Misa Minggu 13 September 2020

 

Umat  Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun pada  Minggu, 13 September 2020 yang mengikuti Perayaan Ekaristi Mingguan secara langsung telah mengikuti aturan baru. Aturan baru yang diterapkan selama tiga minggu tetap mendapat respon positif dari umat dengan kehadiran sesuai kuota yang tersedia. Selain dua wilayah yang bertugas yaitu Wilayah Petrus dan Matheus, umat di luar dua wilayah ini pun sudah bisa mengikuti misa sesuai kuota yang masih tersedia dari penetapan Gugus Tugas Kendali Paroki Rawamangun. Pada proses kedatangan yang tetap menjalankan protokol kesehatan, umat tidak menyia-nyiakan kuota yang tersedia. Parkiran mobil dan motor dipenuhi oleh kendaraan dari umat yang menghadiri Perayaan Ekaristi Mingguan ini. Gugus Tugas Kendali pun mendesain aturan tempat duduk dengan memberi jarak 1 baris kursi kosong. Hal ini membuat para umat yang menghadiri perayaan dengan penuh khidmat dan merasa nyaman dari pemberian jarak yang sesuai dengan protokol kesehatan selama menjalani Perayaan Ekaristi Mingguan.
Setelah pemberitahuan protokol kesehatan dilaksanakan, tepat pukul 09.00 WIB Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Yulius Edyanto, MSF dan didampingi oleh Romo F.A. Eko Hadi Nugroho, MSF pun dimulai. Lewat homili yang dibawakan oleh Romo F.A. Eko Hadi Nugroho, MSF kita semua diingatkan mengenai pengampunan terhadap sesama sebagai wujud kasih. Injil Matius 18:21-35 yang menjadi dasar dari homili minggu ini, mengingatkan untuk bisa mengampuni tiada batas seperti kasih Allah yang juga tiada henti kita alami. Pengampunan yang kita berikan baik bagi sendiri maupun orang lain pun memperbaiki hubungan kita dengan Allah, Tuhan kita. Sebab pengampunan berarti juga suatu proses untuk kita disembuhkan hubungannya dengan orang lain walau tidak bisa mengubah masa lalu kita. Jika kita membatasi diri dalam pengampunan, sebenarnya kita membawa beban dan berpikir bahwa kita bisa membawanya tanpa bantuan Tuhan. Padahal beban menutup kasih dan pertolongan Tuhan serta diajak selalu menjadi manusia yang bahagia dan sempurna. Seperti Allah yang sempurna dan penuh kasih, kita diajak menjadi sempurna, bersuka cita dan selalu penuh kasih serta mendapat buah-buah pengampunan. Melalui Roh Allah yang ada pada kita, kita diharapkan bisa menghadirkan kasih Allah dengan pengampunan dan penuh khidmat menjalani kehendak-Nya dalam hidup kita sehari- hari.
Mari kita bersama menjadi perpanjangan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam situasi penerapan PSBB di Jakarta. Agar kita bisa mengendalikan diri dan peduli dengan kesehatan serta keselamatan orang di sekeliling kita, sehingga bisa menimimalisasi penyebaran pandemi Covid-19. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (By Sie Komsos)
(Visited 7 times, 2 visits today)

Leave a Reply