SEMINAR ANGELS & DEMONS

 

Dalam rangka melaksanakan Prokar (Program Kerja) tahun 2020, Kategorial Komunitas Kerahiman Ilahi bersinergi dengan Seksi Pewartaan Gereja Keluarga Kudus Rawamangun telah menyelenggarakan SEMINAR ANGELS & DEMONS, Sabtu, 1 Pebruari 2020 pk. 08.00 – 13.00 oleh Pater Robby Wowor OFM, di Aula Betlehem.

Seminar diawali dengan lagu-lagu pujian, doa pembuka, kata sambutan ketua panitia dan kata sambutan romo paroki. Jumlah peserta berdasarkan daftar absen sebanyak 147 orang.

Materi Seminar :

Dari Lampiran C Katekismus Baru Gereja Katolik (KBGK)

SESI I :

  1. Keberadaan Malaikat-Suatu Kebenaran Iman.
  2. Saiapa Maikat Itu?
  3. Kristus Bersama dengan Malaikat-Nya.
  4. Malaikat di Dalam Kehidupan Gereja.

SESI II :

  1. Jatuhnya Para Malaikat.
  2. Tanya jawab.

Seminar ditutup dengan doa dan berkat romo.

KESIMPULAN

1). Mahluk rohani tanpa badan yang oleh Kitab Suci biasanya dinamakan “Malaikat” (KBGK 328).

2). Sebagai mahluk rohani murni mereka mempunyai akal budi dan kehendak, mereka wujud pribadi dan tidak dapat mati (KBGK 330). Malaikat tidak ada gendernya. Malaikat tidak dapat berkembang biak, karena malaikat diciptakan langsung oleh Tuhan.

3). Kristus ialah pusat dunia malaikat (KBGK 331) “Apabila Anak Manusia Datang dalam kemuliaan-Nya, dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia ……. (Matius. 25:31)

4). Kitab Suci dan Tradisi melihat dalam wujud seorang malaikat yang jatuh, yang dinamakan setan/iblis. Gereja mengajar bahwa ia pada mulanya adalah malaikat baik yang diciptakan Allah (KBGK 391). “Setan dan roh-roh jahat lain menurut kodrat memang diciptakan baik oleh Allah, tetapi mereka menjadi jahat karena kesalahannya sendiri (Konsili Lateran IV: DS 800).

5). Kita mendengar suatu gema dari pembrontakan yang merupakan suatu keputusan bebas roh-roh yang tercipta ini, yang menolak Allah dalam Kerajaan-Nya secara radikal dan tetap, ini dalam apa yang setan katakan kepada nenek moyang kita (KBGK 392). “…….Kamu akan menjadi seperti Allah” (Kejadian 3:5) Setan adalah “Pendosa dari mulanya” (1 Yohnes 3:8) “Bapa segala dusta” (Yohanes 8: 44).

6). Dosa para malaikat itu tidak dapat diampuni. Bagi mereka tidak ada penyesalan sesudah jatuh, sama seperti bagi manusia sesudah kematian (KBGK 393) Karena kesombongannya iblis tidak bertobat datang kepada Tuhan.

7). Setan dan malaikat itu ada dan tidak berkesudahan, namun manusia yang hidup di dunia ini ada batasnya (kematian). Manusia harus mempertanggungjawabkan hidupnya. Apakah kita sanggup? Tanpa bantuan Tuhan manusia lemah, butuh bantuan Tuhan.

8). Rajin berdevosi “Doa Rosario”, “Doa Koronka”, “Baca Kitab Suci” mempunyai peran yang sangat krusial dalam membangun iman umat Katolik. Itu merupakan salah satu media untuk semakin mendekatkan diri kita kepada Tuhan untuk melawan iblis dan antek-anteknya. (By Sie Komsos).

(Visited 23 times, 1 visits today)

Leave a Reply