Akulah Roti Hidup

 

– Akulah roti hidup –

Inilah pernyataan Yesus sendiri adalah ‘Roti Hidup’, yang benar-benar makanan dan minuman rohani yang: dipilih, diberkati, dipecah, serta dibagi-bagi untuk kita.
‘Roti Hidup’ sendiri merupakan kiasan atas diri-Nya yang Ia korbankan untuk memberi kehidupan kekal, itulah harga yang harus dibayar agar kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus menyatakan diri-Nya sebagai ‘Roti Hidup’ yang turun dari surga. Kita telah menerima Dia sebagai ‘Roti Hidup’ dalam iman yang memiliki empat dimensi sebagai ‘makanan surgawi’ dalam sakramen Ekaristi, antara lain:

1. Dipilih
Kita adalah sebagai umat beriman pilihan Allah lewat satu pembaptisan dalam Komunitas Umat Beriman yang satu, kudus dan apostolik.

Di sinilah kesadaran awal yang mesti kita syukuri bahwa kita sudah DIPILIH dan dikuduskan di dalam Allah.

2. Diberkati
Dengan makan, kita menjadi “kenyang”, itulah salah satu buah nyata dari makanan.
Dengan menyantap ‘Tubuh Kristus’ dalam Ekaristi, kita juga menjadi “kenyang” sebagai umat yang selalu DIBERKATI oleh tangan-tangan Allah setiap hari.

Di sinilah kita diajak semakin siap untuk mewartakan iman dengan bersemangat sebagai buah dari penerimaan sakramen Ekaristi, dimana Allah sungguh-sungguh hadir untuk kita.

3. Dipecah
Kristus menemukan jalan untuk memperpanjang kasihNya, sehingga selalu bersama kita, yaitu pengalaman “dipecah”, Ia rela menjadi seorang pribadi yang DIPECAH.

Di sinilah Kristus mengajak kita keluar dari karakter egosentris dan dari parameter hati yang tertutup menjadi hati yang terbuka.
Sadar akan berlimpahnya kasih Allah untuk kita, kitapun diajak untuk selalu memuliakan Allah dengan sikap hati dan hidup yang pantas; karena apa yang kita persembahkan di altar juga harus kita bawa dalam pergulatan kehidupan kita setiap hari.

4. Dibagi-bagi
Dengan menerima ‘Tubuh Kristus’ yang DIBAGI-BAGI, kita juga ambil bagian dalam kehidupan Allah yang mau dibagi-bagi dan memberikan diri sebagai ‘makanan’ agar manusia memperoleh tenaga baru dariNya.

Di sinilah kita dipanggil untuk mau berbagi dan membawa hidup serta kasih kepada semakin banyak orang. Penerimaan komuni dalam Ekaristi membawa kekuatan yang luar biasa, karena itu memberi kita kemampuan untuk hidup di dalam Dia sebagaimana Dia hidup dalam kita.

Saudaraku, inilah yang selalu kita kenangkan dalam setiap perayaan Ekaristi, bahwa kitapun siap dipanggil untuk menjadi ‘makanan’ yang siap mengalami empat dimensi: “dipilih, diberkati, dipecah, dan dibagi-bagi di tengah dunia yang penuh dengan aneka ‘kelaparan’.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

(Visited 289 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *