Misa Minggu 13 September 2020

 

Umat  Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun pada  Minggu, 13 September 2020 yang mengikuti Perayaan Ekaristi Mingguan secara langsung telah mengikuti aturan baru. Aturan baru yang diterapkan selama tiga minggu tetap mendapat respon positif dari umat dengan kehadiran sesuai kuota yang tersedia. Selain dua wilayah yang bertugas yaitu Wilayah Petrus dan Matheus, umat di luar dua wilayah ini pun sudah bisa mengikuti misa sesuai kuota yang masih tersedia dari penetapan Gugus Tugas Kendali Paroki Rawamangun. Pada proses kedatangan yang tetap menjalankan protokol kesehatan, umat tidak menyia-nyiakan kuota yang tersedia. Parkiran mobil dan motor dipenuhi oleh kendaraan dari umat yang menghadiri Perayaan Ekaristi Mingguan ini. Gugus Tugas Kendali pun mendesain aturan tempat duduk dengan memberi jarak 1 baris kursi kosong. Hal ini membuat para umat yang menghadiri perayaan dengan penuh khidmat dan merasa nyaman dari pemberian jarak yang sesuai dengan protokol kesehatan selama menjalani Perayaan Ekaristi Mingguan.
Setelah pemberitahuan protokol kesehatan dilaksanakan, tepat pukul 09.00 WIB Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Yulius Edyanto, MSF dan didampingi oleh Romo F.A. Eko Hadi Nugroho, MSF pun dimulai. Lewat homili yang dibawakan oleh Romo F.A. Eko Hadi Nugroho, MSF kita semua diingatkan mengenai pengampunan terhadap sesama sebagai wujud kasih. Injil Matius 18:21-35 yang menjadi dasar dari homili minggu ini, mengingatkan untuk bisa mengampuni tiada batas seperti kasih Allah yang juga tiada henti kita alami. Pengampunan yang kita berikan baik bagi sendiri maupun orang lain pun memperbaiki hubungan kita dengan Allah, Tuhan kita. Sebab pengampunan berarti juga suatu proses untuk kita disembuhkan hubungannya dengan orang lain walau tidak bisa mengubah masa lalu kita. Jika kita membatasi diri dalam pengampunan, sebenarnya kita membawa beban dan berpikir bahwa kita bisa membawanya tanpa bantuan Tuhan. Padahal beban menutup kasih dan pertolongan Tuhan serta diajak selalu menjadi manusia yang bahagia dan sempurna. Seperti Allah yang sempurna dan penuh kasih, kita diajak menjadi sempurna, bersuka cita dan selalu penuh kasih serta mendapat buah-buah pengampunan. Melalui Roh Allah yang ada pada kita, kita diharapkan bisa menghadirkan kasih Allah dengan pengampunan dan penuh khidmat menjalani kehendak-Nya dalam hidup kita sehari- hari.
Mari kita bersama menjadi perpanjangan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam situasi penerapan PSBB di Jakarta. Agar kita bisa mengendalikan diri dan peduli dengan kesehatan serta keselamatan orang di sekeliling kita, sehingga bisa menimimalisasi penyebaran pandemi Covid-19. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (By Sie Komsos)

Rasa Tanggung Jawab dalam Organisasi atau Komunitas.

 

Kita ini tidak pernah luput dari kesalahan, karena kita tidak pernah sempurna dimata Tuhan. Kita dalam kehidupan menggeraja sangatlah baik terlibat dan aktif dalam organisasi atau komunitas yang ada.
Tetapi perlu diingat, jika harus terlibat dalam organisasi atau komunitas yang sehat, yang dimana anggotanya memiliki pemikiran yang luas, mau membantu mengkoreksi kesalahan yang dibuat anggota tanpa ada maksud negatif dan hanya untuk kemajuan bersama.
Sebagai anggota organisasi dan komunitas kita bertanggung jawab, apabila ada seseorang diantara kita tersesat sehingga mempengaruhi berjalan nya komunitas atau organisasi kita.
Tanggung jawab tersebut bersama-sama kita laksanakan untuk mengembalikan anggota yang tersesat dalam komunitas atau organisasi kita agar tetap di jalan Tuhan.
Selamat berkarya di ladang Tuhan dan tetap semangat untuk memuliakan Tuhan 🙏🏻😇💪🏻
Berkah Dalem 🙏🏼😇 (By Sie Komsos).

Pengumuman Pemenang Lomba Virtual Choir dan Meja Doa

 

Panitia Pesta Emas GKKR dan Romo paroki mengucapkan terima kasih atas keterlibatan umat dalam Lomba Online : Virtual Choir dan Hias Meja Doa yg diselenggarakan bulan Juli kemarin.

Berikut kami sampaikan hasil keputusan Romo Paroki sebagai dewan juri untuk pemenang Lomba Virtual Choir :

a. Juara 1:  Fidelis Choir
b. Juara 2:  Quintali Family
c. Juara 3:  Elisabeth Youth Choir.

Sementara 7 peserta lain ( St. Angela Voice Enam, Emmanuel Children Voice, WKRI Choir, St. Carolina Cip. Baru, St. Maria Immaculata, Wilayah Paulus, Toni’s Family ) yg telah mengirimkan video, akan mendapat hadiah hiburan.

Untuk Pemenang Lomba Meja Doa :
a. Rusmiyanto : Lingkungan Santo Fransiscus Asisi.
b. Samuel Maruli : Lingkungan St. Antonius Padua.
c. Dedi : Santa Bernadette  Pegambiran Tenggiri.

Semua pengambilan hadiah untuk kedua lomba di atas, dapat diambil di Sekretariat Paroki mulai hari Rabu tanggal 9 September 2020, pada jam kerja.

Tetap Setia Mengikuti Yesus

 

Bacaan Pertama
Kitab Yeremia 20 : 7-9
Firman Tuhan telah menjadi cela dan cemooh bagi-Ku sepanjang hari

🎼 Mazmur
Jiwaku haus akan Dikau, ya Tuhan, Allahku

Bacaan Kedua
Roma 12 : 1- 2
Persembahkanlah tubuhmu
sebagai persembahan yang hidup

Alleluya…Alleluya…Alleluya….
Allah Tuhan kita Yesus Kristus menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yg terkandung dalam panggilan-Nya

Bacaan Injil
Matius 16 : 21 – 27
Siapa pun yang mau mengikutii Aku, ia harus menyangkal dirinya

Homili
Nubuat Tuhan Yesus yang pertama yaitu tentang penderitaan-Nya dan akan dialami-Nya, dan juga akan dialami oleh para murid-Nya

Refleksi
Maukah kita tetap bertahan dalam iman, ketika kita berada di dalam penderitaan hidup? namun ini memang tidak mudah, tapi maukah kita kembali kepada Tuhan Yesus?

Perutusan
Mari pergi, kita diutus. Amin

SELAMAT HARI MINGGU, SELAMAT BERIBADAH, SEHAT SELALU DAN TETAP SEMANGAT

(By Sie Komsos)

Perayaan Ekaristi Minggu 23 Agustus 2020

 

Perayaan Ekaristi minggu ini, 23 Agustus 2020 merupakan misa secara langsung di gereja yang keenam kalinya sejak dibukanya gereja kembali. Dengan kesiapan dan antusias para petugas yang telah siap berada pada titik yang telah ditentukan sejak satu jam sebelum misa dimulai, membuat protokol kesehatan terjamin pelaksanaannya. Umat Paroki Rawamangun pun berdatangan dari tiga pintu masuk yaitu pintu masuk sepeda motor dan pejalan kaki yang berada di sisi depan gereja, serta pintu masuk mobil yang berada di samping menuju parkir di depan Aula Bethlehem. Pendampingan dan petunjuk dari para petugas, memberikan arahan para umat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan mencuci tangan dan pemberian hand sanitizer setelah menaruh kolekte pada kotak yang tersedia hingga sebelum penerimaan Tubuh Kristus.

Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 09.00 WIB yang dipimpin oleh Rm. Ignasius Fajar Himawan, MSF serta didampingi oleh Rm. Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho, MSF dan Rm. Yulius Edyanto, MSF. Perkiraan umat Paroki Rawamangun yang hadir kurang lebih 50 orang, ditambah dengan para petugas ATK, penyanyi, organis dan lainnya sekitar 20 orang dari Wilayah Yohanes dan Wilayah Theresia. Pelaksanaan perayaan ekaristi pun berjalan dengan khusuk dan tetap menjalankan protokol kesehatan. Pada homili yang dibawakan oleh Rm. F.A. Eko Hadi Nugroho, MSF menceritakan dengan perumpaan dari pandangan seorang anak melihat siapakah Tuhan Yesus, yang juga merupakan penyampaian Injil Matius 16:13-20, ketika Simon Petrus menjawab pertanyaan dari Yesus sendiri, “Siapakah Aku ini?” Baik dari jawaban anak kecil dan Rasul Petrus yang melihat Yesus sebagai sahabat dan Mesias, merupakan jawaban yang berasal dari pengenalan mendalam akan Tuhan dari representasi orang di sekitar hingga alam yang begitu indah. Kunci Kerajaan Surga yang diberikan Yesus kepada Rasul Petrus ialah simbol bagaimana cara kita bisa menuju surga dengan pengenalan akan Yesus sebagai jalan hidup dan kebenaran hingga akhirnya kita bisa tetap berada dalam kawanan penggembalaan-Nya bersama.

Dari situ juga, pada akhir Perayaan Ekaristi, Rm. Yulius Edyanto, MSF menyampaikan adanya penerapan kuota terbaru pada misa selanjutnya. Di mana pendaftaran wilayah yang diizinkan akan diprioritaskan sampai hari Rabu setiap minggunya dan dari luar wilayah dibuka hingga waktu sebelum misa dilaksanakan pada minggu tersebut. Keputusan ini diambil dari evaluasi selama enam kali Perayaan Ekaristi dilaksanakan, yang terlihat Umat Paroki Rawamangun belum mencapai kuota minimal kehadiran yang diizinkan. Sehingga dengan keputusan terbaru ini memberikan kesempatan lebih banyak bagi umat walaupun bukan berasal dari wilayah yang diizinkan. Namun tetap harus sudah mendaftar dan terdaftar dalam sistem Belarasa Paroki Rawamangun.

Semoga dengan kesempatan yang lebih ini dapat membuat Umat Paroki Rawamangun juga lebih mengenal Tuhan, terutama dari Perayaan Ekaristi secara lansgung di gereja. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (By Sie Komsos)

Hari Raya Maria diangkat ke Surga

 

Di Indonesia hari ini kita merayakan hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga dan di dunia dirayakan setiap pada tanggal 15 Agustus. Kalau hari ini kita merayakan Maria diangkat ke Surga maka kitapun merayakan masa depan kita. Masa depan kita adalah mahkota yang diberikan Allah pada kita semua. Semua orang diutus bertanding hingga garis akhir. Setiap orang yang bisa menyelesaikan pertandingan pada garis akhir maka Allah telah menyediakan mahkota itu. Mahkota atau hadiah yang Allah sediakan bagi semua orang yang merindukan. Bertanding menghadirkan karya kasih Allah pada semua orang. (By Sie Komsos)

Misa Ke-3 dalam Pandemi Covid-19

 

Bacaan Pertama
1 Raj 19:9a, 11-13a
Tuhan lewat, lalu angin kuat membelah gunung-gunung

🎼 Mazmur Tanggapan
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, Ya Tuhan dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.

Bacaan Kedua
Rm. 9 : 1-5
Pilihan atas Israel

Alleluya…Alleluya…Alleluya….
Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti dan aku mengharapkan FirmanNya

Bacaan Injil
Mat 14 : 22-33
Tenanglah! Aku ini, Jangan Takut!

Homili
Tuhan Yesus tidak hanya mewartakan datangnya Kerajaan Allah, tetapi juga mewujudkan Kerajaan Allah itu juga dalam karya-karyaNya. Yesus mau kita percaya kepadaNya dan hanya berpegang kepadaNya. Pada masa sulit ini (banyak pengangguran, banyak yang tiba-tiba kehilangan segalanya) lebih banyak yang berpaling pada hal yang diluar jalan Tuhan dengan alasan sudah memohon sudah berharap tetapi tidak ada perubahan, tetapi percayalah bahwa kasih Tuhan selamanya dan tidak pernah meninggalkan kita.

Refleksi
Maukah kita tetap bertahan dalam iman, ketika kita berada di dalam penderitaan hidup? Percayalah bahwa kasih Tuhan selamanya dan tidak pernah meninggalkan kita.

Perutusan
Mari pergi, anda dan saya diutus. Amin

(By Sie Komsos)

 

Misa Ke-2 dalam masa Pandemi Covid-19

 

MISA MINGGU BIASA XVIII
GEREJA KELUARGA KUDUS, PAROKI RAWAMANGUN

Minggu, 2 Agustus 2020
Pk. 09.00 WIB

Perayaan Ekaristi dipimpin : Rm. Fajar Himawan MSF
Didampingi :
Rm. Yulius Edyanto MSF
Rm.F.A Eko Hadi Nugroho MSF

Bacaan Pertama :
Yesaya 55:1-3
Bacaan Kedua :
Roma 8 :35, 37-39
Bacaan Injil :
Matius 14 :13-21

Homili
Yesaya 55: 1-3
Oleh karena kasih setia Tuhan, maka Allah mengasihi kita.

Roma 8: 35, 37-39
Tidak ada mahluk yang dpt memisahkan Kasih Kristus terhadap mahluk ciptaan-Nya.

Matius 14: 13-21
Tergeraklah hati Yesus oleh karena belas kasihan, Yesus memberi makan kira-kira kepada 5000 orang pria, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Renungan
Kita diajak Yesus untuk berbelas kasih dengan rela hati kepada sesama, supaya cinta kasih Allah selalu hadir di tengah setiap kehidupan kita.

Bersyukurlah kepada Tuhan apa yang kita miliki. Berbagilah kepada sesama yang membutuhkan sekecil apapun serta melibatkan Allah sehingga tidak terjadi kekurangan.

Perutusan
Mari pergi, kita diutus!

(By Sie Komsos)

Pengumuman Pemenang Doorprize Pesta Emas Rawamangun

 

Anda yang beruntung di doorpize perayaan misa HUT Pesta Emas Paroki Rawamangun

Pemenang Doorprize (Umat yang hadir ke Gereja)

Pemenang Doorprize (Umat Live Streaming)

 

Syarat-syarat pengambilan doorprize :

1. Waktu penukaran doorprize adalah dimulai tanggal 3-8 Agustus 2020.

Ditukarkan di sekretariat paroki pada saat jam kerja hari Senin – Sabtu :
Senin- Kamis pukul 08.00 -15.00
Jumat-Sabtu pukul 08.00-14.00
Dengan Pak Slamet, Ibu Rensi atau Ibu Ayu.

2. Umat yang akan menukarkan doorprize harus menunjukkan salah satu bukti yaitu kartu undangan dari panitia atau undangan virtual misa voucher di mana ada nomor belarasa.

3. Penukaran doorprize untuk pemenang meja altar dari Live Streaming, cukup menyebutkan nama, no HP dan Lingkungan kepada petugas sekretariat.

Salam
Panitia Emas GKK

(By Sie. Komsos)

 

Misa Hari Ulang Tahun Emas Paroki Rawamangun

 

MISA HARI ULANG TAHUN EMAS PAROKI RAWAMANGUN

Dalam masa pandemik covid-19 dgn protokol kesehatan, Puji Tuhan Gereja Katolik Keluarga Kudus Paroki Rawamangun, telah menyelenggarakan kembali Perayaan Ekaristi Perdana dalam rangka Pesta Emas, Hari Ulang TAHUN ke-50, Minggu 26 Juli 2020.

 

Tema : Semakin Beriman Semakin Terbuka
Perayaan Ekaristi dipimpin: Rm. Yulius Edyanto MSF
didampingi : Rm. Ignatius Fajar Himawan MSF dan. Rm. Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho MSF

 

Bacaan I : 1 Raja-raja 3 :5, 7-12
Bacaan II: Roma 8 : 28-30
I n j i l. : Matius 13 :  44-46

Ucapan selamat dari berbagai kelompok dan dari pribadi/sahabat. Demikian pula ucapan Selamat HUT EMAS dari yang mulia Bapak Ignatius Kardinal Suharyo, Keuskupan Agung Jakarta

Pemotongan tumpeng sebagai pelengkap Pesta Emas juga ikut memeriahkan hari bahagia ini.

 

Adapun susunan panitia Hari Ulang Tahun Emas Paroki Rawamangun adalah
Penanggung Jawab : Romo Yulius Edyanto, MSF
Penasehat : Romo Fajar Himawan, MSF; Romo Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho, MSF; Dewan Paroki Harian
Ketua Umum : Oktavianus Hadi Widjaja
Wakil Ketua Bidang Liturgi : Martinus Tagor Sinaga
Wakil Ketua Bidang Acara : Agus Gunawan
Sekretaris : Antonius Waruju Wicaksono
Bendahara Bidang Liturgi : Melinda Tanoto
Bendahara Bidang Acara : Christine Wahyudi
Seksi Acara Puncak : Emanuel Iryadi
Seksi Bakti Sosial Kesehatan : Grace Sancaya
Seksi Makan Siang Natal : Lusi
Seksi Jalan Sehat Keluarga : Handoyo
Seksi Porseni : Vano
Seksi Konsumsi : Paulina Inamorata
Seksi Perlengkapan : Kam Widyatmaka
Seksi Dana : Josaphat Langgeng, Novi Josephine, Eka Santi, Luky Hera
Seksi Dekorasi : Michael Sapta Kartika
Seksi Dokumentasi (Membuat kalender dan Buku Kenangan 50 thn) : Diana Tri Rahayu, Irwin Wijaya, Servatius Setiabudi Gunawan
Seksi Keamanan : Sumarjono

PERAYAAN AKAN USIA ADALAH SEBUAH PENANDA
SEBUAH PENGINGAT APA YANG SUDAH LEWAT, DAN APA YANG AKAN DATANG

50 TAHUN SUDAH PERJALANAN KEBERSAMAAN DALAM PELAYANAN

SELAMAT ULANG TAHUN EMAS GEREJA KELUARGA KUDUS PAROKI RAWAMANGUN….TERUS MENDAYUNG BAHTERA BERSAMA-SAMA

(By Seksi KOMSOS)

Bansos 9 Mei 2020

 

Pandemi Covid-19 memiliki dampak psoitif, seperti ajakan Uskup Ignatius Kardinal Suharyo untuk bisa saling mendukung sesama di sekitar. Paroki Rawamangun mengambil peran dalam memberikan bantuan sosial. Kegiatan Bantuan Sosial dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2020 lalu dengan susunan acara pembagian bantuan karitatif dan bantuan bagi yang terdampak pandemi covid-19 Acara yang merupakan kolaborasi selain Seksi PSE, terdapat Seksi HAAK, DPH dan Romo yang membantu dalam persiapan dan pelaksanaannya, serta Seksi Komsos Paroki Rawamangun. Dalam rangka membantu para penerima bantuan dalam kondisi ini, modifikasi bantuan dilakukan dengan memberikan uang tunai sebesar Rp200.000,- dan sembako sebesar Rp150.000,-. Paket bantuan yang dipersiapkan dan dibagikan sebanyak 700 paket lebih.

Penerima bantuan sosial pun tidak saja dari Umat Paroki Rawamangun tetapi juga para warga dalam lingkup Gereja Keluarga Kudus. Dengan kata lain, bukan saja umat Katolik, melainkan umat agama lain di sekitar jangkauan umat Paroki Rawamangun. Pelaksanaan kegiatan bantuan sosial terdiri dari dua waktu yang berbeda yaitu untuk bantuan karitatif dan umat yang terkena dampak pembagian dilakukan pada pagi hari di ruang Martinus. Bagi warga sekitar dibagikan pada siang hari dengan dikirim ke beberapa lokasi secara langsung.

Dimana Bansos dibagikan dilokasi:
1. Pisangan

2. Jl. Daksinapati Tenggara

3. Perhubungan Tawes

4. Cipinang Kepolisian

5. Cipinang Muara

6. Gading Raya

7. Prumpung

8. FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat)

9. Masyarakat Sekitar Gereja


Kegiatan bantuan sosial sendiri dimulai pk. 09.00 WIB hingga 15.30 WIB dengan tetap berusaha menjaga jarak bagi semua panitia dan peserta penerima bantuan sosial. Semoga pandemi virus corona dapat segera menghilang dan kegiatan seluruh masyarakat dapat berjalan normal dengan cara yang baru. Tetap jaga kesehatan, tetap di rumah dan Tuhan memberkati. (By Sie Komsos).

 

Aku memberikan kamu para gembala

 

– Aku memberikan kamu para gembala –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus menuntut kesadaran ‘gembala baik’ agar mampu menyelamatkan, menghidupkan dan membebaskan.
Adapun kesadaran yang bisa kita lakukan dan maknai supaya kita bisa menjadi ‘gembala baik’, antara lain:

1. Bersyukur
Kesadaran atas karya keselamatan Allah yang terlaksana dalam diri Yesus Kristus mendorong kita untuk BERSYUKUR.

Di sinilah kita diajak menyadari makna teologis yang berakar kuat dalam hidup doa dan olah rohani yang terus menerus dibina.

2. Berbagi
Kesadaran atas karya keselamatan Allah yang universal, menumbuhkan semangat kita untuk BERBAGI ‘terang’.

Di sinilah kita diajak menyadari makna sosiologis, bahwa semua alam semesta dari pelbagai belahan dunia turut mengalami “syalom” karena telah turut diselamatkanNya.

3. Berpeduli
Kesadaran akan universalitas kasih Allah selalu mendorong kita untuk BERPEDULI terhadap alam sekitar.

Di sinilah kita diajak menyadari makna eskatologis, bahwa semua alam semesta dari pelbagai belahan dunia turut mengalami “syalom” karena telah turut diselamatkanNya.

Saudaraku, ‘tiga kesadaran’ ini mengandaikan kita juga sudah ber-refleksi dan ber-instrospeksi, sehingga kita mampu menjawab panggilanNya.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga. Amin.

Aku percaya dan aku mengimani

 

~ Aku percaya dan aku mengimani ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus menyatakan diri-Nya sebagai roti dari surga dan mengundang kita untuk makan daging-Nya dan minum darah-Nya.
Adapun dasar iman Petrus tetap teguh dalam menghadapi keras dan tegasnya ajaran ilahi, antara lain:

1. Pemahaman akan Allah
Iman adalah anugerah Allah yang perlu kita tanggapi dengan pikiran dan hati terbuka.

Di sinilah kita diajak menyesuaikan pikiran, hati dan tindakan seturut kehendakNya. Karenanya kita harus benar-benar MEMAHAMI dan percaya akan Allah yang kita imani.

2. Pengalaman akan Allah
Yesus itu berasal dari Allah, sumber segala kekudusan, sehingga Ia pun pasti kudus, bersatu dengan Roh Kudus dan mampu memberikan hidup kekal.

Di sinilah kita diajak ‘MENGALAMI’ Allah secara personal, lewat hidup doa yang teratur, lewat hidup karya yang mempraktekan kesalehan, sehingga yang ilahi benar-benar dirasakan dan dialami secara nyata.

3. Pengamalan akan Allah
Allah adalah kasih dan maharahim bagi orang yang percaya kepadaNya.

Di sinilah kita diajak MENGAMALKAN kasih dan kerahiman Allah dalam tindakan dan karya nyata.

Saudaraku, semua pemahaman dan pengalaman serta pengamalan mengantar kita pada kesadaran akan Allah yang selalu hadir, mengalir dan bersolider dengan kita dalam suka-duka, tawa-tangis di keseharian hidup

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang taat dan setia pada kehendakNya. Amin.

Korban

 

~ Korban ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, mengajak kita untuk ber-refleksi lebih mendalam tentang Ekaristi.
Adapun tiga karakteristik ilahi dari Ekaristi yang kita maknai, antara lain:

1. Proaktif
Allah kita adalah Allah yang selalu menyapa, PROAKTIF, dan ber-inisiatif.

Di sinilah kita diajak “bangun dan berjalan” mengingat tujuan hidup semata demi Allah.

2. Partisipatif
Allah kita Allah yang menciptakan langit dan bumi.

Di sinilah kita diajak berpikir positif, bersikap sportif dan PARTISIPATIF saat menanggapi sapaan Allah, bertindak produktif seturut kehendakNya dalam keseharian hidup lewat doa, kata, dan karya nyata.

3. Selektif
Allah kita adalah Allah yang fokus pada tindakan dan karya mengasihi lewat Kristus dan dalam Kristus, serta bersama Kristus.

Di sinilah kita diajak mempunyai skala prioritas dalam hidup harian yang terfokus, terarah, teratur dan SELEKTIF, sehingga nama Allah selalu dimuliakan dan jiwa sesama turut diselamatkan.

Saudaraku, apabila kita memiliki tiga karakteristik ilahi ‘Roti Hidup’ ini, maka sudah sepatutnyalah kita bersyukur atas tindakan kasih Allah yang menyehatkan sebab kita semua dibersihkan, dicerahkan, disatukan. Apakah kita sungguh memiliki ‘mata iman’ dan percaya pada kehadiran Kristus dalam Sakramen Ekaristi?

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang berani teratur mengasihi sesama. Amin.

Datanglah kepada Yesus

 

~ Datanglah kepada Yesus ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, kita diajak menyadari dan membarui motivasi sebagai pengikut Kristus yang sejati.
Adapun tanda bahwa kita sungguh sebagai pengikut Kristus yang sejati, antara lain:

1. Martir
Mengikuti Yesus berarti kita siap menjadi MARTIR sebagai tanda kasih kepada-Nya seperti Stefanus.

Di sinilah kita belajar kemartiran dari Yesus yang telah memberikan segalanya bagi kita.

2. Kurban
Tubuh dan DarahNya mengubah dan menguatkan hidup kita, sebab Dia sendirilah yang melakukanNya.

Di sinilah kita pun diajak menyadari bahwa hidup ini semakin berarti bila kita tidak berhenti berbuat baik. Kita memberikan diri sebagai KURBAN agar orang lain memiliki nilai kehidupan.

Saudaraku, percayailah Dia sebagai Kristus dan nikmati hidup yang berarti dan kekal di dalam Dia.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga. Amin.

Pergi dan Bagikanlah

 

~ Pergi dan Bagikanlah ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, sebelum naik ke surga, Yesus minta para muridNya wartakan “Injil kepada segala makhluk.”
Adapun semangat dasar St. Markus ~penulis Injil ~ dalam tugas perutusanNya yang bisa kita maknai, antara lain:

1. Bersiaga
Lambang ‘singa bersayap’ (Markus) ini menggambarkan BERSIAGA penuh keyakinan yang terus menyala.

Di sinilah kita diajak tetap percaya dan bersemangat menjadikan Kristus sebagai pusat hidup yang memberi kuasa dan senantiasa menyertai kita sampai selama-lamanya.

2. Bersahabat
Markus BERSAHABAT dengan para rasul dalam karya pewartaan Injil meskipun dia bukan termasuk bilangan dua belas Rasul Yesus.

Di sinilah kita belajar kerendahan hati dengan rela menyerahkan segala kekhawatiran kita di hadapan Allah, sehingga kita dapat menolong siapa saja tanpa pamrih.

3. Bermanfaat
Kekayaan pengetahuan St. Markus BERMANFAAT untuk mencatat segala ucapan Petrus kepada orang banyak.

Di sinilah kita belajar teladan misi dari St. Markus sebagai “duta damai”

Saudaraku, marilah jadi ‘pembawa pesan Allah’ yang tergerak, bergerak, berarak dari altar perjamuan ke pasar kehidupan dengan membuka diri dan hati yang bersemangat siaga, hidup yang bersahabat, dengan karya yang bermanfaat bagi kemuliaan Allah.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang siap diutus mewartakan Injil dengan penuh sukacita. Amin.

Sehati dan Sejiwa

 

~ Sehati dan Sejiwa ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Roh Kudus menguatkan, menyertai dan mempersatukan tiap orang yang dibaptis dari berbagai suku, bahasa, bangsa dan tanah air. Semua orang berbeda ini jadi ‘sehati dan sejiwa’. Segala milik kepunyaan menjadi milik bersama. Semangat berbela rasa ini patut dihayati para pengikut Kristus yang ‘lahir kembali’.
Adapun makna ‘lahir kembali’ yang terkait erat dengan Paskah Kristus ini bagi kita, antara lain:

1. Mati dan bangkit bersama Kristus
Para pengikut Kristus MATI bersama Kristus dan BANGKIT bersama Kristus.

Di sinilah kita diajak memahami arti ‘mati’ bersama Kristus, yakni mati dari dosa-dosa yang dilakukan setiap saat kehidupan, dalam pikiran, perkataan, perbuatan dan kelalaian, maka kita akan mengalami rahmat penebusan berlimpah dari Kristus yang bangkit.

2. Diarahkan dan dibimbing Roh
Hidup dalam Roh Kudus seperti yang dijanjikan Yesus: ‘Paraclitus’ ~ Sang Penghibur. Roh Kudus bekerja memberi kepenuhan hidup seturut kehendakNya.

Di sinilah kita diajak terus menerus menyadari kehadiran Roh Kudus yang MEMBIMBING dan MENGARAHKAN kita untuk tetap tinggal bersama Dia.

3. Memaknai dan mensyukuri Salib
Tak ada Paskah tanpa Jumat Agung, tak ada kebangkitan tanpa kematian, tak ada kemuliaan tanpa penderitaan: ‘jalan salib’ sebuah ‘via dolorosa’ = ‘jalan dukacita’ yang sekaligus merupakan ‘via spes’ = ‘jalan harapan’ dan ‘via sapientia’ = ‘jalan kebijaksanaan’.

Di sinilah kita diajak memaknai dan mensyukuri kekhasan warisan iman kita yang ilahi sekaligus insani yakni “JALAN SALIB”. Pengalaman ‘salib’ membuat kita semakin dewasa dalam beriman.

Saudaraku, kita dilahirkan kembali karena Roh Allah turut bekerja dalam diri kita masing-masing. Marilah kita terus bekerjasama dengan Roh Allah.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang siap ‘mati dan bangkit’ bersama Kristus. Amin.

Jadilah Saksi Kristus

 

~ Jadilah Saksi Kristus ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, ‘pertobatan radikal’ dibutuhkan agar kita semakin berani bersaksi tentang Kristus yang bangkit.
Adapun dasar seruan perutusan untuk jadi ‘saksi’ Kristus yang bangkit, antara lain:

1. Percayalah
Yesus berkali-kali menampakkan diri kepada para muridNya supaya mereka dikuatkan dan jadi PERCAYA pada Allah.

Di sinilah kita diajarkan teladan iman yang ditandai oleh kenyataan bahwa kita “hidup karena percaya bukan karena melihat”.

2. Pergilah
Yesus mengutus para muridNya untuk ”PERGI” membereskan diri dan keluar dari kemapanan pribadi.

Di sinilah kita diutus untuk pergi bersama Allah yang akan menyertai kita, tanpa merasa lelah mencari persatuan yang makin mendalam dengan Kristus: Jalan, Kebenaran dan Kehidupan.

3. Partisipasilah
Yesus mengutus para muridNya untuk jadi saksi “kabar baik” bagi orang lain.

Di sinilah kita pun diajak ikut serta BERPARTISIPASI secara aktif membantu karya pastoral di tengah dunia.

Saudaraku, marilah kita wartakan Injil dengan hidup nyata sehari-hari yang penuh kasih dan semangat kebangkitan Kristus.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang berani jadi saksi Kristus yang bangkit. Amin.

Tinggallah bersama kami ya Tuhan!

 

Tinggallah bersama kami ya Tuhan!

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus menumbuhkan iman kedua murid saat mengadakan ‘Ekaristi’
Adapun makna pengalaman iman para murid saat di Emaus bagi kita, antara lain:

1. Pemurnian
Dalam perjalanan dari Yerusalem menuju Emaus, dua orang murid berjumpa dengan Yesus. Perjumpaan ini menjadi sebuah PEMURNIAN IMAN. Mereka merasakan karya-karya besar Allah yang dilakukan Yesus sebagai pengajaran penuh kuasa dan wibawa.

Di sinilah kita juga diajarkan bahwa Kristus mau memurnikan iman kita bahwa dunia diselamatkan oleh Dia yang ‘Tersalib’ bukan oleh mereka yang menyalibkanNya.

2. Pencerahan
Perjalanan kedua murid dari Yerusalem ke Emaus merupakan sebuah PENCERAHAN tentang Kristus. Mereka dicerahkan dan dihadapkan kepada sumber-sumber kepercayaan yang sejati.

Di sinilah kita juga diajak ‘berdialog’ dengan sabda Allah agar dicerahkan juga.

3. Penyembuhan
Di Emaus, barulah kedua murid itu mengalami PENYEMBUHAN yakni mengenali siapa sesungguhnya Yesus, ketika “Ia memecah-mecah roti” (Ekaristi). Mereka akhirnya memohon kepada Yesus untuk tinggal bersama mereka, “Mane Nobiscum Domine!” “Tinggallah bersama kami ya Tuhan!”

Di sinilah kita diyakinkan bahwa Ia ‘menyembuhkan’ cacat cela kita, menaklukkan segala yang jahat karena Ia senantiasa menyertai dan bersatu dalam suka duka hidup kita.

Saudaraku, Kristus mendampingi terus menerus perjuangan kita. Dia selalu memurnikan, mencerahkan dan menyembuhkan. Marilah kita melakukan hal yang sama di dalam hidup ini.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang berani melakukan kehendakNya. Amin.