Memelihara Kualitas Hati

 

– Memelihara kualitas hati –

Inilah ciri tindakan orang yang mempunyai kualitas hati yang benar dan baik sebagai ‘pusat kendali internal’, artinya ia mampu menguasai hati untuk menentukan nasib dan masa depan dirinya.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengajak kita masuk ke kedalaman dan pertobatan batin untuk membuka jalan dan membangun kesucian hidup yang benar dan baik, yang dapat menopang keselamatan yaitu hidup yang selalu menanggapi sapaan Allah dalam kasih. Sebab bukan yang datang dari luar yang menajiskan, tetapi yang datang dari dalam hati, dari batin orang.

Adapun beberapa ajaran Kristus yang dapat kita maknai, antara lain:

1. Mengenali hati
Kristus mengajarkan bahwa hati bisa menjadi sumber kebaikan, tetapi juga bisa menjadi sumber kejahatan, “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaan (hati)nya yang baik, dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaan (hati)nya yang jahat”

Di sinilah kita diajak untuk MENGENALI HATI kita. Bagaimana kualitas hati kita, sebab kualitas hati yang meluap melalui kata dan perbuatan yang menjadikan kita layak atau tidak layak di hadapan Allah. Dan hati menjadi medan perjumpaan manusia dengan Allah.

2. Memelihara hati
Kristus mengingatkan bahwa diri kita sendirilah yang menjadi pusat kendali (locus of control) tindakan. Maksudnya kita sendirilah yang mestinya menentukan atau memegang kendali atas apa yang terjadi dengan diri kita, bukan orang lain atau situasi di luar.
Kita sendirilah yang menentukan kualitas hidup, nasib dan masa depan kita.

Di sinilah kita diajak untuk MEMELIHARA KWALITAS HATI kita agar tetap bersih, jernih dan suci:
* Menghindarkan mata dari melihat hal-hal yang buruk, membiasakan diri hanya melihat sisi yang positif dalam setiap pribadi yang dijumpai dan setiap peristiwa yang dialami.
* Menghindarkan telinga dari gosip, dari kata-kata yang kasar dan kotor.
* Melatih pikiran untuk selalu berpikir positif dan menjauhi prasangka buruk. Karena tidak melihat dan mendengar yang buruk hati menjadi suci. Dan dari hati yang bersih meluap keluar melalui mulut kita kata-kata yang baik dan bijak.

Saudaraku, orang yang mempunyai ‘pusat kendali internal’ dalam batinnya, tidak mudah menyalahkan orang lain atau keadaan di luar dirinya apabila ia mengalami pengalaman negatif. Sebab kitalah yang menentukan hidup ini maka marah, dendam, sakit hati, tersinggung, kecewa adalah pilihan dan keputusan kita dan bukan ditentukan oleh orang lain.

Marilah kita menyadari bahwa lebih bermanfaat berpikir, berbicara dan bertindak positif daripada memiliki hati yang sensitif dan mudah tersinggung.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga yang berjuang mengenali dan memelihara kualitas hati tetap suci, baik, benar dan bijak. Amin.

(Visited 26 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *