Abadikan Momen Berhikmat untuk Menghasilkan Foto Bermartabat

 

Seksi Komunikasi Sosial Paroki Keluarga Kudus, Rawamangun mengadakan kelas fotografi dengan para pembicara yang merupakan fotografer profesional. Kelas fotografi dari Seksi Komunikasi Sosial  dimulai pukul 10.20 pada Minggu, 24 Februari 2019 di ruang Martinus dan dibuka oleh sambutan Romo Yulius Edyanto, MSF. Selaku romo moderator, Romo Edy mendukung kegiatan dari Seksi Komsos sebagai pembawa kabar sukacita, perdamaian dan kasih baik kepada para umat paroki maupun warga sekitar. Melalui kelas fotografi ini pun, Romo Edy berharap semakin banyak umat paroki yang mengambil peran sebagai pembawa sukacita melalui Seksi Komsos ini dan aktif pada kegiatan lainnya.

Koordinator Seksi Komsos, Sdri. Diana Tri Rahayu memberikan penjelasan mengenai apa itu Seksi Komsos, siapa saja anggotanya, tanggung jawab dan aktivitas liputan acara yang pernah dilakukan seksi yang dikoordinasinya bersama team komsos lainnya sering berkegiatan untuk meliput berbagai acara gereja, baik ditingkat Paroki ataupun di Keuskupan dan juga yang berhubungan dengan masyarakat sekitar. Kegiatan peliputan sudah memiliki standar operasi yang bisa diikuti oleh setiap orang yang ingin acaranya diliput oleh Seksi Komsos. Serta beliau menunjukkan berbagai hasil liputan yang juga merupakan hasil dari para pembicara. Sehingga harapannya seluruh peserta yang hadir bisa ikut berpartisipasi menjadi anggota seksi komunikasi sosial sambil menerapkan ilmu fotografi yang didapat dari kelas yang diadakan. Silahkan untuk dapat ikut terlibat aktif melayani Tuhan dan bergabung di Seksi Komsos, sesuai dengan slogan Seksi Komsos yang berbunyi “Kerendahan Hati Dalam Setiap Pelayanan”

Para pembicara yang juga fotografer profesional pada kelas fotografi ini terdiri dari Sdr. Servatius Setiabudi Gunawan, Sdr. Dr. Albertus Sutadi, Sdr. Franz S. Gunawan (Oyek), Sdr. Sandy Winata dan Sdr. Antonius Irianto Luangkaly. Para pembicara juga aktif untuk meliput kegiatan yang diadakan oleh Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun, Keuskupan Agung Jakarta dan lingkungan sekitar. Para peserta yang hadir berjumlah 50 orang sangat antusias dengan materi yang dibawakan oleh para pembicara sebab materinya dijelaskan dengan metode yang  menarik. Hampir seluruh peserta membawa kamera baik DSLR, mirrorless ataupun kamera dari smartphone. Selain melalui presentasi, Sdr. Budi juga dibantu oleh Sdr. Sutadi menjelaskan materi menggunakan kamera yang terhubung ke layar televisi berukuran 50 inchi, sehingga para peserta menjadi lebih mengerti dengan materi yang disampaikan. Materi yang diberikan berupa materi dasar  yaitu segitiga fotografi yang terdiri dari penjelasan mengenai Apperture, Shooter Speed dan ISO. Sdr. Budi membawa kamera produk lama yang berfungsi sebagai alat peraga sehingga informasi yang disampaikan sangat jelas kepada para peserta.

Selain materi tadi, Sdr. Budi menjelaskan berbagai tipe kamera dan beberapa teknik pengambilan gambar seperti Panning, Movement, Freeze dan Bulb. Setelah penyampaian materi, para pembicara mengajak para peserta untuk bisa mempraktekkan langsung materi yang disampaikan. Tidak hanya bagi pengguna kamera, melainkan para peserta dapat menggunakan kamera handphone nya karena tidak dipungkiri teknologi sangat berkembang pesat.  Bahkan dengan memiliki kamera handphone sudah bisa mengambil gambar sesuai teknik yang dijelaskan dan hasilnya seperti para fotografer profesional. Para peserta sangat antusias dengan praktek dengan kamera masing- masing yang dibantu oleh model foto yang rela berpanas- panasan dan mengulang gerakan berkali- kali.

Sesi tanya jawab pun dibanjiri oleh antusias para peserta dengan menanyakan berbagai hal seputar fotografi dan para pembicara pun menjawab serta membagikan berbagai pengalaman saat meliput atau beraktivitas di dunia fotografi. Materi yang terakhir diberikan yaitu mengenai komposisi pengambilan gambar, terdiri dari Rule of Third, Golden Ratio, serta sudut pengambilan gambar juga dijelaskan. Pada akhir kelas fotografi ini pun memberikan ajakan bahwa dengan berperan aktif di Seksi KOMSOS agar dapat menambah keahlian dalam kemampuan fotografi. Sebab seluruh pembicara mengakui tidak ada habisnya untuk bisa praktek yang menambah pengalaman serta pengetahuan baru dengan kecepatan kemajuan teknologi masa kini.

Jadi, selain pengetahuan yang sudah didapat dari kelas fotografi dengan khidmat dapat menghasilkan foto- foto bermartabat dalam menyampaikan berbagai kabar sukacita, damai dan kasih bagi umat paroki dan masyarakat sekitarnya.

Tertarik untuk dapat melayani Tuhan melalui bidang fotografi? Yuk gabung Bersama Seksi Komsos Paroki dengan langsung menghubungi team kami di nomor 0811678778 dan 0811877948. (By. Seksi KOMSOS).

Pembekalan Motivasional Kepemimpin yang Berhikmat

 

Pada hari Sabtu, 23 Februari 2019, pk. 9.00, sekitar 75 orang menghadiri pembekalan motivasional bertema: “Membangun Hikmat di Dalam Pelayanan dan Kepemimpinan yang Transformatif di Era Milenial”. Pembekalan  dilaksanakan oleh Sie Pelatihan dan Pengkaderan (PEKAD) Gereja Keluarga Kudus Rawamangun. Kegiatan ini  dilaksanakan di aula SMP Tarakanita IV. Para peserta merupakan utusan dari berbagai  seksi Dewan Paroki, ustusan berbagai kelompok kategorial, dan utusan lingkungan/wilayah; berdasarkan keragaman usia mereka meliputi umat senior, dewasa, maupun orang muda.

Pertemuan ini adalah kegaiatan perdana Sie PEKAD yang bertujuan untuk menganimasi, memanggil, dan meneguhkan umat agar bersedia menanggapi panggilan keterlibatan dalam penyelenggaraan tata kelola Gereja Keluarga Kudus pada masa ini dan yang akan datang.  Pada kesempatan ini Sie PEKAD menghadirkan dua nara sumber yakni Rm. Ignatius Fadjar Himawan MSF dan Sdr Octavian Elang Diawan. Rm. Fadjar Himawan  – yang merupakan pastor rekan di Gereja Keluarga Kudus Rawamangun –  memimpin sesi pertama dengan bahasan seputar spiritualitas pelayanan berhikmat. Adapun sesi kedua dipimpin oleh Sdr. Octavian Elang Diawan yang mengangkat pokok bahasan Kecakapan Kepemimpinan Transformasional yang ber-Hikmat.

Pada bagian pertama, Rm. Fadjar Himawan mengajak para peserta untuk memahami makna hikmat dan melakukan evaluasi diri secara tertulis terhadap kualitas hikmat yang ada dalam diri setiap individu. Menurut misionaris yang pernah berkarya selama 12 tahun di Texas ini, hikmat merupakan sifat kodrati manusia sejak manuisa dilahirkan.  Kebijaksanaan diperoleh dengan  cara belajar dari orang lain dan mengolah pengalaman hidup sendiri. Orang bijaksana adalah orang yang mencintai kebenaran, dan para pecinta kebenaran tak pernah merasa diri paling benar. Pribadi bijaksana  menerima diri apa adanya dan hidup pada masa sekarang – tidak terjebak dalam kejayaan masa lalu.

Selain mengupas kebijaksanaan sebgai sebuah konsep diri, Rm. Fadjar juga menyerukan impelementasi aktif tindakan-tindakan bermakna seperti yang selama ini dianjurkan oleh Keuskupan Agung Jakarta, seperti: Kunjungan pada tetangga yang berduka, malaksanakan tata krama sosial,  menghemat penggunaan energi dan air, menjaga kebersihan lingkungan, dan segala perilaku  yang mencerminkan sikap ‘Kita Berhikmat Bangsa Bermartabat’.

Dengan mengutip ayat-ayat indah dalam Kitab Amsal dan Mazmur serta beberapa kitab lain dalam Perjanjian Lama yang termasuk sebagai sastra kebijaksanaan, Rm. Fadjar juga mengajak umat untuk mengenal dasar alkitabiah tentang keutamaan hikmat kebijaksanaan.  Sebab, pada prinsipnya Gereja dibangun dan digerakkan atas kekuatan hikmat kebijaksanaan yang tak lain adalah kehadiran Roh Allah sendiri dalam diri setiap umatnya.

Di akhir pemamaparanya Rm. Fadjar mengajak hadirin untuk membangun semangat pelayanan berdasarkan spiritulaitas keceriaan, pengharapan, positif, dan optimis. Ajakan ini mengacu pada keadaan riil bagaimana Gereja-Gereja di Barat mengalami kemunduran karena menghidupi spiritualitas yang berlawanan dengan yang disebutkan di atas, yakni: spiritualitas kemurungan, menekankan  dosa dan silih dosa.  Dengan menghidupi spiritualitas alternatif  yang serba ceria dan positif diharapkan Gereja akan tumbuh berkembang alih-alih mengalami kemunduruan.  Memang benar yang dikatakan dalam Amsal 17: 22 bahwa : Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Bila umat Gereja Keluarga Kudus mengembangkan spiritualitas ini tentu akan menjadikan Gereja kita sungguh-sungguh menjadi hati Allah di bumi  yang serba menghidupkan dan melegakan semua pihak.

Adapun pada sesi kedua, Sdr. Octavian Elang Diawan  lebih pada membuka kesadaran akan panggilan kepemimpinan Gereja. Sdr. Elang – yang merupakan trainer utusan Tim Karya Parokial,  Keuskupan Agung Jakarta –  menyajikan fakta dinamika Gereja Keuskupan Agung Jakarta yang hadir untuk Kota Jakarta dan sekitarnya. Seperti diketahui Jakarta adalah Indonesia mini dengan dinamika tinggi pada seluruh ranah kehidupan: ideologi, sosial politik, budaya, dan ekonomi. Gereja Keluarga Kudus sebagai bagian Gereja Keuskupan Agung Jakarta hadir sebagai inkarnasi Yesus Kristus bagi masyarakat Jakarta dengan kondisi dinamikanya tersebut.

Dengan mengutip kata-kata seorang  guru kepemimpinan kristiani terkenal bernama DR. John Maxwell, Sdr. Elang mengafirmasi peserta secara berulang: “Untuk membangkitkan suatu bangsa, Tuhan memanggil pemimpin.” Kata-kata berdaya ini merupakan gambaran cara  Yahweh memanggil Abraham, Musa, Gideon, Joshaphat, dan tokoh lain  dalam upaya membawa umat Israel  menemukan tanahnya sendiri yang dijanjikan-Nya. Rupanya umat Israel tidak serta merta begitu saja menemukan tanah terjanji itu, namun mereka juga harus melewati  masa-masa sulit dan situasi yang  pesimistis. Di sinilah Tuhan memanggil seorang dari umat-Nya sebagai pemimpin untuk menegakkan harapan mereka. Cara Tuhan ini  berlangsung secara konsisten hingga jaman sekarang. Dalam koteks Gereja masa kini, maka Tuhan pun memanggil umat  untuk mau menjadi pemimpin guna membawa Gereja yang berziarah di bumi Jakarta menuju tanah terjanji, yakni kehidupan kekal dalam kerahmiman Allah yang mempesona. Tuhan memanggil umat untuk terlibat dalam reksa pastoral evangelisasi, baik  sebagai pengurus lingkungan, pengurus seksi pada Dewan Paroki, atau pengurus kategorial.

Pada kesempatan ini sebuah inspirasi bijak penuh hikmat diceritakan, yakni  tentang seorang Yesuit muda dari Negeri Belanda  yang memulai tugas menabur benih kerajaan Allah pertama di tanah Jawa pada abad  lalu.  Sebelum berangkat ke Hindia Belanda Yesuit muda ini  dengan kesederhanaannya dan kepolosannya mengakui bahwa dirinya bukan orang yang cukup  cerdas untuk memulai sebuah misi di tanah yang sangat asing dan jauh dari Eropa – tanah yang belum pernah dilihat dan diinjaknya.  Tetapi  pemuda ini  percaya sepenuh hati bahwa Allah sendiri yang akan memimpin perjalanan tugasnya. Ia memahami bahwa Allah-lah yang akan melakukan misi itu, bukan dirinya. Lalu karya misi pun dilakukan dengan menghadapi berbagai rintangan yang tidak mudah hingga tahun-tahun berlalu.

Namun apa yang terjadi kini?  Banyak orang mengakui bahwa Jawa Tengah dan Jogjakarta merupakan salah satu wilayah Indonesia yang sangat subur ke-Katolikannya. Sebagai contoh: Mgr. Soegijapranata, Kardinal Julius Darmaatmajda, Bapak Ig. Kasimo, Mgr. Ignatius Suharyo adalah putera-putera terbaik dari wilayah ini. Pembibitan misionaris MSF juga berada di daerah ini. Semua ini terjadi karena ada orang biasa-bisa saja yang menaruh kepercayaannya pada Allah yang luar biasa, orang muda ini  bernama  Rm. Franciscus Georgius Josephus Van Lith. Inilah sang pembuka, inilah sang pemimpin. Inilah role model kepemimpinan Gereja yang tetap relevan di era milenial ini.

Secara umum Sdr. Elang membawa peserta dalam suasana belajar andragogi  yang riang termasuk menggunakan metoda simulasi kepemimpinan guna memudahkan proses penyadaran dan pemahaman panggilan kepemimpinan. Dalam proses tersebut  para peserta melakukan permainan jemput bola dan group building yang meriah dengan tujuan utama internalisasi sikap ‘percaya pada Allah’ seperti yang ditunjukkan Rm. Van Lith.

Salah satu peserta bernama Ibu Erlani berkomentar: “Saya senang dengan sekali dengan pertemuan ini. Ilmunya akan saya bawa untuk dibagikan pada warga yang lain.”

Acara  animasi ini berakhir pada  pk. 13.00 dan ditutup dengan makan siang bersama.

Mari kita bangkitkan roh hikmat kepemimpinan umat untuk Gereja yang bermartabat.
Salam ber-hikmat!  ED, Oleh Sie PEKAD – Sie KOMSOS

 

Sosialisasi dan Simulasi Pemilu 2019 di Paroki Rawamangun

 

Pada hari Minggu, tanggal  16 Februari 2019, bertempat di Aula Bethlehem, Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun, dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi dalam rangka  menyiapkan umat untuk menyambut pemilu 2019. Kegiatan yang diprakarsai oleh Sie HAAK bersama Sie PEKAD dan WKRI ini dihadiri oleh sekitar 190 orang. Pertemuan ini ber-tema:  “Partisipasi Umat Katolik dalam Menyikapi Golput dan Apatisme Politik.” Para hadirin  meliputi pastor kepala Gereja Keluarga Kudus Paroki Rawamangun, para caleg Katolik dari daerah pemilihan Jakarta Timur, umat paroki Rawamangun, serta beberapa umat dari paroki lain.

Pada kesempatan sambutan pembuka, Romo Yulius Edyanto MSF sebagai kepala paroki menyerukan hal pentingnya keterlibatan umat dalam pemilihan umum yang akan diselenggarakan secara serentak pada tanggal 17 April 2019 nanti. Romo Edy menegaskan bahwa keterlibatan dalam pemilihan umum merupakan sebagaian dari perwujudan iman. “Jadi pada tanggal 17 April 2019 nanti umat jangan pergi kemana-mana, jangan dulu ziarah ke Holyland.  Tetapi, Mari kita pergi ke tempat pemungutan suara untuk nyoblos.  Ikut pemilu adalah tanggungjawab iman sebagai warga negara Indonesia. Umat Katolik tak boleh golput!”

Adapun acara utama pertemuan ini adalah pemaparan materi oleh nara sumber, yakni Ibu MM. Restu Hapsari. Narasumber hadir sebagai utusan Komisi HAAK (Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan) Keusukupan Agung Jakarta. Secara prinsip ada tiga  hal yang disampaikan Ibu Restu, yakni dorongan kepada umat untuk terlibat dalam pemilu,  hal teknis terkait dengan siapa yang bisa dipilih,  dan bagaimana menggunakan hak pilih.

Oleh KPU Wilayah Jakarta Timur disebut Dapil (Daerah Pemilihan) 1, dengan demikian umat paroki Rawamangun otomastis termasuk dalam Dapil 1.  Para pemilih dari  paroki ini dan masyarakat Rawamangun secara umum pada waktunya berhak mendapatkan 4  jenis surat suara. Empat jenis surat suara ini masing-masing diperuntukkan untuk memilih presiden dan wakil presiden, memilih DPR RI, memilih DPD,  dan memilih DPRD 1. Guna lebih memudahkan maka setiap karu memiliki warna khusus, yakni: surat suara  untuk memilih presiden dan wakil presiden berwarna abu-abu, surat suara untuk memilih DPR RI berwarna kuning, surat suara untuk memilih DPD berwarna merah, dan surat suara untuk memilih DPRD 1 berwarna biru.

Di samping warna yang berbeda, isi tampilan surat suara juga ternyata juga berbeda.
Di dalam surat suara untuk memilih presiden dan wakil presiden dicantumkan baik nomor urut paslon maupun foto paslon. Demikian pula dalam surat suara untuk memilih DPD, di dalamnya tercantum baik nomor urut calon dan nama calon yang disertai foto calon.

Namun untuk surat suara pemilihan DPR RI,   yang dicantumkan adalah nomor urut calon dan nama calon saja  (tanpa foto calon). Demikian pula dalam surat suara untuk memilih DPRD 1  yang dicantumkan adalah nomor urut calon  dan nama calon saja (tanpa foto calon).

Ibu Restu menambahkan agar umat Katolik Paroki Rawamangun bukan hanya sekedar taat himbauan lalu  pergi ke bilik suara dan mencoblos sesuka hati, namun umat harus bersikap  sebagai pemilih yang cerdas berhikmat. Pemilih yang cerdas akan mempertimbangkan masak-masak siapa yang akan dipilih, karena suara yang diberikan bukan hanya menentukan nasib bangsa dan Gereja untuk sebatas waktu lima  tahun ke depan, namun bahkan bisa seterusnya. Ibu Restu menyarankan agar umat sungguh-sungguh mengenali dan menggali informasi  setiap calon Katolik yang turut berkontentestasi serta mengatur strategi agar umat Katolik berhasil memiliki wakil Katoliknya di Dewan Perwakilan Rakyat. Memiliki wakil Katolik di Dewan Perwakilan tentunya memberi peluang lebih besar  memperjuangkan  aspirasi  Gereja.

Pada kesempatan ini hadir pula para caleg Katolik dari Daerah pemilihan Jakarta Timur. Mereka adalah: William Yani (Caleg DPR RI, PDIP), Valentinus Wahyu Wibowo (Caleg DPR RI, Partai Solidaritas Indonesia), Susana Suryani Sarumaha (Caleg DPD), Maria Chyntia Ricci (Caleg DPRD, Partai Berkarya), Sunaryo Mahdadi (Caleg DPRD, Partai Solidaritas Indonesia).

Kepada para caleg, Ibu Restu juga mengharapkan agar mereka  ber-kontestasi  dengan mengedepankan semangat untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama (bonum comune), bukan karena alasan-alasan pribadi.

Para caleg juga diijinkan untuk memperkenalkan diri secara singkat. Pak Williyam Yani bahkan menggunakan kesempatan kehadirannya ini untuk turut membantu mengedukasi dan menganimasi umat yang hadir.  Pak William Yani yang sudah beberapa periode menjabat sebagai anggota DPR RI ini mengatakan dengan cukup keras: “Pada pemilu yang lalu, jumlah golput terbanyak berdasarkan kelompok agama adalah dari umat Katolik, sehingga pada saat ini jumlah anggota DPR RI maupun DPRD yangt paling sedikit adalah dari umat Katolik. Keadaan ini harus menjadi perhatian kita bersama.”

Acara yang berlangsung lebih kurang 3,5 jam ini sungguh mendapatkan perhatian. Hal ini terbukti dari jumlah hadirin yang nyaris tidak berubah. Acara ini juga dimeriahkan dengan pengundian 70 doorprize dengan hadiah utama  dua buah smartphone dan sebuah rice cooker.

Namun di atas semuanya ini,  yang akan menjadi hadiah terpenting adalah keterlibatan umat pemilih dari Paroki Rawamangun untuk mau datang ke bilik suara pada tanggal 17 April 2019 dan memberikan suaranya secara bijaksana berdasarkan hikmat Allah sebagai partisipasi dalam menciptakan Bangsa Indonesia yang Bermartabat.

Salam Ber-Hikmat untuk Bangsa Bermartabat. By Sie HAAK – Sie KOMSOS

Peringatan Orang Sakit Sedunia ke-27

 

Setiap tahunnya pada tanggal 11 Februari diperingati sebagai Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS). Pada tanggal 11 Februari 2019 ini merupakan peringatan yang ke-27. Paus Fransiskus melalui ayat “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mat.10:8) mengajak untuk semua umat Katolik agar dapat mewartakan Kabar Gembira, melalui karya kasih yang tulus.

Pada hari Orang Sakit Sedunia yang ke-27, yang dirayakan pada 16 Februari 2019 di Paroki Rawamangun, Gereja Keluarga Kudus, banyak orang yang lanjut usia, bahkan sudah duduk di kursi roda, datang dengan antusias dan semangat untuk merayakan Perayaan HOSS ini, walaupun mereka diantar oleh pengantar mereka. Misa dimulai Pukul 08.00 WIB bersama Romo Paroki Rawamangun, dan 1 orang Romo tamu. Misa dipimpin oleh Romo Yohanes Sutrisno, MSF. By Sie. Komsos.

Rapat Dewan Paroki Pleno

 

Paroki Rawamangun mengadakan Rapat Dewan Paroki Pleno pada hari Sabtu, 9 Februari 2019, dipimpin oleh Romo Yulius Edyanto, MSF dan dihadiri oleh Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, Ketua Seksi, Ketua Kategorial beserta masing-masing anggota. Sebagai Panitia Rapat Dewan Paroki Pleno kali ini adalah dari Wilayah Elisabeth.

Rapat kali ini membahas tentang wajah gereja yang ingin dilukis, sebagai berikut:

  1. Gereja yang melayani dengan rendah hati; mengutamakan kasih dan menyapa semua orang,
  2. Gereja yang berani untuk berbenah; berani keluar dari zona aman dan terobosan baru (kegiatan diluar kompleks gereja),
  3. Gereja yang melibatkan orang; bentuk rasa memiliki (melibatkan dan mau terlibat),
  4. Gereja yang inkarnatif: keluar dari benteng dan terlibat dalam dunia (dalam masyarakat); terlibat menjawab permasalahan dalam masyarakat, kerukunan, narkoba, bencana alam,dll
  5. Gereja terbuka: siap bekerja sama dengan semua orang.

Selain itu pembahasan laporan keuangan dan Prokar.

Pada Rapat Pleno kali ini juga diberikan apresiasi kepada 15 Lingkungan, 3 Seksi, dan 1 Kategorial yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik, meliputi:

  1. Tertib Administrasi Keuangan
  2. Pelaporan Form 3 dan Form 4
  3. Update BIDUK secara terus menerus
  4. Merealisasikan Prokar Prioritas yang sesuai dengan ARDAS KAJ.

Berikut ini adalah:

A. Lingkungan

  1. Lingkungan Sta. Monica – Cipinang Prumpung Timur
  2. Lingkungan Sta. Maria Immaculata – Cipinang Muara Utara
  3. Lingkungan St. Gregorius – Cipinang Muara Elok
  4. Lingkungan St. Vincentius – Jatinegera Kaum
  5. Lingkungan Sta. Bernadette – Pegambiran Tenggiri
  6. Lingkungan Sta. Angela – Cipinang Timur
  7. Lingkungan St. Marco – Bali Timur B
  8. Lingkungan St. Franciscus Asisi – Cipinang Kebembem Induk Utara
  9. Lingkungan St. Martinus – Jatinegara Premier
  10. Lingkungan Sta. Christina – Cipinang Prumpung Barat
  11. Lingkungan St. Jose Maria Escriva – Cipinang Jaya Selatan
  12. Lingkungan St. Michael – Rawamangun IV Timur
  13. Lingkungan St. Antonius Padua – Perhubungan Tawes
  14. Lingkungan St. Petrus Claver – Rawamangun III Barat A
  15. Lingkungan St. Yohanes Paulus II – Rawamangun III Barat B

 

B. SEKSI

  1. Seksi Panggilan
  2. Seksi KOMSOS
  3. Seksi HAAK

 

C. Kategorial

  1. Legio Mariae

 

Proficiat kepada Lingkungan, SEKSI, dan Kategorial yang mendapatkan apresiasi, dan yang belum mendapatkan agar lebih bersemangat bekerja diladang Tuhan. Kerendahan Hati dalam setiap Pelayanan. By Sie Komsos.

Semaraknya Perayaan Imlek tahun 2019

 

Perayaan tahun baru Imlek tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, di tahun ini antusias umat lebih besar untuk datang ke gereja merayakan Imlek bersama. Tahun baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama dan berakhir dengan Cap Go Meh tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Tahun 2019, tahun baru Imlek jatuh pada 5 Februari 2019, dimana di Paroki Rawamangun memperingati dengan adanya Misa Khusus Imlek ini. Misa dimulai pukul 08.00 dengan penuhnya umat yang datang ke gereja.

Dekorasi Gereja dan pernak-pernik yang dipasang begitu memukai, seolah-oleh negara China pindah ke Paroki Rawamangun. Nuansa serba merah yang menjadi dress code juga membanjiri Paroki Rawamangun. Seperti yang menjadi kepercayaan orang Tionghoa, bahwa warna merah merupakan warna kemeriahan dan sukacita.

Dalam misa ini juga dipimpin secara konselebrasi oleh empat Romo. Selain itu acara ini dimeriahkan dengan pembagian jeruk dan kue keranjang, serta angpao yang telah diberkati oleh Romo untuk umat yang datang.

Selesai misa, atraksi Barongsai sudah menunggu di halaman gereja. Sungguh meriahnya Imlek tahun ini di Paroki Rawamangun, umat yang tidak merayakan pun ikut hadir menikmati acara tersebut. Gong Xi Fa Chai. By Sie Komsos.

Sosialisasi APP KAJ-2019

 

Tahun 2019 sesuai dengan ARDAS KAJ 2016-2020 “Amalkan Pancasila” dengan tema “Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat”. Untuk itu maka KAJ mengundang untuk hadir pada Sabtu, 2 Februari 2019, di Aula Yohanes, Gereja Katedral untuk Sosialisasi APP 2019. Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh 5 Paroki di Dekenat Pusat, 3 Paroki di Dekenat Utara, 5 Paroki dan 1 Stasi di Dekenat Timur, 2 Paroki di Dekenat Selatan, 8 Paroki di Dekenat Barat, 5 Paroki di Dekenat Bekasi, 5 Paroki di Dekenat Tangerang I, dan 4 Paroki di Dekenat Tangerang II. Acara dapat berjalan dengan lancar. By Sie Komsos.

Kegiatan WKRI DPC Keluarga Kudus Rawamangun

 

Paroki Keluarga Kudus Rawamangun, pada hari Jumat 11 Januari 2019 di Aula Betlehem, Paroki Keluarga Kudus Rawamangun telah melaksanakan Ibadah serta Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 untuk komunitas BKSWKK se-Wilayah Timur II Jakarta. Terdiri dari 11 denominasi gereja dan 1 Perwakilan Wanita Kristen Indonesia (PWKI). BKSWKK singkatan dari Badan Kerjasama Wanita Kristen dan Katolik yang Wanita Katolik RI Cabang Keluarga Kudus Rawamangun menjadi salah 1 anggotanya. Puji Tuhan acara berjalan dengan tertib dan lancar. Dimulai pk. 16.15 Ibadah dipimpin oleh Romo Yulius Edyanto, MSF dan Pendeta Hosea Sudarno dari GKJ Rawamangun. Usai Ibadah, dilanjutkan dengan Perayaan yang diawali dengan menyanyikan lagu Mars BKSWKK, beberapa sambutan dan sajian performance tiap gereja dengan lagu-lagu pujian dalam koor/vocal group serta tarian dan baca puisi. Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Dan perpisahan hadirin terakhir pk.19.15 dengan bersalam salaman diiringi alunan musik keyboard oleh Bapak Ferry Go. Terima kasih atas semua partisipasi pihak-pihak yang terlibat. Berkah Dalem.

By WKRI DPC Keluarga Kudus Rawamangun – Sie. Komsos

Apresiasi peduli sesama untuk tsunami Banten

 

Kasih adalah murah hati, dan peduli, maka umat Paroki Rawamangun bekerja sama dengan remaja Masjid AT-Taufiq berbagi kasih untuk menunjukkan rasa peduli kepada sesama di Banten. Semoga kegiatan ini lebih menjadikan kita berhikmat dan bangsa bermartabat. (By. Sie Komsos).

Kemeriahan perayaan Natal 2018 dengan bapak Walikota Jakarta Timur dan Tahun Baru 2019

 

Damai dan suka cita perayaan atas kelahiran Yesus Kristus, yang dimeriahkan perayaan Natal anak-anak, orang muda dan lansia, serta misa perayaan Natal mendapat kunjungan dari Bapak Walikota Jakarta Timur.

Semoga di tahun 2019, kita semua bisa lebih bekerjasama, lebih kompak, saling menghargai dan saling memahami untuk berkembang lebih baiknya Paroki Rawamangun yang kita cintai. Berkah Dalem. (By Sie. Komsos).

  

Saresehan Liturgi

 

Umat Paroki Rawamangun mengadakan Saresehan Liturgi, mengambil tema “Spiritualitas Pelayanan Liturgi” dengan narasumber Romo RD. Aloysius Susilo Wijoyo pada Sabtu, 8 Desember 2018. (By Sie. Komsos)

Pemenang 10 Foto Terbaik tingkat Keuskupan Agung Jakarta

 

Puji Tuhan atas penghargaan dan kepercayaan sebagai 10 foto terbaik yang diberikan Keuskupan Agung Jakarta kepada kami Paroki Rawamangun. Terimakasih kepada fotografer-fotografer tim Komsos yang selama Tahun Persatuan mendukung dan membantu serta partisipasinya dalam semua kegiatan- kegiatan Gereja di Paroki kami. Selamat berkarya di Tahun Berhikmat, tetap semangat. Berkah Dalem. (By Sie Komsos).

Cara WKRI melestarikan kebudayaan kita

 

Kebudayaan di Indonesia, khususnya di pulau Jawa menggunakan sanggul dalam perayaan adat di pulau Jawa khususnya. Maka WKRI Cabang Paroki Rawamangun mengadakan pelatihan sanggul, agar umat dapat menyanggul sendiri dan untuk melestarikan salah satu kebudayaan Indonesia tersebut. Cantik dan luwes itulah dambaan setiap wanita Indonesia. (By Sie. Komsos)

 

 

Dialog dengan Mgr. Ignatius Suharyo dan Misa Pengurus RT/RW Se-KAJ

 

Dialog dengan Mgr. Ignatius Suharyo dan Misa Pengurus RT/RW se-KAJ pada 20 November 2018 di Gereja St. Andreas Kim Tae Gon, Kelapa Gading. (By Sie. Komsos).

Indahnya Cinta dan Sayang tiada Akhir

 

Saat digereja dulu mengucap janji perkawinan, saling setia satu sama lain. Itulah yang umat Paroki Rawamangun rasakan dalam memperingati Misa Hari Ulang Tahun Perkawinan, 13 Oktober 2018. Indahnya jika dalam keluarga saling mencintai dan saling menyayangi. Indahnya jika keluarga Katolik saling melayani dengan cinta dan sayang. Selamat Hari Ulang Tahun Perkawinan bagi umat Paroki Rawamangun, semoga semangat cinta dan sayang selalu bertumbuh dan tertanam dalam hati dan tercermin dalam perilaku pasangan-pasangan Katolik. (By Sie. Komsos)

Retus dan Inaugurasi KEP Angkatan 21

(By. Sie Komsos)

Berbagi kasih dalam sukacita perayaan Idul Adha

 

Setiap Idul Adha, saudara kita yang beragama Islam menjalankan perintah Agamanya dengan berkurban. Gereja Keluarga Kudus Paroki Rawamangun menyumbang hewan kurban untuk saudara kita tersebut. Selamat Idul Adha 1439H bagi saudara kita yang beragama Islam. (By Sie. Komsos).

Lomba Pemazmur 22 Agustus 2018

 

Paroki Rawamangun mengadakan pelatihan pemazmur, selama kurang lebih 2 mingguan. Untuk mempersiapkan para peserta dalam lomba pemazmur pada tingkat paroki pada 22 Agustus 2018 yang lalu, dimana para peserta pemenang lomba ini akan dipersiapkan untuk mengikuti lomba pada tingkat Dekenat. Sukses untuk para pemenang, dan bermazmurlah terus bagi Tuhan! (By Sie. Komsos)

Sukacita dengan semangat Kebhinnekaan umat Paroki Rawamangun dalam merayakan hari Kemerdekaan ke-73

 

Dengan semangat Kebhinekaan maka dalam menyambut dan merayakan hari kemerdekaan RI yang ke 73 umat Paroki Rawamangun Gereja Keluarga Kudus, mengadakan berberapa acara diantaranya: kelas Beauty Class, Pertandingan Badminton umum, Misa bersama di Paroki Rawamangun, Berbagai pertandingan anak dan dewasa, Seminar Ibu Hamil dan Menyusui dan ditutup dengan ramah tamah di gereja.

Kita Bhinneka, Kita Indonesia Tetap Jaya, NKRI harga mati. Merdeka!!! (By Sie Komsos)