Tahbisan Imam MSF 2017

 

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” (Yoh 15:16). Itulah motto yang diambil oleh 3 diakon MSF yang Selasa, 18 Juli 2017 ditahbisan menjadi imam oleh Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, Uskup Keuskupan Agung Samarinda. Ketiga imam baru MSF itu adalah Rm. Anastasius Agung Setiawan, MSF; Rm. Paulus Subani, MSF; dan Rm. David Ravaoavy Samianagnadaza, MSF.

Tahbisan imam MSF di Gereja Keluarga Kudus – Skolastikat MSF Yogyakarta ini terasa istimewa, menurut Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang, yang hadir bersama Bapak Kardinal Yulius Darmaadmadja, SJ, karena dua alasan. Pertama, tahbisan ini bersifat internasional, karena bersama dua imam baru MSF dari Propinsi Jawa ditahbiskan juga Rm David yang berasal dari MSF Propinsi Madagaskar. Kedua, tahbisan ini istimewa karena yang ditahbiskan adalah “imam-imam panggilan terlambat” yakni Rm. Agung atau Rm. Tiyok yang sudah berusia 40 tahun, Rm. Subani yang berusia 37 tahun dan Rm. David yang berusia 33 tahun.

Pada sambutannya, Romo Propinsial MSF Jawa, Rm. Wahyu Harjanto MSF, menyampaikan kabar gembira tentang tempat tugas imam baru tersebut. Rm. Tiyok diutus menjadi pastor pembantu (vikaris) di Paroki Keluarga Kudus Parakan, Jawa Tengah. Rm. Bani diutus menjadi pastor pembantu (vikaris) Paroki Santo Petrus dan Paulus Minomartani Yogyakarta. Sedangkan Rm. David melanjutkan tugas dari Propinsial MSF Madagaskar untuk mendalami pastoral keluarga di Pusat Pendampingan Keluarga di Semarang.

Leave a Reply