Citra Allah

 

– Citra Allah –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, kita dipanggil untuk menjadi saksi kebangkitan Kristus kepada sesama dengan hidup kita yang nyata sebagai ‘citra Allah’ yakni mampu berbuat baik kepada sesama dan rela berkurban demi kebaikan mereka.
Adapun beberapa keutamaan yang bisa kita timba dari dua figur orang beriman yakni St. Filipus dan Yakobus yang siap menjadi ‘citra Allah’ ini, antara lain:

1. Perantara
Filipus berasal dari Betsaida dekat Danau Galilea. Ketika salah satu temannya, Natanael yang terpelajar dan suka berdebat banyak meragukan pengenalannya akan Mesias, maka ia langsung mempertemukannya kepada Yesus: “Mari dan lihatlah!” (Yoh 1:47).
Itulah karakter dasar Filipus menjadi PERANTARA antara Yesus dan orang-orang Yahudi.

Yakobus dijuluki Yakobus Muda, anak Alfeus dan Maria dari Galilea. Ia ikut serta dalam peristiwa-peristiwa penting hidup Yesus, seperti perjalanan ke Yerusalem, perjamuan malam terakhir dan penangkapan-Nya di Getsemani.
Di Galilea, ia juga menjadi saksi penampakan Yesus yang bangkit, menyusul perutusannya sebagai rasul.
Di Yerusalem pun ia berada bersama para murid ketika Yesus terangkat ke surga. Setelah ia turut hadir dalam pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta, ia semakin banyak mengantar orang di Yerusalem dan Persia untuk mengenal Yesus.
Ketika Paulus ditangkap di Yerusalem dan minta diadili di Roma, Yakobuslah yang menjadi perantara Paulus sampai ke Roma.

Di sinilah kita diajak untuk mengantar semakin banyak orang kepada Yesus.

2. Pembela
Filipus adalah orang ke-3 yang dipilih untuk mengikuti Yesus, setelah Andreas dan Simon Petrus.
Yakobus adalah Uskup Yerusalem yang pertama, setelah Yesus wafat dan bangkit. Paulus menyebut Yakobus sebagai ‘soko guru’ umat beriman. Mereka berdua sama-sama berani membela iman dan mati sebagai martir karena imannya, tidak takut sengsara dan berdukalara.

Di sinilah kita diajak untuk berani menjadi PEMBELA dan saksi kebangkitan Kristus dengan hidup kita yang nyata. Karena semangat kebangkitan-Nya itu ada di dalam kita, sehingga kita mampu berbuat baik kepada sesama, rela berkurban demi kebaikan sesama.

3. Penggembala
Filipus menjadi gembala dan mewartakan Injil di Perancis, Rusia Selatan, Asia Kecil dan India.
Yakobus menjadi gembala dan mewartakan Injil di Persia.

Di sinilah kita diajak untuk menyadari bahwa panggilan sejati seorang PENGGEMBALA:
> bukan popularitas tapi loyalitas
> bukan ketenaran tapi persaudaraan
> bukan melulu perkataan tapi lebih pada teladan hidup dalam keseharian.

Saudaraku, seperti Filipus dan Yakobus yang berdoa bersama kita, marilah kita saling ‘mendoakan’ dan ‘menguatkan’ sesama setiap hari.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

(Visited 301 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *