Pengumuman Pemenang Doorprize Pesta Emas Rawamangun

 

Anda yang beruntung di doorpize perayaan misa HUT Pesta Emas Paroki Rawamangun

Pemenang Doorprize (Umat yang hadir ke Gereja)

Pemenang Doorprize (Umat Live Streaming)

 

Syarat-syarat pengambilan doorprize :

1. Waktu penukaran doorprize adalah dimulai tanggal 3-8 Agustus 2020.

Ditukarkan di sekretariat paroki pada saat jam kerja hari Senin – Sabtu :
Senin- Kamis pukul 08.00 -15.00
Jumat-Sabtu pukul 08.00-14.00
Dengan Pak Slamet, Ibu Rensi atau Ibu Ayu.

2. Umat yang akan menukarkan doorprize harus menunjukkan salah satu bukti yaitu kartu undangan dari panitia atau undangan virtual misa voucher di mana ada nomor belarasa.

3. Penukaran doorprize untuk pemenang meja altar dari Live Streaming, cukup menyebutkan nama, no HP dan Lingkungan kepada petugas sekretariat.

Salam
Panitia Emas GKK

(By Sie. Komsos)

 

Misa Hari Ulang Tahun Emas Paroki Rawamangun

 

MISA HARI ULANG TAHUN EMAS PAROKI RAWAMANGUN

Dalam masa pandemik covid-19 dgn protokol kesehatan, Puji Tuhan Gereja Katolik Keluarga Kudus Paroki Rawamangun, telah menyelenggarakan kembali Perayaan Ekaristi Perdana dalam rangka Pesta Emas, Hari Ulang TAHUN ke-50, Minggu 26 Juli 2020.

 

Tema : Semakin Beriman Semakin Terbuka
Perayaan Ekaristi dipimpin: Rm. Yulius Edyanto MSF
didampingi : Rm. Ignatius Fajar Himawan MSF dan. Rm. Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho MSF

 

Bacaan I : 1 Raja-raja 3 :5, 7-12
Bacaan II: Roma 8 : 28-30
I n j i l. : Matius 13 :  44-46

Ucapan selamat dari berbagai kelompok dan dari pribadi/sahabat. Demikian pula ucapan Selamat HUT EMAS dari yang mulia Bapak Ignatius Kardinal Suharyo, Keuskupan Agung Jakarta

Pemotongan tumpeng sebagai pelengkap Pesta Emas juga ikut memeriahkan hari bahagia ini.

 

Adapun susunan panitia Hari Ulang Tahun Emas Paroki Rawamangun adalah
Penanggung Jawab : Romo Yulius Edyanto, MSF
Penasehat : Romo Fajar Himawan, MSF; Romo Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho, MSF; Dewan Paroki Harian
Ketua Umum : Oktavianus Hadi Widjaja
Wakil Ketua Bidang Liturgi : Martinus Tagor Sinaga
Wakil Ketua Bidang Acara : Agus Gunawan
Sekretaris : Antonius Waruju Wicaksono
Bendahara Bidang Liturgi : Melinda Tanoto
Bendahara Bidang Acara : Christine Wahyudi
Seksi Acara Puncak : Emanuel Iryadi
Seksi Bakti Sosial Kesehatan : Grace Sancaya
Seksi Makan Siang Natal : Lusi
Seksi Jalan Sehat Keluarga : Handoyo
Seksi Porseni : Vano
Seksi Konsumsi : Paulina Inamorata
Seksi Perlengkapan : Kam Widyatmaka
Seksi Dana : Josaphat Langgeng, Novi Josephine, Eka Santi, Luky Hera
Seksi Dekorasi : Michael Sapta Kartika
Seksi Dokumentasi (Membuat kalender dan Buku Kenangan 50 thn) : Diana Tri Rahayu, Irwin Wijaya, Servatius Setiabudi Gunawan
Seksi Keamanan : Sumarjono

PERAYAAN AKAN USIA ADALAH SEBUAH PENANDA
SEBUAH PENGINGAT APA YANG SUDAH LEWAT, DAN APA YANG AKAN DATANG

50 TAHUN SUDAH PERJALANAN KEBERSAMAAN DALAM PELAYANAN

SELAMAT ULANG TAHUN EMAS GEREJA KELUARGA KUDUS PAROKI RAWAMANGUN….TERUS MENDAYUNG BAHTERA BERSAMA-SAMA

(By Seksi KOMSOS)

Bansos 9 Mei 2020

 

Pandemi Covid-19 memiliki dampak psoitif, seperti ajakan Uskup Ignatius Kardinal Suharyo untuk bisa saling mendukung sesama di sekitar. Paroki Rawamangun mengambil peran dalam memberikan bantuan sosial. Kegiatan Bantuan Sosial dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2020 lalu dengan susunan acara pembagian bantuan karitatif dan bantuan bagi yang terdampak pandemi covid-19 Acara yang merupakan kolaborasi selain Seksi PSE, terdapat Seksi HAAK, DPH dan Romo yang membantu dalam persiapan dan pelaksanaannya, serta Seksi Komsos Paroki Rawamangun. Dalam rangka membantu para penerima bantuan dalam kondisi ini, modifikasi bantuan dilakukan dengan memberikan uang tunai sebesar Rp200.000,- dan sembako sebesar Rp150.000,-. Paket bantuan yang dipersiapkan dan dibagikan sebanyak 700 paket lebih.

Penerima bantuan sosial pun tidak saja dari Umat Paroki Rawamangun tetapi juga para warga dalam lingkup Gereja Keluarga Kudus. Dengan kata lain, bukan saja umat Katolik, melainkan umat agama lain di sekitar jangkauan umat Paroki Rawamangun. Pelaksanaan kegiatan bantuan sosial terdiri dari dua waktu yang berbeda yaitu untuk bantuan karitatif dan umat yang terkena dampak pembagian dilakukan pada pagi hari di ruang Martinus. Bagi warga sekitar dibagikan pada siang hari dengan dikirim ke beberapa lokasi secara langsung.

Dimana Bansos dibagikan dilokasi:
1. Pisangan

2. Jl. Daksinapati Tenggara

3. Perhubungan Tawes

4. Cipinang Kepolisian

5. Cipinang Muara

6. Gading Raya

7. Prumpung

8. FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat)

9. Masyarakat Sekitar Gereja


Kegiatan bantuan sosial sendiri dimulai pk. 09.00 WIB hingga 15.30 WIB dengan tetap berusaha menjaga jarak bagi semua panitia dan peserta penerima bantuan sosial. Semoga pandemi virus corona dapat segera menghilang dan kegiatan seluruh masyarakat dapat berjalan normal dengan cara yang baru. Tetap jaga kesehatan, tetap di rumah dan Tuhan memberkati. (By Sie Komsos).

 

Paskah yang Nyata

 

Kita berharap semoga Kristus yang bangkit menjadi kekuatan bagi kita untuk terus melangkah maju penuh harapan akan masa depan yang lebih baik.

Perayaan Paskah selalu ditandai dengan lilin Paskah dan pada setiap lilin Paskah selalu ditulis tahun ketika Paskah itu dirayakan. Oleh karena itu, yang tertulis pada lilin Paskah ini adalah tahun 2020. Pesannya jelas yaitu agar perayaan Paskah terus berarti, bermakna dan relevan khususnya pada tahun ketika Paskah itu dirayakan. Sebab dari itu, kita bisa bertanya apa relevansi perayaan Paskah pada masa kita umat manusia pada umumnya dan bangsa Indonesia pada khususnya sedang mengalami pandemi wabah virus Corona 19 ini.
Jawaban atas pertanyaan ini dapat kita berikan kalau kita tahu apa yang menyebabkan merebaknya wabah ini. Ada berbagai pendapat yang berbeda-beda, salah satu pendapat yang menarik disampaikan dengan sangat hati-hati, masuk akal budi kita dan juga akal iman kita. Pendapatnya begini, bisa jadi wabah adalah reaksi natural atas kesalahan manusia secara kolektif terhadap alam. Dalam bahasa iman, antara lain disebabkan oleh dosa ekologis. Yang dimaksudkan kira-kira begini, wabah muncul karena manusia telah merusak tatanan dan harmoni alam. Perusakan alam itu membuat alam tidak seimbang lagi dan ini mempunyai akibat yang sangat luas dan beragam. Misalnya, pemanasan bumi, perubahan iklim, polusi yang mengotori semua elemen alam di darat di laut maupun di udara dan munculnya berbagai macam penyakit baru. Ketidakseimbangan alam ini membuat tubuh manusia tidak seimbang pula, imunitas melemah sehingga manusia menjadi rentan terhadap wabah. Seharusnya alam memiliki caranya sendiri untuk meredam wabah, tetapi ketika nafsu keserakahan dan kesombongan manusia telah merusak alam, wabah tidak terbendung.
Mengenai keserakahan manusia ini, Paus Fransiskus mengatakan, dengan keserakahannya manusia mau menggantikan tempat Allah dan dengan demikian akhirnya membangkitkan pemberontakan alam. Kita semua terlibat di dalam dosa terhadap harmoni alam yang telah diciptakan oleh Allah sebagai semua baik dan amat baik adanya. Itulah yang disebut sekali lagi dosa ekologis. Wabah menurut pendapat ini adalah isyarat alamiah bahwa manusia telah mengingkari jati dirinya sebagai citra Allah, yang bertugas untuk menjaga harmoni alam bukan merusaknya. Wabah menyadarkan bahwa manusia adalah ciptaan yang rapuh yang tidak mungkin bertahan jika alam ciptaan lainnya dihancurkan.

Kita bersyukur karena di tengah-tengah pandemi wabah virus Corona 19 ini, kita menyaksikan kerelaan berkorban solidaritas yang dahsyat dalam berbagai macam bentuknya. Dalam bahasa Iman, tumbuhnya kerelaan berkorban dan tumbuhnya solidaritas adalah Paskah yang nyata. Semoga semua yang baik tidak berhenti ketika nanti wabah ini lewat, tetapi kita juga masih berharap bahkan dituntut untuk merayakan Paskah yang lain yakni Paskah ekologis. Ketika kita dibebaskan dari dosa ekologi, kolektif maupun pribadi. Dibebaskan dari sikap tidak peduli terhadap alam atau bahkan nafsu merusak alam dan dianugerahkan kepada kita kekuatan untuk terus mewujudkan Paskah ekologis itu. Memulihkan alam yang rusak, merawat dan menjaganya sebagai ibu bumi rahim kehidupanb yang sejahtera. Selamat Paskah dan moga-moga Tuhan yang bangkit menguatkan kita dalam niat-niat baik kita.

Marilah kita senantiasa menghidupkan Paskah secara nyata, selama masa pandemi dan selama-lamanya dengan peduli alam sekitar dan tetap bersikap rela berkorban terhadap sesama.

Selamat Paskah 2020, Tuhan selalu memberkati kita dan sehat selalu. (By Sie Komsos)

Paskah sebagai Ingatan Bersama

 

Selamat Paskah bagi kita semua dan semoga kita yang merayakan Paskah ini dianugrahkan buah-buah kebangkitan NYA. Kita yang mengimani Yesus Kristus akan dipulihkan dan dibebaskan dari belenggu dosa dan kejahatan di dunia ini. Sehingga makna dari Paskah adalah pembebasan dan pembaharuan.
Semua peristiwa sejarah di Indonesia seperti Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi dan Pancasila sebagai dasar negara adalah karya Agung Tuhan agar kita semakin terikat satu sama lain sebagai satu bangsa yang kokoh. Oleh sebab itu marilah kita bersama-sama seperti pada masa lalu kita bersatu untuk memenangkan permasalahan covid 19 pada saat ini. Bukan hanya tim medis yang harus bersatu tetapi kita semua sebagai satu bangsa. Sekali lagi Selamat Paskah untuk kita semua dan sehat selalu. Berkah Dalem. (By Sie Komsos)

Keagungan Kasih Tuhan dalam ketidakpastian situasi dan kondisi saat ini

 

Mengambil dari homili Kardinal, diawali dengan pengantar “Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita, Yesus Kristus”. Kalau kita teliti menyimaknya, sebetulnya yang kita dengarkan bukan pertama-tama kisah sengsara tetapi kisah Keagungan Kasih Tuhan. Oleh karena itu hari ini tidak disebut Jumat sengsara tetapi Jumat Agung. Di dalam kisah tadi tidak ada peristiwa yang diceritakan Yesus ditangkap seperti seorang pesakitan. Yang diceriterakan adalah Yesus menyerahkan diri. Ketika dihina, ditampar, Dia hanya diam, seolah-olah bertanya kepada kita siapa yang lebih bermartabat, yang melakukan kekerasan atau yang diperlakukan tidak adil? Dan lagi ketika Ia wafat, Ia berkata, “Sudah selesai”. Apa yang selesai? Yang selesai adalah tugas perutusan-Nya, menyatakan bahwa Allah adalah Kasih. Kita selalu ingat akan kata-kata Yesus, “Makananku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”. Atau Sabda lain, ketika Yesus berkata “Tiada Kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”. Sambil berharap untuk menerima buah-buah penebusan secara melimpah, marilah kita haturkan doa-doa kita.

Kardinal sungguh mengajak umat-Nya meneladan Tuhan kita, terutama dalam keadaan sekarang untuk bisa lebih mengasihi sesama. Dalam tahun keadilan pun, Kardinal mengajak agar umat mampu bersikap adil bagi sesama sebagai lambang kasih nyata seperti teladan Yesus. Tidak lupa juga kita diajak untuk berdoa sambil berharap pada Allah untuk menebus dosa kita dan memberikan jalan yang terbaik dari situasi ini. (By Sie Komsos).

Peduli dengan Sesama dan Lingkungan Sekitar

 

Terinspirasi dari salah satu relief di Candi Borobudur.

Ada 4 ekor hewan berjalan bersama menuju Kerajaan Allah :
1. Seekor Kera membawa pisang
2. Seekor Berang Berang membawa ikan
3. Seekor Serigala membawa botol berisi susu dan membawa mangkok + sendok.
4. Seekor Kelinci yg tidak membawa apa apa

Ditengah perjalanan mereka bertemu seorang pengembara yang amat sangat keletihan dan kelelahan

Kemudian berkatalah ke 4 ekor hewan tsb kepada si pengembara :
1. Kera berkata Tuan ambillah pisang ku ini karena ku lihat engkau amat sangat keletihan dan kelelahan.
2. Serigala berkata Tuan ambilah susu ku inu utk mengurangi dahaga Tuan hingga nanti ke tempat tujuan mu.
3. Berang berang berkata Tuan ambilah ikan ku ini sbg penguat kamu berjalan.
4. Si Kelinci yang tidak membawa apa apa berkata: “Tuan inilah tubuh ku, Ku serahkan Tubuh ku kepada Engkau. Makanlah Tubuh ku Tuan, sebab Engkau membutuhkan tenaga.

Pesan moral :
Si Pengembara adalah kita….
Kita yang kelelahan dan keletihan yang amat sangat :
– Letih karena menerima ketidak adilan.
– Letih karena banyak nya kejahatan di sekitar kita.
– Letih karena menunggu berakhir nya wabah Covid 19 yang belum jelas kapan akan berakhir.
– Letih karena selalu dipersalahkan dan diinjak injak.
– dll

Ternyata disaat kita keletihan dan kelelahan, masih ada orang orang yang peduli kepada kita,
saling membantu, saling berbagi, saling mendengarkan.

Pesan tersirat Kardinal sangat jelas untuk kondisi saat ini, seperti kata Yesus ;
“Marilah kita yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”.

Marilah kita berbagi, kita berbela rasa, kita saling mengasihi untuk tidak saling bermusuhan satu dengan lain nya dan bagaimana kah cara nya ?
Ikutilah anjuran dari Pemerintah: untuk selalu jaga jarak menjaga kebersihan tubuh dan jiwa.
Semoga dengan mengikuti anjuran pemerintah, pakailah masker dan alat pelindung tubuh secukupnya jika bepergian, jangan serakah, ingatlah dan peduli lah dengan sesama.

Itulah Paskah Tuhan bagi kamu di tahun 2020 ini.

Tuhan menyertai kita.

Amin…

💓💖🙏🏻🙏🏻

(By Sie. Komsos)

Menangkal Radikalisme Melalui Dialog dan Kerjasama Lintas Agama, 29 Februari 2020

 

Dalam rangka menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat lintas agama di suatu lingkungan, para ketua-ketua lingkungan adalah ujung tombak peran Seksi HAAK (Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan) Gereja.

Seksi HAAK Paroki Rawamangun Gereja Katolik Keluarga Kudus, telah menyelenggarakan acara pembekalan “MENANGKAL RADIKALISME MELALUI DIALOG dan KERJASAMA LINTAS AGAMA.” Sabtu, 29 Pebruari 2020 pk. 08.00 – 13.00 WIB bertempat di Aula SMP Tarakanita IV Rawamangun – Jakarta Timur.

Acara didahului dengan : Doa Pembuka, Lagu Indonesia Raya, dan sambutan dari Pastor Kepala Paroki, Rm. Yulius Edyanto, MSF

Moderator : Bapak Budhi Hendarto

Sesi 1. Spiritual Keadilan Eko Sosial. Oleh : Rm. Andang L. Binawan, SJ.  Pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara.

Sesi 2. Hubungan Kemasyarakatan. Oleh : Bapak Paulus Krisantono, Mantan anggota DPR-RI (3 periode), Mantan anggota MPR-RI (1 periode).

Sesi 3. Politik Identitas dan Intoleransi Serta Sepak Terjang Kaum Radikalisme di Indonesia. Oleh : Bapak Trias Kuncahyono Mantan Pemimpin Redaksi Harian Kompas.

Acara ini diakhiri dengan pembagian doorprize kepada peserta yang beruntung dan doa penutup sekaligus doa makan siang.

Acara pembekalan ini terselenggara berkat kerjasama antara Romo Paroki, DPH, PEKAD, SKP, OMK dan CU BINA SEROJA. Selamat dan sukses. (By Sie Komsos).

Awal Pantang dan Puasa 26 Februari 2020

 

Bacaan 1. Kitab Yoel 2 : 12-15
Bacaan 2. 2 Korintus 5 : 20 – 6 : 2
Injil Matiius 6 : 1-6, 16-18

“Rabu. Mengapa tidak dipilih hari lain, misalnya Kamis/Jumat/ Sabtu?

Sebab dihitungnya 40 hari mundur sampai pada malam Paskah, tetapi hari Minggu tidak dihitung. Sehingga mengawalinya pada hari Rabu.

Mengapa “Abu”? Tuhan menciptakan manusia pertama yang bernama Adam dari abu/tanah/debu. Abu adalah tanda ”pertobatan” dan digunakan dengan cara mengolesinya pada dahi serta dibarengi dengan kata-kata. BERTOBATLAH DAN PERCAYALAH PADA INJIL. Abu itu untuk menyadarkan diri sendiri, yang nantinya kita juga menjadi abu ketika dikubur/dikremasi. Oleh karena itu kita harus menyadari sikap hidup rohani kita.” (homili Rm. Prihambodo).

“Rabu Abu juga menandai dimulainya Masa Prapaskah yang berlangsung selama 40 hari yaitu berpuasa, berpantang, berderma, dan berdoa.” (homili Rm. Edyanto).

(By Sie Komsos)

 

Foto Misa PK 17.00

 

Foto Misa PK 19.30

 

Foto Misa Materdei 19.00

 

“Waspada Osteoporosis dan Ostheoartritis” dan “Sleep Apnea, Mendengkur dan Kematian saat Tidur”

 

Dalam rangka Hut Emas Gereja Keluarga Kudus, Seksi Kesehatan Paroki Rawamangun menyelenggarakan seminar kesehatan dengan tema “Waspada Osteoporosis dan Ostheoartritis” dan “Sleep Apnea, Mendengkur dan Kematian saat Tidur” pada Minggu, 16 Februari 2020 di aula Bethlehem. dr. Esther selaku Perwakilan Seksi Kesehatan Paroki Rawamangun memberi sambutan sebagai pembuka acara dan dilanjutkan oleh Ibu Anna Lidwina manager Kanopi Nursing Home yg merupakan CSR dari PT Kanopi Insan Sejahtera. Selain Kanopi Nursing Home, terdapat 7 stand sponsor yang mempromosikan produk alat dan penjelasan jasa kesehatan serta pemeriksaan kesehatan bagi para peserta. Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan berupa cek gula darah, kepadatan tulang, asam urat dan kolesterol.

Pembahasan pertama dimulai dengan penjelasan seputar sleep apnea oleh Bapak Jordan dari Indo Medika Nusantara. Sleep apnea sendiri adalah gangguan tidur dengan keadaan pernapasan berhenti melebihi 10 detik secara berulang ketika tidur. Hal ini dikarenakan oleh penyempitan saluran pernafasan atas yang menyebabkan level oksigenasi menurun, meningkatnya tekanan darah dan memicu jantung bekerja lebih keras. Sedangkan mendengkur adalah suara yang dihasilkan dari turbulensi aliran udara yang menyebabkan getaran pada dibding hidung dan tenggorokan pada saat tidur. Sehingga mendengkur menjadi ciri dari kondisi serius dari sleep apnea atau biasa dikenal obstructive sleep apnea. Dampak yang lebih serius dari sleep apnea ini ialah hipertensi, sakit kepala, depresi, diabetes hingga penyakit jantung dan stroke. Penyebab paling sering ditemukan ialah kegemukan atau obesitas, maka pencegahan yang dapat dilakukan dengan menjaga berat badan. Penanganan yang dapat dilakukan ialah sleep test dengan komprehensif.

Pembahasan selanjutnya mengenai osteoporosis yang sering dikenal masyarakat umum dan bedanya dengan osteoarthritis oleh dr. Esther dari Kalbe. Perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis sendiri ialah gejala, penyebab dan tempat terjadinya. Osteoporosis sendiri ialah adalah pengeroposan tulang yg ditandai awal oleh badan bungkuk, memiliki gejala yang tidak dapat dirasakan sakit pada awalnya atau bisa disebut silent disease. Biasa terjadi pada tulang penyangga tubuh yang disebabkan perombakan tulang lebih banyak daripada pembentukan tulang, sehingga terjadi kerusakan yg biasa dialami pada usia sekitar 40-50 tahun. Sedangkan osteoarthritis merupakan peradangan sendi dan sering dialami dengan gejala sakit di sekitar persendian. Penyebabnya adalah kepadatan tulang sudah menurun (Bone Mineral Massity) dan menurunnya produksi cairan pada membran sendi. Pencegahan dari kedua gangguan adalah pengecekan kepadatan tulang terutama bagi para wanita yang lebih dominan ketika sudah berusia 40 tahun atau susah mengalami menopause. Serta memenuhi asupan nutrisi bagi kebutuhan tulang dan berolahraga rutin, juga menghindari konsumsi alkohol dan rokok. Antusiasme dari peserta acara ini sangatlah tinggi untuk mendengarkan pembahasan dan cek kesehatan, dengan persentase kehadiran 70% setelah pendaftaran dibuka. Dengan adanya seminar kesehatan ini, kita diajak untuk bisa menjaga kesehatan dan mencegah dari kondisi tubuh yang kurang prima.Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa dan raga yang sehat juga sehingga kita lebih semangat dalam memuliakan nama Tuhan. Berkah Dalem. (By Sie Komsos).

Bakti Sosial Jatinegara Kaum 16 Februari 2020

 

Hari Minggu Bertempat di Kantor RW.04 Kelurahan Jatinegara Kaum Pulogadung dipadati oleh masyarakat sekitar, dimana diadakan Kegiatan Bakti Sosial dari Paroki Rawamangun, Gereja Keluarga Kudus, yang mana acara ini merupakan rangkaian kegiatan Pesta Emas Paroki Rawamangun. Dimana Panitia Hut Emas merangkul Dokter-dokter di Paroki Rawamangun, Pemuda-pemuda, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Lingkungan Hidup (LH), Seksi PSE dan Seksi Komsos. Pemeriksaan yang dilakukan pada 16 Februari 2020 ini yaitu pemeriksaan gula darah, tensi darah dan pemeriksaan mata. Dokter-dokter begitu sigap dan siap melayani masyarakat sekitar yang telah mendaftar.

Masyarakat begitu antusias, dibuktikan dengan jumlah 142 pasien yang dilayani. Sebelum memulai pemeriksaan, pasien mendaftar terlebih dahulu dan diberi nomor antrian, kemudian ada suguhan konsumsi berupa arem-arem, gethuk dan bubur kacang hijau yang disiapkan oleh WKRI cabang Rawamangun. Selain itu WKRI juga membagikan susu kotak untuk anak-anak.

 

Sambil menunggu antrian, pasien dapat mengunjungi booth LH Rawamangun, dimana pada booth LH disediakan minuman dari daun kelor dan serundeng daun kelor. Dimana daun kelor memiliki banyak kandungan nutrisi yang mampu menangkal radikal bebas, melawan inflamasi (radang), menurunkan kadar gula, dan menjaga sistem kekebalan Tubuh, sehingga daun kelor memiliki manfaat, diantaranya dapat mencegah kanker dan tumor; menurunkan kolesterol, menurunkan kadar gula darah, mencegah kerusakan hati dan ginjal, menyehatkan mata, dll. Pada booth LH juga ada display hasil pembuatan sabun dan lilin dari minyak jelantah, dan ada perkenalan bank sampah.

 

Atau pasien dapat mengunjungi booth Seksi PSE yang menjual buku-buku layak pakai dengan harga yang terjangkau.

 

Bila nomor antrian sudah dipanggil, pemeriksaan pasien dimulai dari tensi darah kemudian pemeriksaan gula darah, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan mata. Apabila ada hasil pemeriksaan yang kurang bagus pasien diberikan obat gratis, dan kacamata plus dan minus secara gratis.

 

Setelah pemeriksaan pasien mendapatkan handuk gratis sebagai cindera mata. Terimakasih Panitia HUT Emas Paroki dan semua yang terlibat dalam acara Baksos tersebut. Layanilah Tuhan dengan segenap hati dan jiwa demi kemuliaan nama-Nya. Berkah dalem untuk kita semua. (By Sie Komsos).

Lomba Lektor 2020

 

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Gereja Katolik Keluarga Kudus Rawamangun Jakarta ke-50 (pesta emas), seksi lektor telah menyelengarakan LOMBA LEKTOR/LEKTRIS pada hari Minggu, 16 Pebruari 2020, bertempat di Kapel Matedei, pk. 07.00 s/d 15.25WIB.

Lomba tersebut diikuti oleh tiga kelompok peserta kategori remaja umum (31 orang), kategori dewasa umum (17 orang), dan kategori aktif (14 orang). Tiga orang para juri dari Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta.

Acara diawali dengan doa pembuka, kata sambutan ketua Sub Seksi Lektor, kata sambutan Panitia Pesta Emas Bidang Liturgi yang mewakili Romo ketua Paroki Yulius Edyanto, MSF, dan diakhiri dengan doa penutup.

 

PENGUMUMAN PEMENANG

Juara Umum Kategori Remaja :

Juara III. Ela (score 194)

Juara II . Evan (score 212)

Juara I . Melati (score 216)

 

Juara Umum Kategori Dewasa :

Juara III. Putri (score 220)

Juara II . Laras (score 225)

Juara I . Nina (score 234)

 

Juara Umum Kategori Aktif :

Harapan III. Rita (score 240)

Harapan II . Katleen (score 241)

Harapan I . Prabowo (score 244)

 

Juara III. Nancy (score 248)

Juara II . Eka (score 250)

Juara I . Maya (score 254)

(By Sie Komsos)

 

Mengawali Tahun Keadilan Sosial bersama Romo Josep dan Romo Uut

 

Tahun 2020 adalah Tahun Keadilan Sosial dan umat Paroki Rawamangun mengadakan pembekalan Tahun Keadilan Sosial pada hari Minggu tanggal 16 Februari 2020 dengan topik:

  1. Keadilan Menurut Kitab Suci, yang dibawakan oleh Romo Yosep Susanto, PR
  2. Bapa Kami dan Keadilan Sosial, yang dibawakan oleh Romo Carolus Putranto, PR

Acara dimulai pada pukul 08.30 dan diakhiri sekitar pukul 12.00. (By Sie Komsos)

KEADILAN DALAM KITAB SUCI

Doa Bapa Kami dan Keadilan

 

Misa Hari Orang Sakit Sedunia 15 Februari 2020

 

Dalam merayakan hari orang sakit sedunia, Paroki Rawamangun mengadakan misa dipimpin oleh tiga romo yaitu Romo Yulius Edyanto MSF, Romo Priambodo MSF dan Romo Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho MSF. Misa dilaksanakan tepat pukul 08.00 pagi dengan suasana cukup haru karena ternyata masih banyak para lansia atau penderita sakit berusaha datang hanya untuk memperoleh berkat dari Tuhan melalui minyak urapan dan mempunyai keyakinan untuk sehat kembali.

Dengan susunan liturgi yang cukup singkat, dengan hanya mengambil bacaan pertama dari 1 Raj 8:22-23 & 27-30 serta Injil dari Mat 7:1-13; dimana Romo Yulius Edyanto MSF mempertajam bahwa kita wajar sebagai manusia merasa sakit, tidak sehat dan harus berani mengungkapkan ya bahwa saya sakit terutama didepan Tuhan dan berani untuk terus berharap akan adanya kesembuhan akan diberikan melalui obat dan dokter yang merawat, karena jika kita mengakui bukan berarti kita lemah, tetapi kita memang harus bergantung sepenuhnya pada Bapa bahwa kita bukan apa apa di hadapanNya. Karena dalam Tuhan sendiri sudah mengundang kita “Hai yang letih dan berbeban berat untuk datang kepada Nya” (By Sie Komsos).

Kasih Tiada Batas

 

Bacaan: Markus 12:30-31 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Renungan:
Hari Valentine merupakan momen di mana masing-masing orang berusaha mengungkapkan kasih serta perhatiannya kepada orang yang ia kasihi.

Sebagai pengikut Yesus, bagaimana sikap kita yang sepatutnya untuk merayakan Valentine?

Pertama, kasih. Kasih adalah ciri khas Allah yang utama yang juga harus menjadi ciri khas seorang pengikut Yesus. Tanpa kasih seseorang belumlah dapat dikatakan mengenal Allah. Oleh karena itu seharusnya setiap hari dijadikan hari kasih sayang yang penuh kasih kepada Tuhan, sesama dan diri sendiri.

Kedua, mengasihi bukan hanya kepada orang yang baik, tetapi juga kepada musuh kita. Mengasihi orang yang mengasihi kita adalah hal yang biasa dan dapat dilakukan oleh semua orang, termasuk orang jahat dan mereka yang tidak mengenal Allah. Tetapi seorang pengikut Yesus mempunyai kelebihan, yaitu : kita harus mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita.

Ketiga, mengasihi bukan hanya dengan perkataan, tetapi juga dengan perbuatan. Jika orang banyak merayakan hari Valentine dengan mengirimkan kartu atau bingkisan kepada orang yang dikasihinya, maka pengikut Yesus harus mewujudkan kasih dalam bentuk yang lebih nyata yaitu berupa pelayanan, pertolongan atau perbuatan yang dapat menjadi berkat bagi sesama yang berkekurangan. Keempat, mengasihi bukan sekali-sekali, tetapi setiap hari.

Perintah untuk mengasihi di dalam Alkitab sering disebutkan sebagai perintah baru. Ini berarti bahwa hal mengasihi tidak cukup hanya yang sudah kita lakukan pada hari-hari yang lampau, tetapi harus selalu merupakan hal yang baru yang kita lakukan setiap hari.

Marilah kita wujudkan kasih kita yang lebih dalam lagi baik kepada sesama dan terlebih kepada Tuhan sebagai wujud pertobatan kita di masa pra Paskah ini, sehingga melalui kehadiran kita nama Tuhan semakin dimuliakan. Tuhan memberkati.

Doa: Tuhan Yesus, taruhlah Roh cinta-Mu masuk lebih dalam lagi di hatiku agar aku dapat menjadi martir cinta kasih-Mu bagi sesamaku dan bagi diri-Mu sendiri. Amin….. (By Sie Komsos)

SEMINAR ANGELS & DEMONS

 

Dalam rangka melaksanakan Prokar (Program Kerja) tahun 2020, Kategorial Komunitas Kerahiman Ilahi bersinergi dengan Seksi Pewartaan Gereja Keluarga Kudus Rawamangun telah menyelenggarakan SEMINAR ANGELS & DEMONS, Sabtu, 1 Pebruari 2020 pk. 08.00 – 13.00 oleh Pater Robby Wowor OFM, di Aula Betlehem.

Seminar diawali dengan lagu-lagu pujian, doa pembuka, kata sambutan ketua panitia dan kata sambutan romo paroki. Jumlah peserta berdasarkan daftar absen sebanyak 147 orang.

Materi Seminar :

Dari Lampiran C Katekismus Baru Gereja Katolik (KBGK)

SESI I :

  1. Keberadaan Malaikat-Suatu Kebenaran Iman.
  2. Saiapa Maikat Itu?
  3. Kristus Bersama dengan Malaikat-Nya.
  4. Malaikat di Dalam Kehidupan Gereja.

SESI II :

  1. Jatuhnya Para Malaikat.
  2. Tanya jawab.

Seminar ditutup dengan doa dan berkat romo.

KESIMPULAN

1). Mahluk rohani tanpa badan yang oleh Kitab Suci biasanya dinamakan “Malaikat” (KBGK 328).

2). Sebagai mahluk rohani murni mereka mempunyai akal budi dan kehendak, mereka wujud pribadi dan tidak dapat mati (KBGK 330). Malaikat tidak ada gendernya. Malaikat tidak dapat berkembang biak, karena malaikat diciptakan langsung oleh Tuhan.

3). Kristus ialah pusat dunia malaikat (KBGK 331) “Apabila Anak Manusia Datang dalam kemuliaan-Nya, dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia ……. (Matius. 25:31)

4). Kitab Suci dan Tradisi melihat dalam wujud seorang malaikat yang jatuh, yang dinamakan setan/iblis. Gereja mengajar bahwa ia pada mulanya adalah malaikat baik yang diciptakan Allah (KBGK 391). “Setan dan roh-roh jahat lain menurut kodrat memang diciptakan baik oleh Allah, tetapi mereka menjadi jahat karena kesalahannya sendiri (Konsili Lateran IV: DS 800).

5). Kita mendengar suatu gema dari pembrontakan yang merupakan suatu keputusan bebas roh-roh yang tercipta ini, yang menolak Allah dalam Kerajaan-Nya secara radikal dan tetap, ini dalam apa yang setan katakan kepada nenek moyang kita (KBGK 392). “…….Kamu akan menjadi seperti Allah” (Kejadian 3:5) Setan adalah “Pendosa dari mulanya” (1 Yohnes 3:8) “Bapa segala dusta” (Yohanes 8: 44).

6). Dosa para malaikat itu tidak dapat diampuni. Bagi mereka tidak ada penyesalan sesudah jatuh, sama seperti bagi manusia sesudah kematian (KBGK 393) Karena kesombongannya iblis tidak bertobat datang kepada Tuhan.

7). Setan dan malaikat itu ada dan tidak berkesudahan, namun manusia yang hidup di dunia ini ada batasnya (kematian). Manusia harus mempertanggungjawabkan hidupnya. Apakah kita sanggup? Tanpa bantuan Tuhan manusia lemah, butuh bantuan Tuhan.

8). Rajin berdevosi “Doa Rosario”, “Doa Koronka”, “Baca Kitab Suci” mempunyai peran yang sangat krusial dalam membangun iman umat Katolik. Itu merupakan salah satu media untuk semakin mendekatkan diri kita kepada Tuhan untuk melawan iblis dan antek-anteknya. (By Sie Komsos).

Misa Imlek 25 Januari 2020

 

Suka Cita tahun baru Imlek 2571 dapat kita lihat di Paroki Rawamangun, dimana pada tanggal 25 Januari 2020, diadakan Misa Imlek pada pukul 08.00. Banyak umat yang hadir dengan memakai baju merah. Misa yang jatuh pada hari sabtu tersebut berlangsung dengan meriah, yang dapat dilihat banyak aksesoris lampion yang dipasang. Setelah misa umat di bagikan kue keranjang dan jeruk yg merupakan ciri khas imlek. (By Sie. Komsos)

Pembekalan Pengurus Seksi, Bidang dan Kategorial

 

Pembekalan Pengurus Seksi, Bidang dan Kategorial merupakan kelanjutan acara setelah Pelantikan Pengurus Seksi, Bidang dan Kategorial periode 2020-2022 dan Rapat Pleno Dewan Paroki pada Sabtu, 11 Januari 2020 lalu. Pembekalan Pengurus Seksi, Bidang dan Kategorial telah diadakan pada Sabtu dan Minggu, 25&26 Januari 2020 bertempat di Pusat Pastoral (Puspas) KAJ, Wisma Samadi, Klender. Jumlah peserta yang mendaftar 96 orang dan dihadiri 75 orang selama dua hari pembekalan. Adapun tema daripembekalan ini ialah Menjadi Rekan Kerja Allah yang Profesional dan Murah Hati, adalah arahan dari Romo Paroki Rawamangun, Rm. Yulius Edyanto, MSF dan merupakan salah satu program dari Dewan Paroki Harian. Pelaksana dari acara dua hari satu malam ini adalah Seksi Pelatihan dan Pengkaderan sejumlah 10 orang yang merupakan panitia dan mengundang beberapa pembawa materi. Materi pokok bahasan pembekalan terdiri dari,

  1. Spiritualitas Pelayanan oleh Rm. Fajar Himawan, MSF
  2. Kepemimpinan yang Melayani oleh Bapak Ignasius Teguh
  3. Dipilih untuk Melayani – Lingkup Tugas dan Karya menurut PDDP oleh Bapak Felix Iwan Wijayanto
  4. Manajemen Paroki oleh Rm. Yust Ardianto, Pr
  5. Sinergitas antar Saksi dan Komisi di KAJ oleh Bapak Didiek Dwinar Miyadi
  6. The Power of Togetherness oleh Bapak Elang Diawan

Kesimpulan dan harapan dari segenap tim panitia bagi para peserta yaitu,

  1. Kita semua mendapat inspirasi dari narasumber tentang reksa pastoral evangelisasi, semoga bisa menjadi pedoman dan tuntunan bagi seluruh peserta dan panitia dalam pelayanan umat paroki
  2. Dalam implementasi tugas pelayanan diperlukan karakter dasar yang terdiri dari
    1. Sinergis, bisa bekerja sama dan berkolaborasi lintas seksi di paroki
    2. Dialogis, mengambil keputusan bersama atau komunitas timbal balik
    3. Partisipatif, terlibat secara aktif dalam penyelenggaraan pelayanan program paroki
    4. Transformatif dengan adanya perubahan ke arah lebih baik, terbuka pada peluang
  3. Spiritualitas pelayanan menjadi Gembala Baik dan Murah Hati, di mana sikap dasar gembala baik ialah
    1. Beriman, relasi yang mendalam dengan Tuhan dan penuh sukacita dalam melayani Allah melalui umat
    2. Misioner, taat menjalankan perutusan dan pelayanan yang dipercayakan
    3. Sukacita, hidup dalam semangat Injil dalam bersinergi
    4. Bersaudara, menjalin persaudaraan inklusif
    5. Peduli, sedia untuk berbelarasa
    6. Berintegritas, memiliki sikap jujur, rendah hati, komitmen dan bertanggung jawab
    7. Kompeten, cakap dan terampil dalam menjalankan tugas
  4. Relasi dalam pelayanan gereja adalah komunitas dan gerakan
  5. Melayani umat paroki dengan penuh sukacita demi kemuliaan Tuhan

Pembekalan ditutup dengan Misa Perutusan yang dipimpin oleh Rm. Yulius Edyanto, MSF dengan mengajak dalam homili untuk bisa semakin bersinergi dalam membuat dan menjalankan program karya yang dilaksanakan atau akan dibuat. Sehingga bersama-sama seluruh seksi, bidang dan kategorial dapat dengan maksimal untuk menyelenggarakan program karya sesuai kebutuhan umat Paroki Rawamangun demi kemuliaan Tuhan. Selamat melayani dengan murah hati. Tuhan Yesus memberkati. (By Sie. Komsos)

Workshop Pembuatan Barang-barang dari bahan daur ulang

Pada 18 Januari 2020 melalui seksi Lingkungan Hidup Paroki Rawamangun diadakan Worshop Pembuatan barang-barang bermanfaat menggunakan bahan daur ulang. Sekitar 50 peserta antusias mengikuti workshop ini. Workshop ini turut mengundang Suku Dinas Jakarta Timur. Worshop ini juga didukung oleh Lembaga Daya Dharma (LDD-KAJ). Selesai acara workshop ini ditandai juga dengan pembagian tempat sampah. (By Sie. Komsos)

PDF File