Romo Yohanes Hardiwiratno MSF in Memoriam

 

Rm. Yohanes Hardiwiratno MSF lahir di Magelang, 7 November 1950. Ia mengikrarkan Kaul religius Pertama sebagai MSF pada 31 Januari 1978. Setelah menjalani studi dan formasi, pada 22 Juli 1983, ia mengikrarkan Kaul Kekal. Tahbisan imamat ia terima pada 25 Juli 1985 di Yogyakarta.

Rm. Hardiwiratno membaktikan dirinya di beberapa tempat tugas: Pastor Rekan di Salatiga (1985), Studi tentang Keluarga dan Perkawinan di Roma – Italia (1986), Komisi Keluarga Keuskupan Agung Semarang (1990), Sekretaris Eksekutif Komisi Keluarga KWI (1995), Asisten III Propinsial MSF (1998), Superior Propinsial MSF Jawa (2001), Asisten I Propinsial MSF (2004), Purna karya dan tinggal di Rumah Purna Karya MSF, Jl. Guntur 20, Semarang (2005).

Rm. Hardiwiratno tersentuh oleh undangan dialog Yesus yang mengajukan sebuah pertanyaan: “Siapakah Aku ini?” (Markus 8:27). Pertanyaan ini Rm. Hardi hayati sepanjang hidupnya. Ia berupaya menjawabnya sejak usia mudanya sebagai MSF. Sabda ini menerangi panggilan hidupnya sebagai biarawan dan imam MSF. Ia menjalin relasi dengan Kristus secara pribadi. Ia menghayati Yesus yang adalah Mesias, taat kepada Bapa di surga. Dalam salah satu tulisannya, ia menegaskan “Meskipun Yesus harus menderita dan mati, Dia tidak gagal. Yesus menang karena Allah mengamini Yesus dengan memuliakanNya dalam kebangitanNya”. Relasi pribadi dengan Yesus ini ia bawa dalam pelayanannya kepada keluarga-keluarga yang penuh tantangan tiada berkesudahan.

Bertahun-tahun ia membaktikan hidupnya kepada Pastoral Keluarga. Di Keuskupan Agung Semarang dan KWI ia membaktikan dirinya untuk keluarga-keluarga. Ia menjumpai keluarga-keluarga secara langsung. Di lain kesempatan, ia juga memberi perhatian kepada mereka lewat tulisan. Dalam salah satu bukunya “Gonajang-Ganjing Keluarga Katolik 2”, ia mengajak para calon pengantin yang akan menikah agar mengenal calonnya masing-masing: kelebihan dan kekurangannya. Ia menyemangati keluarga-keluarga agar berhasil baik dalam pekerjaan dan rumah tangga yang di dalamnya ada orang-orang yang dikasihi: istri dan anak-anak. Ia mendorong mereka agar tidak sekedar kaya dalam harta tetapi kaya juga dalam cinta kasih.

Sejak 2005, kesehatan Rm. Hardi menurun dan ia banyak mengurangi kegiatannya. Pada tahun ini kesehatannya melemah dan di bulan-bulan terakhir ia dirawat di Rumah Sakit Elisabeth Semarang. Beberapa waktu yang lalu ia mendapatkan Sakramen Perminyakan. Pagi ini, Sabtu, 11 November 2017, pukul 09.45, Rm. Yohanes Hardiwiratno dipanggil Tuhan pada usia 67 tahun, di Rumah Sakit Elisabeth – Semarang.

Sekarang Rm. Yohanes Hardiwiratno MSF disemayamkan di Rumah Duka RS Elisabeth – Semarang. Misa Pemberkatan akan diselenggarakan pada hari Sabtu ini, tanggal 11 November 2017, pukul 19.00 di tempat yang sama. Keesokan harinya, Minggu, 12 November, pukul 07.00, Rm. Hardiwiratno akan dibawa ke Biara Nazareth, Yogyakarta. Beliau akan disemayamkan di sana beberapa saat. Misa Requiem akan diselenggarakan di Biara Nazareth, Jl. Kaliurang KM 7,5, hari Minggu, 12 November 2017, pukul 12.00 dan dilanjutkan dengan pemakaman di Sasana Golgota di kompleks yang sama.

Satu dalam doa untuk Rm. Yohanes Hardiwiratno MSF

Sumber: sesawi.net

Leave a Reply