Misa 18 Oktober 2020

 

Dalam tema kali ini yang bertepatan dengan hari Minggu misi sedunia yang ke 94 kita diajak untuk tetap selalu mewartakan khabar sukacita. Ajaran sosial Gereja di masa pandemi ini intinya adalah memulihkan dan menyembuhkan karena pada masa pandemi ini menyingkapkan kerapuhan dan menancapkan luka di dalam diri kita seiring ketidak tahuan kapan masa pandemi ini akan berakhir, maka kita wajib selalu mengandalkan Tuhan Yesus. Jika kita mengandalkan Tuhan Yesus maka kita dapat melihat harapan dan kegembiraan dalam hidup kita. Paus Fransiskus menggambarkan Gereja sabagai rumah sakit yang merawat orang-orang sakit fisik dan bathin sehingga kita diajak hadir sebagai obat untuk menyembuhkan dan merawat sesama dalam kebersamaan hidup bersama orang lain. Marilah kita menyimpan kebaikan dalam kantong yang tertutup dan menyimpan hal yang tidak baik dalam kantong yang terbuka agar kita tidak ada rasa iri hati, dendam dan emosi sehingga kita dapat menjalankan hidup dengan kedamaian dan kebahagiaan dengan demikian niscaya kita dapat memberikan kedamaian dan kebahagian pada orang lain di sekitar kita. Sehat selalu untuk kita semua. Berkah Dalem. (By Sie Komsos).

Perayaan Ekaristi Minggu 11 Oktober 2020

 

Perayaan Ekaristi pada Minggu, 11 Oktober 2020 di Gereja Keluarga Kudus Paroki Rawamangun dihadiri oleh kurang dari 100 orang umat. Berbeda dari minggu sebelumnya, sehingga terlihat kursi yang masih kosong dalam gereja terutama pada barisan bangku umat yang berkendara motor dan berjalan kaki. Walaupun begitu, petugas selalu mengedepankan protokol kesehatan untuk dijalankan oleh para umat dan juga petugas. Serta peraturan lebih ketat yaitu menutup gerbang masuk setelah waktu misa dimulai, pelaksanaan ketat ini telah memasuki dua minggu  yang telah dilaksanakan oleh Tim Gugus Kendali Covid-19. Misa minggu ini dipimpin oleh Romo Fransiskus Asisi Eko Hadinugroho, MSF dan didampingi oleh Romo Yulius Edyanto, MSF bersama Romo Ignatius Fadjar Himawan, MSF.

Dalam homili yang disampaikan oleh Romo Edy, MSF, bacaan Injil Matius 22:1-14 ditekankan pada Banyak yang Dipanggil tetapi Sedikit yang Dipilih. Di mana menggambarkan Raja sebagai Allah dan perjamuan sebagai Kerajaan Allah. Orang yang menolak untuk hadir dalam perjamuan ialah kaum farisi dan ahli hukum taurat, sehingga perjamuan diumpakan bagaimana kabar Kerajaan Allah disampaikan kepada semua orang. Terdapat dua poin yang dijelaskan lagi oleh Romo Edy, MSF yaitu
1) Kerajaan Allah seperti perjamuan pernikahan dengan suasana kedamaian, kebahagiaan, persaudaraan dan menyatukan semua orang yang datang dalam menjawab panggilan Allah. Allah pun memanggil semua orang dan merindukan seluruh umat berkumpul sebagai umat-Nya. Seperti Allah menjanjikan suasana yang bahagia dan hidup di tanah terjanji dalam naungan Allah, yang menghapus semua air mata orang Israel. Undangan untuk hadir dalam perjamuan, Kerajaan Allah ditujukan pada kita semua.
2) Raja menegur orang yang hadir dengan busana kurang pantas, menggambarkan para umat Yesus yang masih terikat pada manusia lama. Apakah hidup kita sungguh sesuai dengan orang yang hadir ke dalam Kerajaan Allah dan mencerminkan orang yang percaya pada Allah? Kita sungguh hidup sesuai martabat sebagai Umat Allah, di tengah kenyataan konkrit terutama dalam pandemi. Di balik ketakutan dan kekhawatiran, selalu ada harapan akan kebahagiaan dan keamanan jika kita semua hidup sesuai dengan kehadiran dalam pesta perjamuan, yaitu Kerajaan Allah. Tindakan konkret sebagai lambang berpakaian pantas dengan tetap melakukan prokes, menjaga kebersihan diri dan lingkungan hingga berbela rasa bagi orang sekitar dalam situasi yang dihadapi sekarang ini. Agar kita pantas utk hadir dan mau menghadap Allah, perlu menjaga dan menyadari setiap hal melalui sikap, tindakan dan peran kita. Sehingga kita bisa merasakan kebahagiaan, kedamaian dan keselamatan dari Allah sendiri.

Mari kita bersama berusaha selalu siap untuk dipilih Allah menjadi pewarta Kerajaan Allah dengan tetap terus membuat diri pantas sebagai umat yang dikasihi Allah. Berkah Dalem. (By Sie Komsos)

Tetap Mengandalkan Tuhan

 

Pada situasi dan kondisi saat ini memang benar berpikir positif dan ketahanan mental terbukti menjadi faktor yg berperan dalam keberhasilan banyak hal, namun kedua faktor itu hanya mengandalkan diri sendiri. Dalam situasi saat ini yang bisa kita lakukan adalah bertahan dalam kesulitan, bangkit lagi, semangat, jangan menyerah dan membangun motivasi baru. Namun kita juga wajib mengandalkan Tuhan Yesus selain faktor berpikir positif dan ketahanan mental untuk bisa lebih sabar dan bijak dalam menghadapi situasi dalam masa pandemi ini. Biarkan Roh Kudus yang bekerja dalam diri kita untuk menghadapi situasi dan kondisi yang sulit pada saat ini. Sehat selalu dan tetap semangat dalam memuliakan Tuhan. Berkah Dalem. (By Sie Komsos).

Misa Minggu 27 September 2020

 

Sebagai umat Katholik kita sebaiknya mempunyai keutamaan bersikap, tidak hanya diam dan tidak melakukan apa-apa karena hal tersebut pastinya akan membuang waktu dalam hidup kita.

Iman kita yang dilandasi kasih itu yang menjadikan kita tetap bertindak sesuai dengan apa yang diajarkan Tuhan Yesus pada kita.

Tetap mengikuti protokol kesehatan dan tetap semangat dalam berkarya di masa pandemi ini.
Berkah Dalem. (By Sie Komsos)

Minggu Biasa XXV

 

MINGGU BIASA XXV
20 September 2020

Perayaan Ekaristi dpimpin :
Rm. F.A Eko Hadi Nugroho MSF
didampingi :
Rm. Yulius Edyanto MSF

Bacaan Pertama
Yesaya 55: 6-9
Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu

Mazmur Tanggapan
Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepadanya

Bacaan Kedua
Filipi 1:20c – 24,27a
Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan

Alleluya…Alleluya…Alleluya…Alleluya
Bukalah hati kami ya Tuhan, sehingga kami memperhatikan sabda Putra-Mu

Bacaan Injil
Matius 20: 1-16a
Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur

Homili
Allah itu Maha Rahim. Allah adalah pemilik kebun anggur yg bertanggungjawab. Allah melibatkan semua orang tanpa pandang bulu, karena Allah ingin semua orang berbuat sesuatu, sehingga tidak terjadi kekurangan kebutuhan hidupnya.

Refleksi
Bagi Anda yg mempunyai kelebihan/ kemampuan, bagaimana belarasa Anda kepada sesama yang membutuhkan?

Perutusan
Mari pergi, kita diutus. Amin

(By Sie Komsos)

 

Misa Minggu 13 September 2020

 

Umat  Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun pada  Minggu, 13 September 2020 yang mengikuti Perayaan Ekaristi Mingguan secara langsung telah mengikuti aturan baru. Aturan baru yang diterapkan selama tiga minggu tetap mendapat respon positif dari umat dengan kehadiran sesuai kuota yang tersedia. Selain dua wilayah yang bertugas yaitu Wilayah Petrus dan Matheus, umat di luar dua wilayah ini pun sudah bisa mengikuti misa sesuai kuota yang masih tersedia dari penetapan Gugus Tugas Kendali Paroki Rawamangun. Pada proses kedatangan yang tetap menjalankan protokol kesehatan, umat tidak menyia-nyiakan kuota yang tersedia. Parkiran mobil dan motor dipenuhi oleh kendaraan dari umat yang menghadiri Perayaan Ekaristi Mingguan ini. Gugus Tugas Kendali pun mendesain aturan tempat duduk dengan memberi jarak 1 baris kursi kosong. Hal ini membuat para umat yang menghadiri perayaan dengan penuh khidmat dan merasa nyaman dari pemberian jarak yang sesuai dengan protokol kesehatan selama menjalani Perayaan Ekaristi Mingguan.
Setelah pemberitahuan protokol kesehatan dilaksanakan, tepat pukul 09.00 WIB Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Yulius Edyanto, MSF dan didampingi oleh Romo F.A. Eko Hadi Nugroho, MSF pun dimulai. Lewat homili yang dibawakan oleh Romo F.A. Eko Hadi Nugroho, MSF kita semua diingatkan mengenai pengampunan terhadap sesama sebagai wujud kasih. Injil Matius 18:21-35 yang menjadi dasar dari homili minggu ini, mengingatkan untuk bisa mengampuni tiada batas seperti kasih Allah yang juga tiada henti kita alami. Pengampunan yang kita berikan baik bagi sendiri maupun orang lain pun memperbaiki hubungan kita dengan Allah, Tuhan kita. Sebab pengampunan berarti juga suatu proses untuk kita disembuhkan hubungannya dengan orang lain walau tidak bisa mengubah masa lalu kita. Jika kita membatasi diri dalam pengampunan, sebenarnya kita membawa beban dan berpikir bahwa kita bisa membawanya tanpa bantuan Tuhan. Padahal beban menutup kasih dan pertolongan Tuhan serta diajak selalu menjadi manusia yang bahagia dan sempurna. Seperti Allah yang sempurna dan penuh kasih, kita diajak menjadi sempurna, bersuka cita dan selalu penuh kasih serta mendapat buah-buah pengampunan. Melalui Roh Allah yang ada pada kita, kita diharapkan bisa menghadirkan kasih Allah dengan pengampunan dan penuh khidmat menjalani kehendak-Nya dalam hidup kita sehari- hari.
Mari kita bersama menjadi perpanjangan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam situasi penerapan PSBB di Jakarta. Agar kita bisa mengendalikan diri dan peduli dengan kesehatan serta keselamatan orang di sekeliling kita, sehingga bisa menimimalisasi penyebaran pandemi Covid-19. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (By Sie Komsos)

Rasa Tanggung Jawab dalam Organisasi atau Komunitas.

 

Kita ini tidak pernah luput dari kesalahan, karena kita tidak pernah sempurna dimata Tuhan. Kita dalam kehidupan menggeraja sangatlah baik terlibat dan aktif dalam organisasi atau komunitas yang ada.
Tetapi perlu diingat, jika harus terlibat dalam organisasi atau komunitas yang sehat, yang dimana anggotanya memiliki pemikiran yang luas, mau membantu mengkoreksi kesalahan yang dibuat anggota tanpa ada maksud negatif dan hanya untuk kemajuan bersama.
Sebagai anggota organisasi dan komunitas kita bertanggung jawab, apabila ada seseorang diantara kita tersesat sehingga mempengaruhi berjalan nya komunitas atau organisasi kita.
Tanggung jawab tersebut bersama-sama kita laksanakan untuk mengembalikan anggota yang tersesat dalam komunitas atau organisasi kita agar tetap di jalan Tuhan.
Selamat berkarya di ladang Tuhan dan tetap semangat untuk memuliakan Tuhan 🙏🏻😇💪🏻
Berkah Dalem 🙏🏼😇 (By Sie Komsos).

Pengumuman Pemenang Lomba Virtual Choir dan Meja Doa

 

Panitia Pesta Emas GKKR dan Romo paroki mengucapkan terima kasih atas keterlibatan umat dalam Lomba Online : Virtual Choir dan Hias Meja Doa yg diselenggarakan bulan Juli kemarin.

Berikut kami sampaikan hasil keputusan Romo Paroki sebagai dewan juri untuk pemenang Lomba Virtual Choir :

a. Juara 1:  Fidelis Choir
b. Juara 2:  Quintali Family
c. Juara 3:  Elisabeth Youth Choir.

Sementara 7 peserta lain ( St. Angela Voice Enam, Emmanuel Children Voice, WKRI Choir, St. Carolina Cip. Baru, St. Maria Immaculata, Wilayah Paulus, Toni’s Family ) yg telah mengirimkan video, akan mendapat hadiah hiburan.

Untuk Pemenang Lomba Meja Doa :
a. Rusmiyanto : Lingkungan Santo Fransiscus Asisi.
b. Samuel Maruli : Lingkungan St. Antonius Padua.
c. Dedi : Santa Bernadette  Pegambiran Tenggiri.

Semua pengambilan hadiah untuk kedua lomba di atas, dapat diambil di Sekretariat Paroki mulai hari Rabu tanggal 9 September 2020, pada jam kerja.

Tetap Setia Mengikuti Yesus

 

Bacaan Pertama
Kitab Yeremia 20 : 7-9
Firman Tuhan telah menjadi cela dan cemooh bagi-Ku sepanjang hari

🎼 Mazmur
Jiwaku haus akan Dikau, ya Tuhan, Allahku

Bacaan Kedua
Roma 12 : 1- 2
Persembahkanlah tubuhmu
sebagai persembahan yang hidup

Alleluya…Alleluya…Alleluya….
Allah Tuhan kita Yesus Kristus menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yg terkandung dalam panggilan-Nya

Bacaan Injil
Matius 16 : 21 – 27
Siapa pun yang mau mengikutii Aku, ia harus menyangkal dirinya

Homili
Nubuat Tuhan Yesus yang pertama yaitu tentang penderitaan-Nya dan akan dialami-Nya, dan juga akan dialami oleh para murid-Nya

Refleksi
Maukah kita tetap bertahan dalam iman, ketika kita berada di dalam penderitaan hidup? namun ini memang tidak mudah, tapi maukah kita kembali kepada Tuhan Yesus?

Perutusan
Mari pergi, kita diutus. Amin

SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT BERIBADAH, SEHAT SELALU DAN TETAP SEMANGAT

(By Sie Komsos)

Perayaan Ekaristi Minggu 23 Agustus 2020

 

Perayaan Ekaristi minggu ini, 23 Agustus 2020 merupakan misa secara langsung di gereja yang keenam kalinya sejak dibukanya gereja kembali. Dengan kesiapan dan antusias para petugas yang telah siap berada pada titik yang telah ditentukan sejak satu jam sebelum misa dimulai, membuat protokol kesehatan terjamin pelaksanaannya. Umat Paroki Rawamangun pun berdatangan dari tiga pintu masuk yaitu pintu masuk sepeda motor dan pejalan kaki yang berada di sisi depan gereja, serta pintu masuk mobil yang berada di samping menuju parkir di depan Aula Bethlehem. Pendampingan dan petunjuk dari para petugas, memberikan arahan para umat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan pemberian hand sanitizer setelah menaruh kolekte pada kotak yang tersedia hingga sebelum penerimaan Tubuh Kristus.

Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 09.00 WIB yang dipimpin oleh Rm. Ignasius Fajar Himawan, MSF serta didampingi oleh Rm. Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho, MSF dan Rm. Yulius Edyanto, MSF. Perkiraan umat Paroki Rawamangun yang hadir kurang lebih 50 orang, ditambah dengan para petugas ATK, penyanyi, organis dan lainnya sekitar 20 orang dari Wilayah Yohanes dan Wilayah Theresia. Pelaksanaan perayaan ekaristi pun berjalan dengan khusuk dan tetap menjalankan protokol kesehatan. Pada homili yang dibawakan oleh Rm. F.A. Eko Hadi Nugroho, MSF menceritakan dengan perumpaan dari pandangan seorang anak melihat siapakah Tuhan Yesus, yang juga merupakan penyampaian Injil Matius 16:13-20, ketika Simon Petrus menjawab pertanyaan dari Yesus sendiri, “Siapakah Aku ini?” Baik dari jawaban anak kecil dan Rasul Petrus yang melihat Yesus sebagai sahabat dan Mesias, merupakan jawaban yang berasal dari pengenalan mendalam akan Tuhan dari representasi orang di sekitar hingga alam yang begitu indah. Kunci Kerajaan Surga yang diberikan Yesus kepada Rasul Petrus ialah simbol bagaimana cara kita bisa menuju surga dengan pengenalan akan Yesus sebagai jalan hidup dan kebenaran hingga akhirnya kita bisa tetap berada dalam kawanan penggembalaan-Nya bersama.

Dari situ juga, pada akhir Perayaan Ekaristi, Rm. Yulius Edyanto, MSF menyampaikan adanya penerapan kuota terbaru pada misa selanjutnya. Di mana pendaftaran wilayah yang diizinkan akan diprioritaskan sampai hari Rabu setiap minggunya dan dari luar wilayah dibuka hingga waktu sebelum misa dilaksanakan pada minggu tersebut. Keputusan ini diambil dari evaluasi selama enam kali Perayaan Ekaristi dilaksanakan, yang terlihat Umat Paroki Rawamangun belum mencapai kuota minimal kehadiran yang diizinkan. Sehingga dengan keputusan terbaru ini memberikan kesempatan lebih banyak bagi umat walaupun bukan berasal dari wilayah yang diizinkan. Namun tetap harus sudah mendaftar dan terdaftar dalam sistem Belarasa Paroki Rawamangun.

Semoga dengan kesempatan yang lebih ini dapat membuat Umat Paroki Rawamangun juga lebih mengenal Tuhan, terutama dari Perayaan Ekaristi secara lansgung di gereja. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (By Sie Komsos)

Hari Raya Maria diangkat ke Surga

 

Di Indonesia hari ini kita merayakan hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga dan di dunia dirayakan setiap pada tanggal 15 Agustus. Kalau hari ini kita merayakan Maria diangkat ke Surga maka kitapun merayakan masa depan kita. Masa depan kita adalah mahkota yang diberikan Allah pada kita semua. Semua orang diutus bertanding hingga garis akhir. Setiap orang yang bisa menyelesaikan pertandingan pada garis akhir maka Allah telah menyediakan mahkota itu. Mahkota atau hadiah yang Allah sediakan bagi semua orang yang merindukan. Bertanding menghadirkan karya kasih Allah pada semua orang. (By Sie Komsos)

Misa Ke-3 dalam Pandemi Covid-19

 

Bacaan Pertama
1 Raj 19:9a, 11-13a
Tuhan lewat, lalu angin kuat membelah gunung-gunung

🎼 Mazmur Tanggapan
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, Ya Tuhan dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.

Bacaan Kedua
Rm. 9 : 1-5
Pilihan atas Israel

Alleluya…Alleluya…Alleluya….
Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti dan aku mengharapkan FirmanNya

Bacaan Injil
Mat 14 : 22-33
Tenanglah! Aku ini, Jangan Takut!

Homili
Tuhan Yesus tidak hanya mewartakan datangnya Kerajaan Allah, tetapi juga mewujudkan Kerajaan Allah itu juga dalam karya-karyaNya. Yesus mau kita percaya kepadaNya dan hanya berpegang kepadaNya. Pada masa sulit ini (banyak pengangguran, banyak yang tiba-tiba kehilangan segalanya) lebih banyak yang berpaling pada hal yang diluar jalan Tuhan dengan alasan sudah memohon sudah berharap tetapi tidak ada perubahan, tetapi percayalah bahwa kasih Tuhan selamanya dan tidak pernah meninggalkan kita.

Refleksi
Maukah kita tetap bertahan dalam iman, ketika kita berada di dalam penderitaan hidup? Percayalah bahwa kasih Tuhan selamanya dan tidak pernah meninggalkan kita.

Perutusan
Mari pergi, anda dan saya diutus. Amin

(By Sie Komsos)

 

Misa Ke-2 dalam masa Pandemi Covid-19

 

MISA MINGGU BIASA XVIII
GEREJA KELUARGA KUDUS, PAROKI RAWAMANGUN

Minggu, 2 Agustus 2020
Pk. 09.00 WIB

Perayaan Ekaristi dipimpin : Rm. Fajar Himawan MSF
Didampingi :
Rm. Yulius Edyanto MSF
Rm.F.A Eko Hadi Nugroho MSF

Bacaan Pertama :
Yesaya 55:1-3
Bacaan Kedua :
Roma 8 :35, 37-39
Bacaan Injil :
Matius 14 :13-21

Homili
Yesaya 55: 1-3
Oleh karena kasih setia Tuhan, maka Allah mengasihi kita.

Roma 8: 35, 37-39
Tidak ada mahluk yang dpt memisahkan Kasih Kristus terhadap mahluk ciptaan-Nya.

Matius 14: 13-21
Tergeraklah hati Yesus oleh karena belas kasihan, Yesus memberi makan kira-kira kepada 5000 orang pria, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Renungan
Kita diajak Yesus untuk berbelas kasih dengan rela hati kepada sesama, supaya cinta kasih Allah selalu hadir di tengah setiap kehidupan kita.

Bersyukurlah kepada Tuhan apa yang kita miliki. Berbagilah kepada sesama yang membutuhkan sekecil apapun serta melibatkan Allah sehingga tidak terjadi kekurangan.

Perutusan
Mari pergi, kita diutus!

(By Sie Komsos)

Pengumuman Pemenang Doorprize Pesta Emas Rawamangun

 

Anda yang beruntung di doorpize perayaan misa HUT Pesta Emas Paroki Rawamangun

Pemenang Doorprize (Umat yang hadir ke Gereja)

Pemenang Doorprize (Umat Live Streaming)

 

Syarat-syarat pengambilan doorprize :

1. Waktu penukaran doorprize adalah dimulai tanggal 3-8 Agustus 2020.

Ditukarkan di sekretariat paroki pada saat jam kerja hari Senin – Sabtu :
Senin- Kamis pukul 08.00 -15.00
Jumat-Sabtu pukul 08.00-14.00
Dengan Pak Slamet, Ibu Rensi atau Ibu Ayu.

2. Umat yang akan menukarkan doorprize harus menunjukkan salah satu bukti yaitu kartu undangan dari panitia atau undangan virtual misa voucher di mana ada nomor belarasa.

3. Penukaran doorprize untuk pemenang meja altar dari Live Streaming, cukup menyebutkan nama, no HP dan Lingkungan kepada petugas sekretariat.

Salam
Panitia Emas GKK

(By Sie. Komsos)

 

Misa Hari Ulang Tahun Emas Paroki Rawamangun

 

MISA HARI ULANG TAHUN EMAS PAROKI RAWAMANGUN

Dalam masa pandemik covid-19 dgn protokol kesehatan, Puji Tuhan Gereja Katolik Keluarga Kudus Paroki Rawamangun, telah menyelenggarakan kembali Perayaan Ekaristi Perdana dalam rangka Pesta Emas, Hari Ulang TAHUN ke-50, Minggu 26 Juli 2020.

 

Tema : Semakin Beriman Semakin Terbuka
Perayaan Ekaristi dipimpin: Rm. Yulius Edyanto MSF
didampingi : Rm. Ignatius Fajar Himawan MSF dan. Rm. Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho MSF

 

Bacaan I : 1 Raja-raja 3 :5, 7-12
Bacaan II: Roma 8 : 28-30
I n j i l. : Matius 13 :  44-46

Ucapan selamat dari berbagai kelompok dan dari pribadi/sahabat. Demikian pula ucapan Selamat HUT EMAS dari yang mulia Bapak Ignatius Kardinal Suharyo, Keuskupan Agung Jakarta

Pemotongan tumpeng sebagai pelengkap Pesta Emas juga ikut memeriahkan hari bahagia ini.

 

Adapun susunan panitia Hari Ulang Tahun Emas Paroki Rawamangun adalah
Penanggung Jawab : Romo Yulius Edyanto, MSF
Penasehat : Romo Fajar Himawan, MSF; Romo Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho, MSF; Dewan Paroki Harian
Ketua Umum : Oktavianus Hadi Widjaja
Wakil Ketua Bidang Liturgi : Martinus Tagor Sinaga
Wakil Ketua Bidang Acara : Agus Gunawan
Sekretaris : Antonius Waruju Wicaksono
Bendahara Bidang Liturgi : Melinda Tanoto
Bendahara Bidang Acara : Christine Wahyudi
Seksi Acara Puncak : Emanuel Iryadi
Seksi Bakti Sosial Kesehatan : Grace Sancaya
Seksi Makan Siang Natal : Lusi
Seksi Jalan Sehat Keluarga : Handoyo
Seksi Porseni : Vano
Seksi Konsumsi : Paulina Inamorata
Seksi Perlengkapan : Kam Widyatmaka
Seksi Dana : Josaphat Langgeng, Novi Josephine, Eka Santi, Luky Hera
Seksi Dekorasi : Michael Sapta Kartika
Seksi Dokumentasi (Membuat kalender dan Buku Kenangan 50 thn) : Diana Tri Rahayu, Irwin Wijaya, Servatius Setiabudi Gunawan
Seksi Keamanan : Sumarjono

PERAYAAN AKAN USIA ADALAH SEBUAH PENANDA
SEBUAH PENGINGAT APA YANG SUDAH LEWAT, DAN APA YANG AKAN DATANG

50 TAHUN SUDAH PERJALANAN KEBERSAMAAN DALAM PELAYANAN

SELAMAT ULANG TAHUN EMAS GEREJA KELUARGA KUDUS PAROKI RAWAMANGUN….TERUS MENDAYUNG BAHTERA BERSAMA-SAMA

(By Seksi KOMSOS)

Bansos 9 Mei 2020

 

Pandemi Covid-19 memiliki dampak psoitif, seperti ajakan Uskup Ignatius Kardinal Suharyo untuk bisa saling mendukung sesama di sekitar. Paroki Rawamangun mengambil peran dalam memberikan bantuan sosial. Kegiatan Bantuan Sosial dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2020 lalu dengan susunan acara pembagian bantuan karitatif dan bantuan bagi yang terdampak pandemi covid-19 Acara yang merupakan kolaborasi selain Seksi PSE, terdapat Seksi HAAK, DPH dan Romo yang membantu dalam persiapan dan pelaksanaannya, serta Seksi Komsos Paroki Rawamangun. Dalam rangka membantu para penerima bantuan dalam kondisi ini, modifikasi bantuan dilakukan dengan memberikan uang tunai sebesar Rp200.000,- dan sembako sebesar Rp150.000,-. Paket bantuan yang dipersiapkan dan dibagikan sebanyak 700 paket lebih.

Penerima bantuan sosial pun tidak saja dari Umat Paroki Rawamangun tetapi juga para warga dalam lingkup Gereja Keluarga Kudus. Dengan kata lain, bukan saja umat Katolik, melainkan umat agama lain di sekitar jangkauan umat Paroki Rawamangun. Pelaksanaan kegiatan bantuan sosial terdiri dari dua waktu yang berbeda yaitu untuk bantuan karitatif dan umat yang terkena dampak pembagian dilakukan pada pagi hari di ruang Martinus. Bagi warga sekitar dibagikan pada siang hari dengan dikirim ke beberapa lokasi secara langsung.

Dimana Bansos dibagikan dilokasi:
1. Pisangan

2. Jl. Daksinapati Tenggara

3. Perhubungan Tawes

4. Cipinang Kepolisian

5. Cipinang Muara

6. Gading Raya

7. Prumpung

8. FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat)

9. Masyarakat Sekitar Gereja


Kegiatan bantuan sosial sendiri dimulai pk. 09.00 WIB hingga 15.30 WIB dengan tetap berusaha menjaga jarak bagi semua panitia dan peserta penerima bantuan sosial. Semoga pandemi virus corona dapat segera menghilang dan kegiatan seluruh masyarakat dapat berjalan normal dengan cara yang baru. Tetap jaga kesehatan, tetap di rumah dan Tuhan memberkati. (By Sie Komsos).

 

Paskah yang Nyata

 

Kita berharap semoga Kristus yang bangkit menjadi kekuatan bagi kita untuk terus melangkah maju penuh harapan akan masa depan yang lebih baik.

Perayaan Paskah selalu ditandai dengan lilin Paskah dan pada setiap lilin Paskah selalu ditulis tahun ketika Paskah itu dirayakan. Oleh karena itu, yang tertulis pada lilin Paskah ini adalah tahun 2020. Pesannya jelas yaitu agar perayaan Paskah terus berarti, bermakna dan relevan khususnya pada tahun ketika Paskah itu dirayakan. Sebab dari itu, kita bisa bertanya apa relevansi perayaan Paskah pada masa kita umat manusia pada umumnya dan bangsa Indonesia pada khususnya sedang mengalami pandemi wabah virus Corona 19 ini.
Jawaban atas pertanyaan ini dapat kita berikan kalau kita tahu apa yang menyebabkan merebaknya wabah ini. Ada berbagai pendapat yang berbeda-beda, salah satu pendapat yang menarik disampaikan dengan sangat hati-hati, masuk akal budi kita dan juga akal iman kita. Pendapatnya begini, bisa jadi wabah adalah reaksi natural atas kesalahan manusia secara kolektif terhadap alam. Dalam bahasa iman, antara lain disebabkan oleh dosa ekologis. Yang dimaksudkan kira-kira begini, wabah muncul karena manusia telah merusak tatanan dan harmoni alam. Perusakan alam itu membuat alam tidak seimbang lagi dan ini mempunyai akibat yang sangat luas dan beragam. Misalnya, pemanasan bumi, perubahan iklim, polusi yang mengotori semua elemen alam di darat di laut maupun di udara dan munculnya berbagai macam penyakit baru. Ketidakseimbangan alam ini membuat tubuh manusia tidak seimbang pula, imunitas melemah sehingga manusia menjadi rentan terhadap wabah. Seharusnya alam memiliki caranya sendiri untuk meredam wabah, tetapi ketika nafsu keserakahan dan kesombongan manusia telah merusak alam, wabah tidak terbendung.
Mengenai keserakahan manusia ini, Paus Fransiskus mengatakan, dengan keserakahannya manusia mau menggantikan tempat Allah dan dengan demikian akhirnya membangkitkan pemberontakan alam. Kita semua terlibat di dalam dosa terhadap harmoni alam yang telah diciptakan oleh Allah sebagai semua baik dan amat baik adanya. Itulah yang disebut sekali lagi dosa ekologis. Wabah menurut pendapat ini adalah isyarat alamiah bahwa manusia telah mengingkari jati dirinya sebagai citra Allah, yang bertugas untuk menjaga harmoni alam bukan merusaknya. Wabah menyadarkan bahwa manusia adalah ciptaan yang rapuh yang tidak mungkin bertahan jika alam ciptaan lainnya dihancurkan.

Kita bersyukur karena di tengah-tengah pandemi wabah virus Corona 19 ini, kita menyaksikan kerelaan berkorban solidaritas yang dahsyat dalam berbagai macam bentuknya. Dalam bahasa Iman, tumbuhnya kerelaan berkorban dan tumbuhnya solidaritas adalah Paskah yang nyata. Semoga semua yang baik tidak berhenti ketika nanti wabah ini lewat, tetapi kita juga masih berharap bahkan dituntut untuk merayakan Paskah yang lain yakni Paskah ekologis. Ketika kita dibebaskan dari dosa ekologi, kolektif maupun pribadi. Dibebaskan dari sikap tidak peduli terhadap alam atau bahkan nafsu merusak alam dan dianugerahkan kepada kita kekuatan untuk terus mewujudkan Paskah ekologis itu. Memulihkan alam yang rusak, merawat dan menjaganya sebagai ibu bumi rahim kehidupanb yang sejahtera. Selamat Paskah dan moga-moga Tuhan yang bangkit menguatkan kita dalam niat-niat baik kita.

Marilah kita senantiasa menghidupkan Paskah secara nyata, selama masa pandemi dan selama-lamanya dengan peduli alam sekitar dan tetap bersikap rela berkorban terhadap sesama.

Selamat Paskah 2020, Tuhan selalu memberkati kita dan sehat selalu. (By Sie Komsos)

Paskah sebagai Ingatan Bersama

 

Selamat Paskah bagi kita semua dan semoga kita yang merayakan Paskah ini dianugrahkan buah-buah kebangkitan NYA. Kita yang mengimani Yesus Kristus akan dipulihkan dan dibebaskan dari belenggu dosa dan kejahatan di dunia ini. Sehingga makna dari Paskah adalah pembebasan dan pembaharuan.
Semua peristiwa sejarah di Indonesia seperti Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi dan Pancasila sebagai dasar negara adalah karya Agung Tuhan agar kita semakin terikat satu sama lain sebagai satu bangsa yang kokoh. Oleh sebab itu marilah kita bersama-sama seperti pada masa lalu kita bersatu untuk memenangkan permasalahan covid 19 pada saat ini. Bukan hanya tim medis yang harus bersatu tetapi kita semua sebagai satu bangsa. Sekali lagi Selamat Paskah untuk kita semua dan sehat selalu. Berkah Dalem. (By Sie Komsos)

Keagungan Kasih Tuhan dalam ketidakpastian situasi dan kondisi saat ini

 

Mengambil dari homili Kardinal, diawali dengan pengantar “Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita, Yesus Kristus”. Kalau kita teliti menyimaknya, sebetulnya yang kita dengarkan bukan pertama-tama kisah sengsara tetapi kisah Keagungan Kasih Tuhan. Oleh karena itu hari ini tidak disebut Jumat sengsara tetapi Jumat Agung. Di dalam kisah tadi tidak ada peristiwa yang diceritakan Yesus ditangkap seperti seorang pesakitan. Yang diceriterakan adalah Yesus menyerahkan diri. Ketika dihina, ditampar, Dia hanya diam, seolah-olah bertanya kepada kita siapa yang lebih bermartabat, yang melakukan kekerasan atau yang diperlakukan tidak adil? Dan lagi ketika Ia wafat, Ia berkata, “Sudah selesai”. Apa yang selesai? Yang selesai adalah tugas perutusan-Nya, menyatakan bahwa Allah adalah Kasih. Kita selalu ingat akan kata-kata Yesus, “Makananku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya”. Atau Sabda lain, ketika Yesus berkata “Tiada Kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”. Sambil berharap untuk menerima buah-buah penebusan secara melimpah, marilah kita haturkan doa-doa kita.

Kardinal sungguh mengajak umat-Nya meneladan Tuhan kita, terutama dalam keadaan sekarang untuk bisa lebih mengasihi sesama. Dalam tahun keadilan pun, Kardinal mengajak agar umat mampu bersikap adil bagi sesama sebagai lambang kasih nyata seperti teladan Yesus. Tidak lupa juga kita diajak untuk berdoa sambil berharap pada Allah untuk menebus dosa kita dan memberikan jalan yang terbaik dari situasi ini. (By Sie Komsos).