Animal Blessing dan Plant Blessing 5 Oktober 2019

 

Halo Saudara – saudariku yg terkasih …

ADA KABAR GEMBIRA YANG PASTI SUDAH DITUNGGU !!!

Dalam rangka memperingati Hari Santo Pelindung Bagi Hewan dan Lingkungan Hidup, maka akan diadakan acara ”Animal Blessing dan Plant Blessing” pada :

📅 Hari / Tanggal :
Sabtu, 5 OKTOBER 2019

⏰ Jam : 08.00 – selesai

⛪ Tempat : Parkiran Depan Aula Betlehem – Gereja Keluarga Kudus Rawamangun

📢 PENDAFTARAN PESERTA DIBUKA MULAI HARI INI📢

Yuk segera daftarkan hewan peliharaan dan tanaman yang akan menerima berkat. Caranya gampang banget tinggal
SMS/WA ke :

Fifi. : +62818-863-214
Mona : +62813-176-73193

📣 INGET LOH !!! Batas waktu pendaftaran hingga

🗓 2 OKTOBER 2019

📢 Segera sebarkan kabar baik ini kepada seluruh pencinta/penyayang/pemerhati hewan dan tumbuhan …

Ada sesi foto juga lo bersama Romo yg memberkati …💚

Acara ini terselenggara kerjasama
#Sie Lingkungan Hidup
#Sie Liturgi
#Sie Komsos Paroki Rawamangun

🌱🐢🐥🦆🦉🐓🐈🐇🦜🐍🐠

Seminar Kerahiman Ilahi, 10 Agustus 2019

 

Gereja Keluarga Kudus pada Sabtu, 10 Agustus 2019, mengadakan Seminar Kerahiman Ilahi dengan tema Kerahiman Ilahi dalam Doa Bapa Kami. Acara ini dihadiri sekitar 113 peserta dan pembicara Rm. Putranto, Pr (Rm. Uut) dan Ibu Estherina Arianti. Seminar Kerahiman Ilahi terdiri 3 sesi mengenai Doa Bapa Kami sebagai lambang Kerahiman Allah dan mengampuni sehagai ciri Anak Allah. Akhir seminar ditutup dengan Perayaan Ekaristi bersama di Aula Bethelehem yang dipimpin oleh Rm. Uut. Tuhan memberkati. (By Sie. Komsos).

Kegiatan dalam Rangka 17 Agustus 2019

 

Yang Terhormat,

Bapak/Ibu, kaum muda dan anak-anak.

Dalam rangka memeriahkan perayaan HUT RI ke 74, Gereja Keluarga Kudus Rawamangun mengadakan berbagai kegiatan :

1. Misa Kemerdekaan, Jam 05.45 – 06. 30

2. Upacara Bendera. Jam: 06.30 – 07.00

3. Senam. Jam: 07.00 – 07.30

4. Aneka lomba, akan dimulai pukul 07.45 – selesai.

5. Ramah Tamah. Jam:18.30 – selesai.

Akan dimeriahkan dgn berbagai atraksi kesenian dgn bintang tamu IWENG(artis)

Dihadiri juga oleh saudara2 kita dari berbagai lintas agama.

 

Aneka lomba :

Diadakan pada tgl 16 Agustus : CATUR

Tempat: ruang Martinus Jam: 19.00-selesai

Pendaftaran :

Nandes : (0853-1961-3535)

 

Diadakan pada tgl 17 Agustus :

1. Futsal

Tempat: lapangan SMP Tarakanita 4. Jam: 09.00-selesai

Pendaftaran :    Nandes(0853-1961-3535)

2. Lomba Poco – Poco.

–1 group terdiri dari 8 orang.

–Group peserta diperbolehkan gabungan pria dan wanita.

–Diperbolehkan mengkreasi gerakan.

–Lagu yg dipakai adalah lagu Poco Poco World Record MURI.

–Tempat: aula Bethlehem.

–Jam: 09.00-selesai

Pendaftaran:

Tika(0858-7135-0693)

Bu ikke(0815-9654-619)

Rini(0818-0742-1238).

3. Lomba Hias Nasi Goreng untuk para bapak.

Tempat: ruang Martinus.

Jam: 09.00-selesai

Pendaftaran :

Bu Nur(0812-9817-0040)

4. Makan kerupuk

5. Memasukan pensil ke dalam botol

6. Joged balon

7. Hias layang – layang

Untuk lomba no : 4, 5, 6 dan 7 bertempat di halaman gereja dan pendaftaran bisa dilakukan pada saat pelaksanaan lomba.

Semua lomba terbuka untuk umum (umat paroki dan masyarakat umum).

Pendaftaran gratis dan BERHADIAH

Salam Indonesia

Pelatihan Keadilan dan Perdamaian Angkatan I

 

Pada waktu pembuatan proposal dan proses pelaksanaan program Pelatihan Kaderisasi Keadilan dan Perdamaian Angkatan I masih dalam suasana pemilu yang  penuh dengan kecemasan dan ketidak pastian bagi kami dan warga negara yang menanti pemimpin baru (presiden) Indonesia. Dalam pemilu tahun 2019 ini terdapat 2 (dua)  pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden; pasangan capres-cawapres nomor 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dan pasangan capres-cawapres nomor 02, Prabowo dan Sandiaga.

Antara pendukung paslon 01 dan paslon 02 terindikasi ada pertarungan sengit, seiring ada berita-berita hoax di media  sosial (medsos) dibungkus dengan isu-isu ras, agama, saling menjelekkan satu dengan yang lainnya membuat rakyat ketakutan dan gelisah ada rasa taka man. Berita-berita hoax di medos menimbulkan gesekan antara pendukung paslon 01 dan paslon 02 hingga terjadi konflik dengan puncaknya timbul kekerasan. Konflik Pemilu hingga menimbulkan kekerasan berimbas kepada konflik keluarga bahkan konflik pribadi.

Berlatar belakang kejadian di atas Seksi Keadilan dan Perdamaian (SKP) Paroki Rawamangun melaksanakan program Pelatihan Kaderisasi Keadilan dan Perdamaian Angkatan I yang telah direncanakan/tertera pada prokar 2019. Tahun 2019 ini, Gereja KAJ mengangkat tema “Amalkan Pancasila : Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat.” Sesuai arahan Bapak Uskup yang membagi elemen dasar dari sila ke-4 Pancasila : (1) Pemimpin, (2) Musayawarah mufakat, (3) Hikmat Kebijaksanaan, (4) Rakyat.

Untuk itu Pelatihan Kaderisasi Keadilan dan Perdamaian bersesuaian pada elemen dasar dari sila ke-4 Pancasila. Dengan demikian maksud dan tujuan diadakannya Pelatihan Kaderisasi Keadilan dan Perdamaian Angkatan I adalah:

1.       Melaksanakan Program Kerja Th 2019
2.       Sosialisasi Keadilan dan Perdamaian
3.       Menjadikan perserta sebagai duta perdamaian di lingkungan sekitarnya
4.       Pengkaderan Pengurus SKP yang akan berakhir masa tugasnya
5.       Mengajak Umat Basis untuk berpartisipasi melaksanakan program tersebut secara bersama guna menjalin kerukunan dan persaudaraan sejati ditengah masyarakat demi mewujudkan keadilan perdamaian

SKP dalam melaksanakan program kerjanya membentuk panitia bersama dengan Legio Maria, Seksi SKK, HAAK, LH, KOMSOS, dan PEKAD mengambil tema : “Tuhan Jadikanlah Aku Pembawa Damai” Berlandaskan Ajaran Maria Ratu Pencinta Damai. Pelaksaan kegiatan Sabtu, 29 Juni 2019, Jam 08.00 – 13.00 WIB, tempat diruang Martinus Paroki Rawamangun Gereja Keluarga Kudus.

Dalam menjaring peserta, terdaftar ada 53 peserta. Pada pelaksanaannya dihadiri oleh 35 peserta, 1 orang peserta ijin tidak dapat hadir dan 17 orang peserta tidak hadir tanpa alasan yang jelas, sedangkan panitia yang hadir berjumlah 17 orang panitia dari 20 orang panitia, 3 orang panitia ijin berhalangan karena benturan dengan kegiatan lain, dengan demikian dihadiri oleh 52 orang dari yang ditargetkan 70 orang (50 peserta + 20 panitia)

Acara pelatihan Kaderisasi Keadilan dan Perdamaian berjalan lancer walau sedikit kendala pada teknologi (laptop) mengalami gangguan suara yang tidak keluar. Rangkaian pelatihan secara garis besar meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, doa pembukaan, penayangan video persaudaraan, sharing, sesi perutusan dan doa penutup. Video pertama yang berisi makna persaudaraan bercerita tentang suasana konflik peperangan antar suku, dimana Presiden Joko Widodo menceritakan bahwa Jokowi dinasehati oleh Rulagani, Istri Presiden Afganistan Ashiraf Gani dikatakan bahwa konflik sekecil apapun harus cepat diselesaikan. Video kedua menceritakan dialog antar tokoh agama yang membahas pertemuan Paus Fransiscus dengan imam besar Al-Azar yang berisi makna perdamaian. Video ketiga menceritakan dialog Pastor Rudi dengan Ustad Quraiz Shihab yang bercerita tentang St. Fransiscus Asisi yang penuh damai dengan manusia, alam dan dapat berbicara dengan binatang yang menandakan penuh perdamaian terhadap seluruh mahluk ciptaan. Sebelum sharing ada penjelasan dari SKP mengenai tema, maksud, tujuan pelatihan, peranan dan kegiatan Sie. SKP di Paroki. Berikutnya berupa sharing dari Legio Maria menceritakan Bunda Maria Ratu Pencinta Damai sebagai pembicara Bapak Jos Langgeng. Sharing dari Seksi Kerasulan Keluarga bercerita perdamaian dari sudut pandang keluarga yang disampaikan oleh Ibu Yasinta. Sharing dari Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan sebagai pembicara Bapak Budhi Hendarto. Sharing dari Seksi Lingkungan Hidup bercerita perdamaian dari sudut pandang Lingkungan Hidup yang disampaikan oleh Ibu Mona W, dilanjutkan menyanyikan lagu Padamu Negeri dan lagu Mars Berhikmat. Setelah pemutaran video dan sharing-sharing yang merupakan pengalaman yang dialami dalam kehidupan sehari-hari pembicara berupa pengalaman persaudaraan, konflik, kekerasan, dan bagaimana menghadapi lalu menyelesaikannya. Kemudian berlanjut dengan Sessi 1 tentang Konflik vs Perdamaian sebagai pembicara Bapak Petrus Budiman. Pada Sessi ini dijelaskan bahwa Konflik sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang harus dihadapi dan diselesaikan, pengetahuan tentang definisi konflik, kekerasan, jenis-jenis konflik, penyebab konflik. Sampailah pada penyelesaian konflik yang melibatkan peserta dalam Sessi 2 tentang Problem Solving oleh Bapak Petrus Budiman yang menjelaskan seni mengelola konflik dan bagaimana menganalisa konflik, salah satunya dengan analisa Pohon Konflik sebagai alat kerja fasilitator perdamaian. Melalui analisis pohon konflik dapat diwujudkan dalam rekonsiliasi PERDAMAIAN POSITIF (keharmonisan, kesatuan, kesejahteraan, keamanan) yang meliputi KEBENARAN (pengakuan, transparansi, pengungkapan, kejelasan), KEADILAN (kesetiaan, pemulihan, hak-hak tanggung jawab), BELAS KASIHAN (penerimaan, pengampunan, dukungan, keharuan, penyembuhan). Di akhir sessi problem solving peserta diminta dalam waktu 5 menit memikirkan permasalahan dan menyelesaikannya dengan analisis Pohon Konflik, satu orang peserta David diminta maju yang menjelaskan konflik waris keluarga hingga dapat terselesaikan dengan baik. Sebelum acara perutusan sebagai bekal rohani peserta fasilitator perdamaian dibekali spiritualitas pada Sessi 3 mengambil tema dari Injil tentang hikmat Salomo (1 Raj 3 : 8-12; 16-28) sebagai pembicara Rm. Yulius Edyanto, MSF. Tibalah acara perutusan, peserta diminta berdiri bersama-sama mendaraskan Doa St. Fransiscus dari Asisi “Tuhan Jadikanlah Aku Pembawa Damai”. Para peserta dibagikan tanda kenang-kenangan berupa sertifikat atas partisipasi sebagai peserta pelatihan dan bibit pohon Perdamaian untuk ditanam di rumah masing-masing. Diharapkan peserta dapat mewujudkan dan ikut serta sebagai fasilitator perdamaian terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan terdekat hingga masyarakat luas setelah pelatihan ini dan semoga menjadi berkat bagi semua orang karena Allah dimuliakan. Pelatihan Kaderisasi Keadilan dan Perdamaian Angkatan I diakhiri dengan Doa Penutup, Berkat dari Rm. Yulius Edyanto, MSF, foto-foto bersama, Doa Makan oleh Ibu Eka dan makan siang. Semoga bermanfaat, sampai jumpa pada pelatihan-pelatihan yang akan diadakan oleh SKP.

Seluruh rangkaian acara Pelatihan Kaderisasi Keadilan dan Perdamaian telah Panitia Bersama laksanakan maka perkenankan panita bersama hendak mempertanggungjawabkan kegiatan tersebut. Besar harapan agar laporan pertanggungjawaban ini dapat diterima dengan baik oleh Dewan Paroki Harian Paroki Rawamangun. Mohon maaf jika terdapat banyak kekurangan. Thank You For Your Kind Attention. Berkah dalem, Salam Keadilan dan Perdamaian.

 
Jakarta, 10 Juli 2019
Salam Keadilan dan Perdamaian
Panita Bersama

 

 
Petrus Budiman
Ketua Panita

Menulis itu Mudah

 

Kegiatan menulis sudah menjadi hal lumrah bagi seorang individu, sebab menulis telah diajarkan sejak kita masih kecil. Namun, menulis juga memiliki kesusahannya sendiri yang membuat kita bingung bagaimana merangkai kata dari pemikiran yang dimiliki. Padahal menulis menjadi salah satu sarana untuk menuangkan ide, pandangan dan pengalaman untuk berbagi dengan sesama. KOMSOS Paroki Rawamangun, Gereja Keluarga Kudus menyadari hal itu sehingga menyelenggarakan acara “Menulis Itu Mudah” – Media Online dan Media Sosial.




 

Pada masa digital dan modern seperti sekarang ini, mudah bagi kita mengakses berbagai hal, terutama hal menarik yang kita sukai bahkan hal yang kurang bermanfaat. Setelah acara pada hari Minggu, 23 Juni 2019 dibuka oleh Romo Yohanes Sutrisno, MSF dan Mbak Diana selaku Ketua KOMSOS Paroki Rawamangun, dengan pembicara yaitu Bapak F. X. Agus Mulyono (Gusmul) langsung memberikan pertanyaan pembukaan. Bapak Gusmul bertanya, “Apa yang Anda baca setiap hari?” Pertanyaan yang membingungkan, apa hubungannya antara membaca dan menulis?





Jawaban dari Bapak Gusmul adalah apa yang kita tulis merupakan hasil dari apa yang kita baca, sehingga bacaan yang setiap hari kita baca akan membentuk bagaimana kita menulis. Dengan begitu, bacalah berbagai jenis bacaan yang berbobot agar menambah wawasan dan cara menulis yang baik dan positif.  Untuk semakin mengaplikasikan materi, Bapak Gusmul memulai dengan games singkat di mana peserta harus berpasangan dan secara bergiliran menceritakan suatu hal yang menarik. Waktu yang diberikan juga berbeda, membuat individu dalam pasangan itu harus memutar otak untuk menceritakan terus menerus hingga waktu selesai. Setelahnya, pembicara menjelaskan bahwa praktik bercerita salah satu cara bagaimana untuk memulai menulis. Maka ketika kita ingin menulis, mulailah dari berbagai hal yang menarik bagi diri sendiri atau menarik dari acara, benda atau hal lainnya.


Kemudian Bapak Gusmul, nama panggilan singkatnya, mengajak peserta untuk menuliskan apa yang diceritakan tadi pada pasangan masing- masing. Para peserta yang sangat antusias, langsung serius untuk mengetik pada notes di handphone atau menulis di buku. Ruang Martinus menjadi begitu tenang dan bersemangat karena para peserta mempraktikkan menulis tanpa memikirkan berbagai aturan, sesuai arahan pembicara. Salah satu hal yang membuat kita pada akhirnya tidak menuangkan ide, pandangan dan pengalaman melalui menulis, yaitu kita terlalu khawatir dan memikirkan berbagai aturan dan informasi mana yang harus dimuat. Padahal sebuah tulisan perlu berbagai informasi dan data yang nantinya disusun, sehingga menjadi sebuah karya tulis. Baik sebagai narasi, cerpen, novel, karya ilmiah, berita dan opini atau karya tulis lainnya, sehingga tidak perlu bingung karena kita bisa mengedit dan menyusunnya sebelum mempublikasikan karya tulis yang dibuat.

 

Proses dari acara ini sudah sesuai dengan tujuannya, ialah mengatasi writing blocks dan mengetahui bagaimana mengolah hal sederhana menjadi sebuah cerita menarik. Bahkan pembicara mengatakan jika kita tidak menemukan hal yang tidak menarik, hal tidak menarik itu bisa diangkat menjadi sebuah pembahasan. Jadi carilah hal yang sederhana dan jangan pernah takut untuk menuangkan suatu ide dan mengolahnya menjadi sebuah karya tulis yang menarik. Terutama untuk bisa mewartakan berita di gereja atau paroki, penting bagi kita untuk menuliskan ketika terdapat acara yang diselenggarakan baik di lingkungan, wilayah, seksi/kategorial hingga tingkat paroki. Seperti harapan dari team KOMSOS Paroki, agar setiap penyelenggara acara atau ketua lingkungan, wilayah, seksi/ kategorial hingga paroki mampu membuat narasi acara yang akan diliput. Sebab liputan team KOMSOS akan ditampilkan pada website dan media sosial resmi paroki yang diakui oleh Keuskupan Agung Jakarta. Sayangnya, di hari yang bersamaan, terdapat acara pelatihan para pengurus lingkungan periode baru sehingga peserta berkurang dari 60 orang pendaftar dan yang bisa hadir hanya 42 orang, total semua dengan team KOMSOS menjadi 51 orang.
Acara media online dan media sosial yang sudah dipersiapkan selama 8 bulan, menjadi kurang efektif dari segi peserta yang hadir. Namun, diharapkan agar setiap panitia acara mampu membuat narasi dengan benar dari acara yang akan diliput dan mengikuti aturan yang terlampir pada website resmi paroki di www.keluargakudus.org. Semoga seluruh karya dan pewartaan dari kita bisa menjadi berkat bagi sesama kita, Tuhan memberkati. (By Sie. Komsos).

Kerukunan dan Toleransi dalam Buka Puasa Bersama dengan Nuansa Ke-Bhinnekaan

 

Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat adalah tema tahun 2019 dari Keuskupan Agung Jakarta yang menjadi dasar acara buka puasa bersama yang diadakan pada hari Jumat 17 Mei 2019 di Paroki Rawamangun. Acara tersebut adalah bentuk nyata semangat toleransi, kerukunan dan keharmonisan umat serta perpaduan dari berbagai suku dan agama di Gereja Keluarga Kudus dan luar Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun.

Tamu undangan yang hadir kurang lebih 280 orang baik umat Paroki Rawamangun, maupun diluar umat Paroki Rawamangun yang non Katolik, antara lain bapak Ompu Kasie Kesra sebagai wakil Camat Pulogadung, bapak Erikson Delyno sebagai wakil Lurah Rawamangun, bapak Haryono sebagai wakil FKUB Jakarta Timur, bapak Pelda Sudargo sebagai wakil Danramil, bapak Aiptu Trio sebagai wakil dari Kapolsek, dan bapak Bambang sebagai wakil dari HAAK Dekenat Timur.

Acara ini dibuka dengan doa yang dipimpin oleh bapak Maruli kemudian kata sambutan dari bapak Nicholas Widiyatmoko selaku ketua Panitia acara Buka Puasa Bersama dan ketua Seksi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK), dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Romo Yulius Edyanto, MSF selaku Romo Kepala Paroki Rawamangun serta kata sambutan dari perwakilan bapak Camat Pulogadung. Setelah itu narasumber Dr. Phllips J. Vermonte memberi motivasi yang menginspirasi para undangan yang hadir untuk hidup rukun dan toleransi antar umat beragama, karena kita adalah bangsa Indonesia yang selama ini hidup dalam Ke-Bhinnekaan. Dimana Persatuan dan kesatuan harus dijaga dan dipertahankan sebagai satu bangsa Indonesia.

 

Adapun acara tersebut dimeriahkan oleh Marawis Iweng dan Musik Jalanan Center, serta Varid Wahyu Dwi Peristiawan, Putera dari Alm. Mbah Surip dimana membuat acara semakin religius dan semarak.

Saat berbuka, diawali doa yang dipimpin oleh bapak Safari dan para tamu undangan menyantap takjil yang telah disediakan panitia. Kemudian acara dilanjutkan dengan Sholat Maghrib di tempat yang telah disediakan panitia. Setelah selesai Sholat Maghrib tamu undangan makan malam bersama secara prasmanan yang diiringi oleh music dari Marawis Iweng dan Musik Jalanan Center.

Tamu yang hadir begitu terhanyut dalam suasana bahagiaan dan kebersamaan acara buka puasa tersebut. Semoga acara ini dapat mempererat persaudaraan diantara umat beragama yang berbeda suku dan latar belakang kehidupan di negara kita Indonesia tercinta. Tidak lupa panitia menyediakan cinderamata bagi para tamu undangan.
Salam Persaudaraan. (By Sie. Komsos)

BERANI AMBIL RESIKO DEMI JANJI TUHAN

 

Seksi Panggilan mengadakan Misa Minggu Panggilan ke 56 tahun 2019, pada tanggal 12 Mei 2019 bersama dengan 4 Konggregasi yaitu ; MSF sebagai tuan rumah, Projo, OFM, PRR) dengan tema dari serikat kepausan: “BERANI AMBIL RESIKO DEMI JANJI TUHAN”.

Acara diawali dengan Perarakan, Misa yang dipimpin oleh Rm. Yohanes Sutrisno, MSF.
Tamu : Frater Bayu, Pr (Putra Paroki Rawamangun)
Koor dari Frater Ordo OFM, Suster PRR dan Paguter Paroki Rawamangun.
Lektor I oleh Vanka (Misdinar),
Lektor II oleh Evan (Misdinar),
Pemazmur oleh Nanda (Misdinar),
Pembawa persembahan oleh: 3 Suster Cilik (Ayu, Aya, Tyas) serta 4 Romo Cilik (Tian, Piu, Pierre dan Ben)

Homili : dibawakan Oleh Rm. Trisno, MSF berkolaborasi dengan Fr. Bayu Pr dan diakhiri menyanyikan Duet lagu : “Panggilanku”.  Inti dari Homili : Semua Panggilan hidup kita di dunia selalu dalam Proses, proses itu akan berhenti kita kita pulang kembali kepangkuan Bapa di Surga.

Sebelum berkat penutup ada tarian dari anak-anak yang memakai jubah Romo dan Suster Cilik diiringi lagu “Dengar Dia Panggil Nama Saya” (Tarian ini di ajar oleh Mbak Tika).

Setelah misa dilanjutkan dengan berfoto bersama di altar dan Photo Booth di teras gereja.

Semoga benih panggilan Hidup Bhakti dalam bertumbuh subur dalam hati anak-anak, sehingga ditahun-tahun mendatang ada yang mendaftar masuk seminari dan biara.

Seksi Panggilan Paroki Keluarga Kudus, Rawamangun mengucapkan banyak terimakasih kepada Romo Yulius Edyanto, MSF selaku Pastor Kepala, Rm. Sutrisno, MSF, Dewan Paroki serta Seksi-seksi terkait atas kerjasamanya sehingga acara dapat berlangsung dengan sukses dan lancar. (By Sie. Panggilan – Sie. Komsos).

Suasana Hikmat dan Bahagia di Hari Ulang Tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ke-212 Tahun

 

Hari bahagia ini diperingati pada Sabtu, 4 Mei 2019. Dimana Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengadakan kegiatan, “Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Agama”. Acara yang dimeriahkan oleh ribuan orang, yang diikuti oleh Paroki-paroki se-KAJ, dan hadir pula Mentri ESDM Bapak Ignasius Jonan, Mentri Agama Bapak Lukman Hakim dan Imam Besar Masjid Istiqlal Bapak KH. Nazarudin Umar Imam serta tokoh agama dari agama lain.

 

Kurang lebih 105 umat dari Paroki Rawamangun ikut serta dalam acara ini untuk memeriahkan Jalan santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Agama. Kami berkumpul di gereja sekitar jam 05.30 dan tiba di Katedral jam 06.15. Umat Paroki Rawamangun begitu semangat dan antusias memeriahkan acara Jalan Santai ini.

 

Dalam sambutannya, Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Pr menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran pimpinan komunitas-komunitas lintas agama, bapak mentri ESDM dan bapak mentri agama. Mgr. Ignatius Suharyo juga menyatakan dengan semangat dan berbesar hati untuk melanjutkan usaha mengamalkan Sila ke-IV yang bertema “Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat”.

 

Romo Antonius Suyadi, Pr sebagai Romo Moderator Seksi HAAK Keuskupan Agung Jakarta menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya PEMILU 2019 dengan baik dan menunggu hasilnya dengan ketenangan dan kedamaian.

 

Mentri Agama bapak Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengucapkan selamat hari ulang tahun yang ke-212 kepada seluruh keluarga besar umat Keuskupan Agung Jakarta. Mentri agama juga menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Keuskupan Agung Jakarta dalam berkiprah dan berkontribusi selama ini.

 

Mentri ESDM bapak Ignatius Jonan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara atas terselenggaranya acara ini. Menurut bapak Ignatius Jonan acara tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya, disebabkan tahun lalu mentri agama tidak bisa hadir. Mentri ESDM berharap kerukunan ini bisa menyebar keseluruh masyarakat, karena perbedaan merupakan sesuatu yang sangat indah.

 

Imam Besar Masjid Istiqlal Bapak KH. Nazarudin Umar dalam sambutannya menyatakan bahwa pempimpin agama merupakan tiang-tiang pancang langit. Selama pemimpin agama aktif membimbing umatnya, maka langit tidak akan runtuh.

 

Setelah sambutan dilanjutkan dengan meniup lilin dan potong tumpeng. Kemudian acara jalan santai dimulai dengan menempuh jarak 3,8 km dimulai dari titik start halaman Gereja Katedral-Jalan Veteran III Gambir-Jalan Perwira Kota Jakarta Pusat-Jalan Lapangan Banteng Selatan-Jalan Lapangan Banteng Timur-Jalan Lapangan Banteng Utara dan kembali lagi ke titik finish halaman Gereja Katedral.


 

Setibanya di halaman Gereja Katedral, kami diberi komsumsi sambil menikmati penampilan marching band dari sekolah Tarakanita, Rebana, Barongsai, Ondel-ondel, Kesenian Pencak Silat THS-THM, dan kesenian daerah Jatilan. Ada juga Senam Bhinneka yang ikut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian Poco-Poco dan Gemu Fumire diukuti oleh banyak peserta yang hadir di sekitar halaman gereja Katedral.

 

Begitulah nuansa Hikmat dan Bahagia dalam Perayaan Syukur ulang tahun Keuskupan Agung Jakarta ke-212. Semua peserta yang datang begitu bersemangat dan bahagia. (By Sie. Komsos)

Nuansa Paskah 2019 yang Berbeda Bersama Umat Agama Lain

 

Perayaan Paskah tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana Panitia Paskah 2019 adalah Wilayah Josep yang menyediakan fotobooth unik, yang bernuansa romo-romo Paroki Rawamangun dan merayakan Paskah dengan warga sekitar (non-Katolik) Paroki Rawamangun Gereja Keluarga Kudus. Seperti biasa Misa Paskah dibagi menjadi Misa umum, Misa Anak dan Misa Lansia, serta dari Paroki Rawamangun diadakan syukuran atas terselenggaranya Paskah tahun ini lewat acara Lesehan Paskah.

 

Dengan adanya Misa anak yang dipimpin oleh Romo Yohanes Sutrisno, MSF dan Romo Erwin Sulistyo, MSF, dimana kedua romo tersebut bernyanyi bersama anak-anak, sehingga anak-anak menjadi sukacita mengikuti misa tersebut. Setelah misa Paskah anak, anak-anak diajak untuk ke Aula Bethlehem mengikuti semarak Paskah dengan berbagai acara, seperti nyanyian, tarian dan hiburan yang semakin memeriahkan acara Paskah anak tersebut.

 

Selain itu ada Misa Paskah Lansia dipimpin oleh Romo Yohanes Sutrisno, MSF. Para lansia begitu semangat mengikuti misa ini, walaupun beberapa dari mereka tertatih-tatih dan ada juga yang ditemani anak, cucu ataupun pengasuh mereka. Setelah misa Paskah Lansia diajak ke Aula Bethlehem untuk mengikuti acara yang tidak kalah serunya dengan acara Paskah anak yaitu berbagai nyanyian, senam, menyanyi bersama dan juga ada door prize.

 

Yang lebih menarik dan menambah suasana gembira adalah acara syukuran atas terselenggaranya Paskah tahun ini dengan diadakannya acara Lesehan Paskah yang sangat meriah dan setiap Wilayah ikut menyediakan hidangan, serta menyanyi dan joget bersama. Selain itu kebersamaan dan sukacita terlihat dengan undangan warga sekitar yang non-katolik yang ikut berbaur dengan umat Paroki Rawamangun untuk nyanyi dan joget bersama, sehingga semangat ke-Bhinnekaan itu terasa. (By Sie. Komsos)

MEREKA YANG TAK TERLUPAKAN

 

Paroki Rawamangun, Gereja Keluarga Kudus mengadakan Misa bersama dengan Umat Berkebutuhan Khusus (UBK), pada Sabtu 13 April 2019, jam 10.00. Misa yang dipimpin oleh Romo Yohanes Sutrisno, MSF ini membuat umat berkebutuhan khusus merasa menjadi bagian dari umat Rawamangun pada umumnya.

Memang mereka adalah bagian dari umat Paroki Rawamangun, maka Paroki Rawamangun tidak lupa mengadakan misa yang khusus untuk umat yang berkebutuhan khusus.

Beberapa mereka didampingi oleh keluarganya dan keluarganya bersukacita ikut dalam perayaan misa umat berkebutuhan khusus ini, karena umat berkebutuhan khusus tidak pernah terlupakan. Mereka merupakan mahluk ciptaan Tuhan juga sama seperti kita. Semua yang hadir pada saat misa tersebut sangat bersemangat. (By Sie. Komsos)

Abadikan Momen Berhikmat untuk Menghasilkan Foto Bermartabat

 

Seksi Komunikasi Sosial Paroki Keluarga Kudus, Rawamangun mengadakan kelas fotografi dengan para pembicara yang merupakan fotografer profesional. Kelas fotografi dari Seksi Komunikasi Sosial  dimulai pukul 10.20 pada Minggu, 24 Februari 2019 di ruang Martinus dan dibuka oleh sambutan Romo Yulius Edyanto, MSF. Selaku romo moderator, Romo Edy mendukung kegiatan dari Seksi Komsos sebagai pembawa kabar sukacita, perdamaian dan kasih baik kepada para umat paroki maupun warga sekitar. Melalui kelas fotografi ini pun, Romo Edy berharap semakin banyak umat paroki yang mengambil peran sebagai pembawa sukacita melalui Seksi Komsos ini dan aktif pada kegiatan lainnya.

Koordinator Seksi Komsos, Sdri. Diana Tri Rahayu memberikan penjelasan mengenai apa itu Seksi Komsos, siapa saja anggotanya, tanggung jawab dan aktivitas liputan acara yang pernah dilakukan seksi yang dikoordinasinya bersama team komsos lainnya sering berkegiatan untuk meliput berbagai acara gereja, baik ditingkat Paroki ataupun di Keuskupan dan juga yang berhubungan dengan masyarakat sekitar. Kegiatan peliputan sudah memiliki standar operasi yang bisa diikuti oleh setiap orang yang ingin acaranya diliput oleh Seksi Komsos. Serta beliau menunjukkan berbagai hasil liputan yang juga merupakan hasil dari para pembicara. Sehingga harapannya seluruh peserta yang hadir bisa ikut berpartisipasi menjadi anggota seksi komunikasi sosial sambil menerapkan ilmu fotografi yang didapat dari kelas yang diadakan. Silahkan untuk dapat ikut terlibat aktif melayani Tuhan dan bergabung di Seksi Komsos, sesuai dengan slogan Seksi Komsos yang berbunyi “Kerendahan Hati Dalam Setiap Pelayanan”

Para pembicara yang juga fotografer profesional pada kelas fotografi ini terdiri dari Sdr. Servatius Setiabudi Gunawan, Sdr. Dr. Albertus Sutadi, Sdr. Franz S. Gunawan (Oyek), Sdr. Sandy Winata dan Sdr. Antonius Irianto Luangkaly. Para pembicara juga aktif untuk meliput kegiatan yang diadakan oleh Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun, Keuskupan Agung Jakarta dan lingkungan sekitar. Para peserta yang hadir berjumlah 50 orang sangat antusias dengan materi yang dibawakan oleh para pembicara sebab materinya dijelaskan dengan metode yang  menarik. Hampir seluruh peserta membawa kamera baik DSLR, mirrorless ataupun kamera dari smartphone. Selain melalui presentasi, Sdr. Budi juga dibantu oleh Sdr. Sutadi menjelaskan materi menggunakan kamera yang terhubung ke layar televisi berukuran 50 inchi, sehingga para peserta menjadi lebih mengerti dengan materi yang disampaikan. Materi yang diberikan berupa materi dasar  yaitu segitiga fotografi yang terdiri dari penjelasan mengenai Apperture, Shooter Speed dan ISO. Sdr. Budi membawa kamera produk lama yang berfungsi sebagai alat peraga sehingga informasi yang disampaikan sangat jelas kepada para peserta.

Selain materi tadi, Sdr. Budi menjelaskan berbagai tipe kamera dan beberapa teknik pengambilan gambar seperti Panning, Movement, Freeze dan Bulb. Setelah penyampaian materi, para pembicara mengajak para peserta untuk bisa mempraktekkan langsung materi yang disampaikan. Tidak hanya bagi pengguna kamera, melainkan para peserta dapat menggunakan kamera handphone nya karena tidak dipungkiri teknologi sangat berkembang pesat.  Bahkan dengan memiliki kamera handphone sudah bisa mengambil gambar sesuai teknik yang dijelaskan dan hasilnya seperti para fotografer profesional. Para peserta sangat antusias dengan praktek dengan kamera masing- masing yang dibantu oleh model foto yang rela berpanas- panasan dan mengulang gerakan berkali- kali.

Sesi tanya jawab pun dibanjiri oleh antusias para peserta dengan menanyakan berbagai hal seputar fotografi dan para pembicara pun menjawab serta membagikan berbagai pengalaman saat meliput atau beraktivitas di dunia fotografi. Materi yang terakhir diberikan yaitu mengenai komposisi pengambilan gambar, terdiri dari Rule of Third, Golden Ratio, serta sudut pengambilan gambar juga dijelaskan. Pada akhir kelas fotografi ini pun memberikan ajakan bahwa dengan berperan aktif di Seksi KOMSOS agar dapat menambah keahlian dalam kemampuan fotografi. Sebab seluruh pembicara mengakui tidak ada habisnya untuk bisa praktek yang menambah pengalaman serta pengetahuan baru dengan kecepatan kemajuan teknologi masa kini.

Jadi, selain pengetahuan yang sudah didapat dari kelas fotografi dengan khidmat dapat menghasilkan foto- foto bermartabat dalam menyampaikan berbagai kabar sukacita, damai dan kasih bagi umat paroki dan masyarakat sekitarnya.

Tertarik untuk dapat melayani Tuhan melalui bidang fotografi? Yuk gabung Bersama Seksi Komsos Paroki dengan langsung menghubungi team kami di nomor 0811678778 dan 0811877948. (By. Seksi KOMSOS).

Pembekalan Motivasional Kepemimpin yang Berhikmat

 

Pada hari Sabtu, 23 Februari 2019, pk. 9.00, sekitar 75 orang menghadiri pembekalan motivasional bertema: “Membangun Hikmat di Dalam Pelayanan dan Kepemimpinan yang Transformatif di Era Milenial”. Pembekalan  dilaksanakan oleh Sie Pelatihan dan Pengkaderan (PEKAD) Gereja Keluarga Kudus Rawamangun. Kegiatan ini  dilaksanakan di aula SMP Tarakanita IV. Para peserta merupakan utusan dari berbagai  seksi Dewan Paroki, ustusan berbagai kelompok kategorial, dan utusan lingkungan/wilayah; berdasarkan keragaman usia mereka meliputi umat senior, dewasa, maupun orang muda.

Pertemuan ini adalah kegaiatan perdana Sie PEKAD yang bertujuan untuk menganimasi, memanggil, dan meneguhkan umat agar bersedia menanggapi panggilan keterlibatan dalam penyelenggaraan tata kelola Gereja Keluarga Kudus pada masa ini dan yang akan datang.  Pada kesempatan ini Sie PEKAD menghadirkan dua nara sumber yakni Rm. Ignatius Fadjar Himawan MSF dan Sdr Octavian Elang Diawan. Rm. Fadjar Himawan  – yang merupakan pastor rekan di Gereja Keluarga Kudus Rawamangun –  memimpin sesi pertama dengan bahasan seputar spiritualitas pelayanan berhikmat. Adapun sesi kedua dipimpin oleh Sdr. Octavian Elang Diawan yang mengangkat pokok bahasan Kecakapan Kepemimpinan Transformasional yang ber-Hikmat.

Pada bagian pertama, Rm. Fadjar Himawan mengajak para peserta untuk memahami makna hikmat dan melakukan evaluasi diri secara tertulis terhadap kualitas hikmat yang ada dalam diri setiap individu. Menurut misionaris yang pernah berkarya selama 12 tahun di Texas ini, hikmat merupakan sifat kodrati manusia sejak manuisa dilahirkan.  Kebijaksanaan diperoleh dengan  cara belajar dari orang lain dan mengolah pengalaman hidup sendiri. Orang bijaksana adalah orang yang mencintai kebenaran, dan para pecinta kebenaran tak pernah merasa diri paling benar. Pribadi bijaksana  menerima diri apa adanya dan hidup pada masa sekarang – tidak terjebak dalam kejayaan masa lalu.

Selain mengupas kebijaksanaan sebgai sebuah konsep diri, Rm. Fadjar juga menyerukan impelementasi aktif tindakan-tindakan bermakna seperti yang selama ini dianjurkan oleh Keuskupan Agung Jakarta, seperti: Kunjungan pada tetangga yang berduka, malaksanakan tata krama sosial,  menghemat penggunaan energi dan air, menjaga kebersihan lingkungan, dan segala perilaku  yang mencerminkan sikap ‘Kita Berhikmat Bangsa Bermartabat’.

Dengan mengutip ayat-ayat indah dalam Kitab Amsal dan Mazmur serta beberapa kitab lain dalam Perjanjian Lama yang termasuk sebagai sastra kebijaksanaan, Rm. Fadjar juga mengajak umat untuk mengenal dasar alkitabiah tentang keutamaan hikmat kebijaksanaan.  Sebab, pada prinsipnya Gereja dibangun dan digerakkan atas kekuatan hikmat kebijaksanaan yang tak lain adalah kehadiran Roh Allah sendiri dalam diri setiap umatnya.

Di akhir pemamaparanya Rm. Fadjar mengajak hadirin untuk membangun semangat pelayanan berdasarkan spiritulaitas keceriaan, pengharapan, positif, dan optimis. Ajakan ini mengacu pada keadaan riil bagaimana Gereja-Gereja di Barat mengalami kemunduran karena menghidupi spiritualitas yang berlawanan dengan yang disebutkan di atas, yakni: spiritualitas kemurungan, menekankan  dosa dan silih dosa.  Dengan menghidupi spiritualitas alternatif  yang serba ceria dan positif diharapkan Gereja akan tumbuh berkembang alih-alih mengalami kemunduruan.  Memang benar yang dikatakan dalam Amsal 17: 22 bahwa : Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Bila umat Gereja Keluarga Kudus mengembangkan spiritualitas ini tentu akan menjadikan Gereja kita sungguh-sungguh menjadi hati Allah di bumi  yang serba menghidupkan dan melegakan semua pihak.

Adapun pada sesi kedua, Sdr. Octavian Elang Diawan  lebih pada membuka kesadaran akan panggilan kepemimpinan Gereja. Sdr. Elang – yang merupakan trainer utusan Tim Karya Parokial,  Keuskupan Agung Jakarta –  menyajikan fakta dinamika Gereja Keuskupan Agung Jakarta yang hadir untuk Kota Jakarta dan sekitarnya. Seperti diketahui Jakarta adalah Indonesia mini dengan dinamika tinggi pada seluruh ranah kehidupan: ideologi, sosial politik, budaya, dan ekonomi. Gereja Keluarga Kudus sebagai bagian Gereja Keuskupan Agung Jakarta hadir sebagai inkarnasi Yesus Kristus bagi masyarakat Jakarta dengan kondisi dinamikanya tersebut.

Dengan mengutip kata-kata seorang  guru kepemimpinan kristiani terkenal bernama DR. John Maxwell, Sdr. Elang mengafirmasi peserta secara berulang: “Untuk membangkitkan suatu bangsa, Tuhan memanggil pemimpin.” Kata-kata berdaya ini merupakan gambaran cara  Yahweh memanggil Abraham, Musa, Gideon, Joshaphat, dan tokoh lain  dalam upaya membawa umat Israel  menemukan tanahnya sendiri yang dijanjikan-Nya. Rupanya umat Israel tidak serta merta begitu saja menemukan tanah terjanji itu, namun mereka juga harus melewati  masa-masa sulit dan situasi yang  pesimistis. Di sinilah Tuhan memanggil seorang dari umat-Nya sebagai pemimpin untuk menegakkan harapan mereka. Cara Tuhan ini  berlangsung secara konsisten hingga jaman sekarang. Dalam koteks Gereja masa kini, maka Tuhan pun memanggil umat  untuk mau menjadi pemimpin guna membawa Gereja yang berziarah di bumi Jakarta menuju tanah terjanji, yakni kehidupan kekal dalam kerahmiman Allah yang mempesona. Tuhan memanggil umat untuk terlibat dalam reksa pastoral evangelisasi, baik  sebagai pengurus lingkungan, pengurus seksi pada Dewan Paroki, atau pengurus kategorial.

Pada kesempatan ini sebuah inspirasi bijak penuh hikmat diceritakan, yakni  tentang seorang Yesuit muda dari Negeri Belanda  yang memulai tugas menabur benih kerajaan Allah pertama di tanah Jawa pada abad  lalu.  Sebelum berangkat ke Hindia Belanda Yesuit muda ini  dengan kesederhanaannya dan kepolosannya mengakui bahwa dirinya bukan orang yang cukup  cerdas untuk memulai sebuah misi di tanah yang sangat asing dan jauh dari Eropa – tanah yang belum pernah dilihat dan diinjaknya.  Tetapi  pemuda ini  percaya sepenuh hati bahwa Allah sendiri yang akan memimpin perjalanan tugasnya. Ia memahami bahwa Allah-lah yang akan melakukan misi itu, bukan dirinya. Lalu karya misi pun dilakukan dengan menghadapi berbagai rintangan yang tidak mudah hingga tahun-tahun berlalu.

Namun apa yang terjadi kini?  Banyak orang mengakui bahwa Jawa Tengah dan Jogjakarta merupakan salah satu wilayah Indonesia yang sangat subur ke-Katolikannya. Sebagai contoh: Mgr. Soegijapranata, Kardinal Julius Darmaatmajda, Bapak Ig. Kasimo, Mgr. Ignatius Suharyo adalah putera-putera terbaik dari wilayah ini. Pembibitan misionaris MSF juga berada di daerah ini. Semua ini terjadi karena ada orang biasa-bisa saja yang menaruh kepercayaannya pada Allah yang luar biasa, orang muda ini  bernama  Rm. Franciscus Georgius Josephus Van Lith. Inilah sang pembuka, inilah sang pemimpin. Inilah role model kepemimpinan Gereja yang tetap relevan di era milenial ini.

Secara umum Sdr. Elang membawa peserta dalam suasana belajar andragogi  yang riang termasuk menggunakan metoda simulasi kepemimpinan guna memudahkan proses penyadaran dan pemahaman panggilan kepemimpinan. Dalam proses tersebut  para peserta melakukan permainan jemput bola dan group building yang meriah dengan tujuan utama internalisasi sikap ‘percaya pada Allah’ seperti yang ditunjukkan Rm. Van Lith.

Salah satu peserta bernama Ibu Erlani berkomentar: “Saya senang dengan sekali dengan pertemuan ini. Ilmunya akan saya bawa untuk dibagikan pada warga yang lain.”

Acara  animasi ini berakhir pada  pk. 13.00 dan ditutup dengan makan siang bersama.

Mari kita bangkitkan roh hikmat kepemimpinan umat untuk Gereja yang bermartabat.
Salam ber-hikmat!  ED, Oleh Sie PEKAD – Sie KOMSOS

 

Sosialisasi dan Simulasi Pemilu 2019 di Paroki Rawamangun

 

Pada hari Minggu, tanggal  16 Februari 2019, bertempat di Aula Bethlehem, Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun, dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi dalam rangka  menyiapkan umat untuk menyambut pemilu 2019. Kegiatan yang diprakarsai oleh Sie HAAK bersama Sie PEKAD dan WKRI ini dihadiri oleh sekitar 190 orang. Pertemuan ini ber-tema:  “Partisipasi Umat Katolik dalam Menyikapi Golput dan Apatisme Politik.” Para hadirin  meliputi pastor kepala Gereja Keluarga Kudus Paroki Rawamangun, para caleg Katolik dari daerah pemilihan Jakarta Timur, umat paroki Rawamangun, serta beberapa umat dari paroki lain.

Pada kesempatan sambutan pembuka, Romo Yulius Edyanto MSF sebagai kepala paroki menyerukan hal pentingnya keterlibatan umat dalam pemilihan umum yang akan diselenggarakan secara serentak pada tanggal 17 April 2019 nanti. Romo Edy menegaskan bahwa keterlibatan dalam pemilihan umum merupakan sebagaian dari perwujudan iman. “Jadi pada tanggal 17 April 2019 nanti umat jangan pergi kemana-mana, jangan dulu ziarah ke Holyland.  Tetapi, Mari kita pergi ke tempat pemungutan suara untuk nyoblos.  Ikut pemilu adalah tanggungjawab iman sebagai warga negara Indonesia. Umat Katolik tak boleh golput!”

Adapun acara utama pertemuan ini adalah pemaparan materi oleh nara sumber, yakni Ibu MM. Restu Hapsari. Narasumber hadir sebagai utusan Komisi HAAK (Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan) Keusukupan Agung Jakarta. Secara prinsip ada tiga  hal yang disampaikan Ibu Restu, yakni dorongan kepada umat untuk terlibat dalam pemilu,  hal teknis terkait dengan siapa yang bisa dipilih,  dan bagaimana menggunakan hak pilih.

Oleh KPU Wilayah Jakarta Timur disebut Dapil (Daerah Pemilihan) 1, dengan demikian umat paroki Rawamangun otomastis termasuk dalam Dapil 1.  Para pemilih dari  paroki ini dan masyarakat Rawamangun secara umum pada waktunya berhak mendapatkan 4  jenis surat suara. Empat jenis surat suara ini masing-masing diperuntukkan untuk memilih presiden dan wakil presiden, memilih DPR RI, memilih DPD,  dan memilih DPRD 1. Guna lebih memudahkan maka setiap karu memiliki warna khusus, yakni: surat suara  untuk memilih presiden dan wakil presiden berwarna abu-abu, surat suara untuk memilih DPR RI berwarna kuning, surat suara untuk memilih DPD berwarna merah, dan surat suara untuk memilih DPRD 1 berwarna biru.

Di samping warna yang berbeda, isi tampilan surat suara juga ternyata juga berbeda.
Di dalam surat suara untuk memilih presiden dan wakil presiden dicantumkan baik nomor urut paslon maupun foto paslon. Demikian pula dalam surat suara untuk memilih DPD, di dalamnya tercantum baik nomor urut calon dan nama calon yang disertai foto calon.

Namun untuk surat suara pemilihan DPR RI,   yang dicantumkan adalah nomor urut calon dan nama calon saja  (tanpa foto calon). Demikian pula dalam surat suara untuk memilih DPRD 1  yang dicantumkan adalah nomor urut calon  dan nama calon saja (tanpa foto calon).

Ibu Restu menambahkan agar umat Katolik Paroki Rawamangun bukan hanya sekedar taat himbauan lalu  pergi ke bilik suara dan mencoblos sesuka hati, namun umat harus bersikap  sebagai pemilih yang cerdas berhikmat. Pemilih yang cerdas akan mempertimbangkan masak-masak siapa yang akan dipilih, karena suara yang diberikan bukan hanya menentukan nasib bangsa dan Gereja untuk sebatas waktu lima  tahun ke depan, namun bahkan bisa seterusnya. Ibu Restu menyarankan agar umat sungguh-sungguh mengenali dan menggali informasi  setiap calon Katolik yang turut berkontentestasi serta mengatur strategi agar umat Katolik berhasil memiliki wakil Katoliknya di Dewan Perwakilan Rakyat. Memiliki wakil Katolik di Dewan Perwakilan tentunya memberi peluang lebih besar  memperjuangkan  aspirasi  Gereja.

Pada kesempatan ini hadir pula para caleg Katolik dari Daerah pemilihan Jakarta Timur. Mereka adalah: William Yani (Caleg DPR RI, PDIP), Valentinus Wahyu Wibowo (Caleg DPR RI, Partai Solidaritas Indonesia), Susana Suryani Sarumaha (Caleg DPD), Maria Chyntia Ricci (Caleg DPRD, Partai Berkarya), Sunaryo Mahdadi (Caleg DPRD, Partai Solidaritas Indonesia).

Kepada para caleg, Ibu Restu juga mengharapkan agar mereka  ber-kontestasi  dengan mengedepankan semangat untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama (bonum comune), bukan karena alasan-alasan pribadi.

Para caleg juga diijinkan untuk memperkenalkan diri secara singkat. Pak Williyam Yani bahkan menggunakan kesempatan kehadirannya ini untuk turut membantu mengedukasi dan menganimasi umat yang hadir.  Pak William Yani yang sudah beberapa periode menjabat sebagai anggota DPR RI ini mengatakan dengan cukup keras: “Pada pemilu yang lalu, jumlah golput terbanyak berdasarkan kelompok agama adalah dari umat Katolik, sehingga pada saat ini jumlah anggota DPR RI maupun DPRD yangt paling sedikit adalah dari umat Katolik. Keadaan ini harus menjadi perhatian kita bersama.”

Acara yang berlangsung lebih kurang 3,5 jam ini sungguh mendapatkan perhatian. Hal ini terbukti dari jumlah hadirin yang nyaris tidak berubah. Acara ini juga dimeriahkan dengan pengundian 70 doorprize dengan hadiah utama  dua buah smartphone dan sebuah rice cooker.

Namun di atas semuanya ini,  yang akan menjadi hadiah terpenting adalah keterlibatan umat pemilih dari Paroki Rawamangun untuk mau datang ke bilik suara pada tanggal 17 April 2019 dan memberikan suaranya secara bijaksana berdasarkan hikmat Allah sebagai partisipasi dalam menciptakan Bangsa Indonesia yang Bermartabat.

Salam Ber-Hikmat untuk Bangsa Bermartabat. By Sie HAAK – Sie KOMSOS

Peringatan Orang Sakit Sedunia ke-27

 

Setiap tahunnya pada tanggal 11 Februari diperingati sebagai Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS). Pada tanggal 11 Februari 2019 ini merupakan peringatan yang ke-27. Paus Fransiskus melalui ayat “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mat.10:8) mengajak untuk semua umat Katolik agar dapat mewartakan Kabar Gembira, melalui karya kasih yang tulus.

Pada hari Orang Sakit Sedunia yang ke-27, yang dirayakan pada 16 Februari 2019 di Paroki Rawamangun, Gereja Keluarga Kudus, banyak orang yang lanjut usia, bahkan sudah duduk di kursi roda, datang dengan antusias dan semangat untuk merayakan Perayaan HOSS ini, walaupun mereka diantar oleh pengantar mereka. Misa dimulai Pukul 08.00 WIB bersama Romo Paroki Rawamangun, dan 1 orang Romo tamu. Misa dipimpin oleh Romo Yohanes Sutrisno, MSF. By Sie. Komsos.

Rapat Dewan Paroki Pleno

 

Paroki Rawamangun mengadakan Rapat Dewan Paroki Pleno pada hari Sabtu, 9 Februari 2019, dipimpin oleh Romo Yulius Edyanto, MSF dan dihadiri oleh Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, Ketua Seksi, Ketua Kategorial beserta masing-masing anggota. Sebagai Panitia Rapat Dewan Paroki Pleno kali ini adalah dari Wilayah Elisabeth.

Rapat kali ini membahas tentang wajah gereja yang ingin dilukis, sebagai berikut:

  1. Gereja yang melayani dengan rendah hati; mengutamakan kasih dan menyapa semua orang,
  2. Gereja yang berani untuk berbenah; berani keluar dari zona aman dan terobosan baru (kegiatan diluar kompleks gereja),
  3. Gereja yang melibatkan orang; bentuk rasa memiliki (melibatkan dan mau terlibat),
  4. Gereja yang inkarnatif: keluar dari benteng dan terlibat dalam dunia (dalam masyarakat); terlibat menjawab permasalahan dalam masyarakat, kerukunan, narkoba, bencana alam,dll
  5. Gereja terbuka: siap bekerja sama dengan semua orang.

Selain itu pembahasan laporan keuangan dan Prokar.

Pada Rapat Pleno kali ini juga diberikan apresiasi kepada 15 Lingkungan, 3 Seksi, dan 1 Kategorial yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik, meliputi:

  1. Tertib Administrasi Keuangan
  2. Pelaporan Form 3 dan Form 4
  3. Update BIDUK secara terus menerus
  4. Merealisasikan Prokar Prioritas yang sesuai dengan ARDAS KAJ.

Berikut ini adalah:

A. Lingkungan

  1. Lingkungan Sta. Monica – Cipinang Prumpung Timur
  2. Lingkungan Sta. Maria Immaculata – Cipinang Muara Utara
  3. Lingkungan St. Gregorius – Cipinang Muara Elok
  4. Lingkungan St. Vincentius – Jatinegera Kaum
  5. Lingkungan Sta. Bernadette – Pegambiran Tenggiri
  6. Lingkungan Sta. Angela – Cipinang Timur
  7. Lingkungan St. Marco – Bali Timur B
  8. Lingkungan St. Franciscus Asisi – Cipinang Kebembem Induk Utara
  9. Lingkungan St. Martinus – Jatinegara Premier
  10. Lingkungan Sta. Christina – Cipinang Prumpung Barat
  11. Lingkungan St. Jose Maria Escriva – Cipinang Jaya Selatan
  12. Lingkungan St. Michael – Rawamangun IV Timur
  13. Lingkungan St. Antonius Padua – Perhubungan Tawes
  14. Lingkungan St. Petrus Claver – Rawamangun III Barat A
  15. Lingkungan St. Yohanes Paulus II – Rawamangun III Barat B

 

B. SEKSI

  1. Seksi Panggilan
  2. Seksi KOMSOS
  3. Seksi HAAK

 

C. Kategorial

  1. Legio Mariae

 

Proficiat kepada Lingkungan, SEKSI, dan Kategorial yang mendapatkan apresiasi, dan yang belum mendapatkan agar lebih bersemangat bekerja diladang Tuhan. Kerendahan Hati dalam setiap Pelayanan. By Sie Komsos.

Semaraknya Perayaan Imlek tahun 2019

 

Perayaan tahun baru Imlek tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, di tahun ini antusias umat lebih besar untuk datang ke gereja merayakan Imlek bersama. Tahun baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama dan berakhir dengan Cap Go Meh tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Tahun 2019, tahun baru Imlek jatuh pada 5 Februari 2019, dimana di Paroki Rawamangun memperingati dengan adanya Misa Khusus Imlek ini. Misa dimulai pukul 08.00 dengan penuhnya umat yang datang ke gereja.

Dekorasi Gereja dan pernak-pernik yang dipasang begitu memukai, seolah-oleh negara China pindah ke Paroki Rawamangun. Nuansa serba merah yang menjadi dress code juga membanjiri Paroki Rawamangun. Seperti yang menjadi kepercayaan orang Tionghoa, bahwa warna merah merupakan warna kemeriahan dan sukacita.

Dalam misa ini juga dipimpin secara konselebrasi oleh empat Romo. Selain itu acara ini dimeriahkan dengan pembagian jeruk dan kue keranjang, serta angpao yang telah diberkati oleh Romo untuk umat yang datang.

Selesai misa, atraksi Barongsai sudah menunggu di halaman gereja. Sungguh meriahnya Imlek tahun ini di Paroki Rawamangun, umat yang tidak merayakan pun ikut hadir menikmati acara tersebut. Gong Xi Fa Chai. By Sie Komsos.

Sosialisasi APP KAJ-2019

 

Tahun 2019 sesuai dengan ARDAS KAJ 2016-2020 “Amalkan Pancasila” dengan tema “Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat”. Untuk itu maka KAJ mengundang untuk hadir pada Sabtu, 2 Februari 2019, di Aula Yohanes, Gereja Katedral untuk Sosialisasi APP 2019. Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh 5 Paroki di Dekenat Pusat, 3 Paroki di Dekenat Utara, 5 Paroki dan 1 Stasi di Dekenat Timur, 2 Paroki di Dekenat Selatan, 8 Paroki di Dekenat Barat, 5 Paroki di Dekenat Bekasi, 5 Paroki di Dekenat Tangerang I, dan 4 Paroki di Dekenat Tangerang II. Acara dapat berjalan dengan lancar. By Sie Komsos.

Kegiatan WKRI DPC Keluarga Kudus Rawamangun

 

Paroki Keluarga Kudus Rawamangun, pada hari Jumat 11 Januari 2019 di Aula Betlehem, Paroki Keluarga Kudus Rawamangun telah melaksanakan Ibadah serta Perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 untuk komunitas BKSWKK se-Wilayah Timur II Jakarta. Terdiri dari 11 denominasi gereja dan 1 Perwakilan Wanita Kristen Indonesia (PWKI). BKSWKK singkatan dari Badan Kerjasama Wanita Kristen dan Katolik yang Wanita Katolik RI Cabang Keluarga Kudus Rawamangun menjadi salah 1 anggotanya. Puji Tuhan acara berjalan dengan tertib dan lancar. Dimulai pk. 16.15 Ibadah dipimpin oleh Romo Yulius Edyanto, MSF dan Pendeta Hosea Sudarno dari GKJ Rawamangun. Usai Ibadah, dilanjutkan dengan Perayaan yang diawali dengan menyanyikan lagu Mars BKSWKK, beberapa sambutan dan sajian performance tiap gereja dengan lagu-lagu pujian dalam koor/vocal group serta tarian dan baca puisi. Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Dan perpisahan hadirin terakhir pk.19.15 dengan bersalam salaman diiringi alunan musik keyboard oleh Bapak Ferry Go. Terima kasih atas semua partisipasi pihak-pihak yang terlibat. Berkah Dalem.

By WKRI DPC Keluarga Kudus Rawamangun – Sie. Komsos

Apresiasi peduli sesama untuk tsunami Banten

 

Kasih adalah murah hati, dan peduli, maka umat Paroki Rawamangun bekerja sama dengan remaja Masjid AT-Taufiq berbagi kasih untuk menunjukkan rasa peduli kepada sesama di Banten. Semoga kegiatan ini lebih menjadikan kita berhikmat dan bangsa bermartabat. (By. Sie Komsos).