dengan suasana kedamaian, kebahagiaan, persaudaraan dan menyatukan semua orang yang datang dalam menjawab panggilan Allah. Allah pun memanggil semua orang dan merindukan seluruh umat berkumpul sebagai umat-Nya. Seperti Allah menjanjikan suasana yang bahagia dan hidup di tanah terjanji dalam naungan Allah, yang menghapus semua air mata orang Israel. Undangan untuk hadir dalam perjamuan, Kerajaan Allah ditujukan pada kita semua.
2) Raja menegur orang yang hadir dengan busana kurang pantas, menggambarkan para umat Yesus yang masih terikat pada manusia lama. Apakah hidup kita sungguh sesuai dengan orang yang hadir ke dalam Kerajaan Allah dan mencerminkan orang yang percaya pada Allah? Kita sungguh hidup sesuai martabat sebagai Umat Allah, di tengah kenyataan konkrit terutama dalam pandemi. Di balik ketakutan dan kekhawatiran, selalu ada harapan akan kebahagiaan dan keamanan jika kita semua hidup sesuai dengan kehadiran dalam pesta perjamuan, yaitu Kerajaan Allah. Tindakan konkret sebagai lambang berpakaian pantas dengan tetap melakukan prokes, menjaga kebersihan diri dan lingkungan hingga berbela rasa bagi orang sekitar dalam situasi yang dihadapi sekarang ini. Agar kita pantas utk hadir dan mau menghadap Allah, perlu menjaga dan menyadari setiap hal melalui sikap, tindakan dan peran kita. Sehingga kita bisa merasakan kebahagiaan, kedamaian dan keselamatan dari Allah sendiri.

Mari kita bersama berusaha selalu siap untuk dipilih Allah menjadi pewarta Kerajaan Allah dengan tetap terus membuat diri pantas sebagai umat yang dikasihi Allah. Berkah Dalem. (By Sie Komsos)

Tetap Mengandalkan Tuhan

 

Pada situasi dan kondisi saat ini memang benar berpikir positif dan ketahanan mental terbukti menjadi faktor yg berperan dalam keberhasilan banyak hal, namun kedua faktor itu hanya mengandalkan diri sendiri. Dalam situasi saat ini yang bisa kita lakukan adalah bertahan dalam kesulitan, bangkit lagi, semangat, jangan menyerah dan membangun motivasi baru. Namun kita juga wajib mengandalkan Tuhan Yesus selain faktor berpikir positif dan ketahanan mental untuk bisa lebih sabar dan bijak dalam menghadapi situasi dalam masa pandemi ini. Biarkan Roh Kudus yang bekerja dalam diri kita untuk menghadapi situasi dan kondisi yang sulit pada saat ini. Sehat selalu dan tetap semangat dalam memuliakan Tuhan. Berkah Dalem. (By Sie Komsos).

Misa Minggu 27 September 2020

 

Sebagai umat Katholik kita sebaiknya mempunyai keutamaan bersikap, tidak hanya diam dan tidak melakukan apa-apa karena hal tersebut pastinya akan membuang waktu dalam hidup kita.

Iman kita yang dilandasi kasih itu yang menjadikan kita tetap bertindak sesuai dengan apa yang diajarkan Tuhan Yesus pada kita.

Tetap mengikuti protokol kesehatan dan tetap semangat dalam berkarya di masa pandemi ini.
Berkah Dalem. (By Sie Komsos)

Minggu Biasa XXV

 

MINGGU BIASA XXV
20 September 2020

Perayaan Ekaristi dpimpin :
Rm. F.A Eko Hadi Nugroho MSF
didampingi :
Rm. Yulius Edyanto MSF

Bacaan Pertama
Yesaya 55: 6-9
Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu

Mazmur Tanggapan
Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepadanya

Bacaan Kedua
Filipi 1:20c – 24,27a
Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan

Alleluya…Alleluya…Alleluya…Alleluya
Bukalah hati kami ya Tuhan, sehingga kami memperhatikan sabda Putra-Mu

Bacaan Injil
Matius 20: 1-16a
Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur

Homili
Allah itu Maha Rahim. Allah adalah pemilik kebun anggur yg bertanggungjawab. Allah melibatkan semua orang tanpa pandang bulu, karena Allah ingin semua orang berbuat sesuatu, sehingga tidak terjadi kekurangan kebutuhan hidupnya.

Refleksi
Bagi Anda yg mempunyai kelebihan/ kemampuan, bagaimana belarasa Anda kepada sesama yang membutuhkan?

Perutusan
Mari pergi, kita diutus. Amin

(By Sie Komsos)

 

Misa Minggu 13 September 2020

 

Umat  Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun pada  Minggu, 13 September 2020 yang mengikuti Perayaan Ekaristi Mingguan secara langsung telah mengikuti aturan baru. Aturan baru yang diterapkan selama tiga minggu tetap mendapat respon positif dari umat dengan kehadiran sesuai kuota yang tersedia. Selain dua wilayah yang bertugas yaitu Wilayah Petrus dan Matheus, umat di luar dua wilayah ini pun sudah bisa mengikuti misa sesuai kuota yang masih tersedia dari penetapan Gugus Tugas Kendali Paroki Rawamangun. Pada proses kedatangan yang tetap menjalankan protokol kesehatan, umat tidak menyia-nyiakan kuota yang tersedia. Parkiran mobil dan motor dipenuhi oleh kendaraan dari umat yang menghadiri Perayaan Ekaristi Mingguan ini. Gugus Tugas Kendali pun mendesain aturan tempat duduk dengan memberi jarak 1 baris kursi kosong. Hal ini membuat para umat yang menghadiri perayaan dengan penuh khidmat dan merasa nyaman dari pemberian jarak yang sesuai dengan protokol kesehatan selama menjalani Perayaan Ekaristi Mingguan.
Setelah pemberitahuan protokol kesehatan dilaksanakan, tepat pukul 09.00 WIB Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Yulius Edyanto, MSF dan didampingi oleh Romo F.A. Eko Hadi Nugroho, MSF pun dimulai. Lewat homili yang dibawakan oleh Romo F.A. Eko Hadi Nugroho, MSF kita semua diingatkan mengenai pengampunan terhadap sesama sebagai wujud kasih. Injil Matius 18:21-35 yang menjadi dasar dari homili minggu ini, mengingatkan untuk bisa mengampuni tiada batas seperti kasih Allah yang juga tiada henti kita alami. Pengampunan yang kita berikan baik bagi sendiri maupun orang lain pun memperbaiki hubungan kita dengan Allah, Tuhan kita. Sebab pengampunan berarti juga suatu proses untuk kita disembuhkan hubungannya dengan orang lain walau tidak bisa mengubah masa lalu kita. Jika kita membatasi diri dalam pengampunan, sebenarnya kita membawa beban dan berpikir bahwa kita bisa membawanya tanpa bantuan Tuhan. Padahal beban menutup kasih dan pertolongan Tuhan serta diajak selalu menjadi manusia yang bahagia dan sempurna. Seperti Allah yang sempurna dan penuh kasih, kita diajak menjadi sempurna, bersuka cita dan selalu penuh kasih serta mendapat buah-buah pengampunan. Melalui Roh Allah yang ada pada kita, kita diharapkan bisa menghadirkan kasih Allah dengan pengampunan dan penuh khidmat menjalani kehendak-Nya dalam hidup kita sehari- hari.
Mari kita bersama menjadi perpanjangan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam situasi penerapan PSBB di Jakarta. Agar kita bisa mengendalikan diri dan peduli dengan kesehatan serta keselamatan orang di sekeliling kita, sehingga bisa menimimalisasi penyebaran pandemi Covid-19. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (By Sie Komsos)

Rasa Tanggung Jawab dalam Organisasi atau Komunitas.

 

Kita ini tidak pernah luput dari kesalahan, karena kita tidak pernah sempurna dimata Tuhan. Kita dalam kehidupan menggeraja sangatlah baik terlibat dan aktif dalam organisasi atau komunitas yang ada.
Tetapi perlu diingat, jika harus terlibat dalam organisasi atau komunitas yang sehat, yang dimana anggotanya memiliki pemikiran yang luas, mau membantu mengkoreksi kesalahan yang dibuat anggota tanpa ada maksud negatif dan hanya untuk kemajuan bersama.
Sebagai anggota organisasi dan komunitas kita bertanggung jawab, apabila ada seseorang diantara kita tersesat sehingga mempengaruhi berjalan nya komunitas atau organisasi kita.
Tanggung jawab tersebut bersama-sama kita laksanakan untuk mengembalikan anggota yang tersesat dalam komunitas atau organisasi kita agar tetap di jalan Tuhan.
Selamat berkarya di ladang Tuhan dan tetap semangat untuk memuliakan Tuhan 🙏🏻😇💪🏻
Berkah Dalem 🙏🏼😇 (By Sie Komsos).

Pengumuman Pemenang Lomba Virtual Choir dan Meja Doa

 

Panitia Pesta Emas GKKR dan Romo paroki mengucapkan terima kasih atas keterlibatan umat dalam Lomba Online : Virtual Choir dan Hias Meja Doa yg diselenggarakan bulan Juli kemarin.

Berikut kami sampaikan hasil keputusan Romo Paroki sebagai dewan juri untuk pemenang Lomba Virtual Choir :

a. Juara 1:  Fidelis Choir
b. Juara 2:  Quintali Family
c. Juara 3:  Elisabeth Youth Choir.

Sementara 7 peserta lain ( St. Angela Voice Enam, Emmanuel Children Voice, WKRI Choir, St. Carolina Cip. Baru, St. Maria Immaculata, Wilayah Paulus, Toni’s Family ) yg telah mengirimkan video, akan mendapat hadiah hiburan.

Untuk Pemenang Lomba Meja Doa :
a. Rusmiyanto : Lingkungan Santo Fransiscus Asisi.
b. Samuel Maruli : Lingkungan St. Antonius Padua.
c. Dedi : Santa Bernadette  Pegambiran Tenggiri.

Semua pengambilan hadiah untuk kedua lomba di atas, dapat diambil di Sekretariat Paroki mulai hari Rabu tanggal 9 September 2020, pada jam kerja.

Tetap Setia Mengikuti Yesus

 

Bacaan Pertama
Kitab Yeremia 20 : 7-9
Firman Tuhan telah menjadi cela dan cemooh bagi-Ku sepanjang hari

🎼 Mazmur
Jiwaku haus akan Dikau, ya Tuhan, Allahku

Bacaan Kedua
Roma 12 : 1- 2
Persembahkanlah tubuhmu
sebagai persembahan yang hidup

Alleluya…Alleluya…Alleluya….
Allah Tuhan kita Yesus Kristus menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yg terkandung dalam panggilan-Nya

Bacaan Injil
Matius 16 : 21 – 27
Siapa pun yang mau mengikutii Aku, ia harus menyangkal dirinya

Homili
Nubuat Tuhan Yesus yang pertama yaitu tentang penderitaan-Nya dan akan dialami-Nya, dan juga akan dialami oleh para murid-Nya

Refleksi
Maukah kita tetap bertahan dalam iman, ketika kita berada di dalam penderitaan hidup? namun ini memang tidak mudah, tapi maukah kita kembali kepada Tuhan Yesus?

Perutusan
Mari pergi, kita diutus. Amin

SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT BERIBADAH, SEHAT SELALU DAN TETAP SEMANGAT

(By Sie Komsos)

Perayaan Ekaristi Minggu 23 Agustus 2020

 

Perayaan Ekaristi minggu ini, 23 Agustus 2020 merupakan misa secara langsung di gereja yang keenam kalinya sejak dibukanya gereja kembali. Dengan kesiapan dan antusias para petugas yang telah siap berada pada titik yang telah ditentukan sejak satu jam sebelum misa dimulai, membuat protokol kesehatan terjamin pelaksanaannya. Umat Paroki Rawamangun pun berdatangan dari tiga pintu masuk yaitu pintu masuk sepeda motor dan pejalan kaki yang berada di sisi depan gereja, serta pintu masuk mobil yang berada di samping menuju parkir di depan Aula Bethlehem. Pendampingan dan petunjuk dari para petugas, memberikan arahan para umat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan pemberian hand sanitizer setelah menaruh kolekte pada kotak yang tersedia hingga sebelum penerimaan Tubuh Kristus.

Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 09.00 WIB yang dipimpin oleh Rm. Ignasius Fajar Himawan, MSF serta didampingi oleh Rm. Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho, MSF dan Rm. Yulius Edyanto, MSF. Perkiraan umat Paroki Rawamangun yang hadir kurang lebih 50 orang, ditambah dengan para petugas ATK, penyanyi, organis dan lainnya sekitar 20 orang dari Wilayah Yohanes dan Wilayah Theresia. Pelaksanaan perayaan ekaristi pun berjalan dengan khusuk dan tetap menjalankan protokol kesehatan. Pada homili yang dibawakan oleh Rm. F.A. Eko Hadi Nugroho, MSF menceritakan dengan perumpaan dari pandangan seorang anak melihat siapakah Tuhan Yesus, yang juga merupakan penyampaian Injil Matius 16:13-20, ketika Simon Petrus menjawab pertanyaan dari Yesus sendiri, “Siapakah Aku ini?” Baik dari jawaban anak kecil dan Rasul Petrus yang melihat Yesus sebagai sahabat dan Mesias, merupakan jawaban yang berasal dari pengenalan mendalam akan Tuhan dari representasi orang di sekitar hingga alam yang begitu indah. Kunci Kerajaan Surga yang diberikan Yesus kepada Rasul Petrus ialah simbol bagaimana cara kita bisa menuju surga dengan pengenalan akan Yesus sebagai jalan hidup dan kebenaran hingga akhirnya kita bisa tetap berada dalam kawanan penggembalaan-Nya bersama.

Dari situ juga, pada akhir Perayaan Ekaristi, Rm. Yulius Edyanto, MSF menyampaikan adanya penerapan kuota terbaru pada misa selanjutnya. Di mana pendaftaran wilayah yang diizinkan akan diprioritaskan sampai hari Rabu setiap minggunya dan dari luar wilayah dibuka hingga waktu sebelum misa dilaksanakan pada minggu tersebut. Keputusan ini diambil dari evaluasi selama enam kali Perayaan Ekaristi dilaksanakan, yang terlihat Umat Paroki Rawamangun belum mencapai kuota minimal kehadiran yang diizinkan. Sehingga dengan keputusan terbaru ini memberikan kesempatan lebih banyak bagi umat walaupun bukan berasal dari wilayah yang diizinkan. Namun tetap harus sudah mendaftar dan terdaftar dalam sistem Belarasa Paroki Rawamangun.

Semoga dengan kesempatan yang lebih ini dapat membuat Umat Paroki Rawamangun juga lebih mengenal Tuhan, terutama dari Perayaan Ekaristi secara lansgung di gereja. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (By Sie Komsos)

Hari Raya Maria diangkat ke Surga

 

Di Indonesia hari ini kita merayakan hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga dan di dunia dirayakan setiap pada tanggal 15 Agustus. Kalau hari ini kita merayakan Maria diangkat ke Surga maka kitapun merayakan masa depan kita. Masa depan kita adalah mahkota yang diberikan Allah pada kita semua. Semua orang diutus bertanding hingga garis akhir. Setiap orang yang bisa menyelesaikan pertandingan pada garis akhir maka Allah telah menyediakan mahkota itu. Mahkota atau hadiah yang Allah sediakan bagi semua orang yang merindukan. Bertanding menghadirkan karya kasih Allah pada semua orang. (By Sie Komsos)