Allah selalu lebih besar

 

– Allah selalu lebih besar –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mempertunjukkan kuasa Ilahi dengan mengusir, mengalahkan iblis.
Adapun tiga sikap dasar agar kita dapat mengusir dan mengalahkan kuasa iblis, antara lain:

1. Bersatu
BERSATU-ERAT dalam iman dan kasih dengan kuasa Ilahi yang lebih kuasa dari segalanya, sehingga kita mampu bertahan dan tak perlu takut dengan kuasa apapun.

Di sinilah kita diajak membina relasi yang intim secara personal dengan Kristus dan ‘merapatkan barisan’ mulai dari keluarga dan umat beriman, sehingga tidak mudah terpecah tapi benar-benar bersatu dalam iman, harapan dan kasih.

2. Bertobat
BERTOBAT, kembali dekat dan akrab dengan Allah, sehingga tak ada lagi tempat kosong buat roh jahat.

Di sinilah kita diajak mawas diri dan sadar diri untuk menjernihkan hati agar lebih peka pada kehendakNya.

3. Berpihak
BERPIHAK pada Kristus sepenuh hati, dengan sikap tegas tanpa kompromi.

Di sinilah kita diajak menyerahkan diri seutuhnya pada kuasa Ilahi dan Roh Kudus.

Saudaraku, tetaplah bersatu dengan kuasa Ilahi, teruslah bertobat dengan mawas diri dan tegaslah berpihak pada Roh Kudus sepenuhnya.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang tekun berjuang tetap tinggal bersama Allah. Amin.

Bergembiralah

 

– Bergembiralah –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengajak ‘bergembira’ seperti ‘Maria dan Marta’ saat Ia berkunjung.
Adapun tiga sikap dasar agar slalu ‘bergembira’ saat Kristus berkunjung, antara lain:

1. Keakraban
KEAKRABAN memperlihatkan adanya relasi yang terus dibina antara doa (Maria) dan karya (Marta), sehingga Allah yang sesungguhnya dekat dapat dirasakan kehadiranNya.

Di sinilah kita diajak terus berusaha mengalami kehadiran Allah, dalam doa dan karya.

2. Keseimbangan
KESEIMBANGAN menunjukkan skala prioritas di tengah rutinitas hidup doa dan karya.

Di sinilah kita diajak terus bertekun bukan melulu “sibuk untuk Tuhan” dengan pelbagai karya seperti Marta, tetapi terutama kita juga diajak “sibuk dengan Tuhan” seperti Maria lewat pelbagai doa dan perjumpaan pribadi dengan Tuhan.

3. Keanekaragaman
KEANEKA-RAGAMAN dalam karisma diharapkan bisa saling melengkapi.

Di sinilah kita diajak bersikap bijak dalam upaya mempersatukan antara doa Maria dengan karya Marta, agar keduanya dilakukan dengan gembira dan saling menyucikan hati kita.

Saudaraku, marilah setiap hari kita berdoa, mohon penyertaan, kekuatan dan hikmat Allah; dan berkarya dengan baik, selesaikan tugas dan tanggung jawab dengan gembira, maka berkat berkelimpahan akan selalu menyertai kita.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang ingin gembira dalam doa dan karya. Amin.

Hamba Allah

 

– 6 –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, fokus pengajaran Kristus adalah prinsip hidup pelayanan seorang ‘hamba.’
Adapun prinsip hidup pelayanan seorang ‘hamba’ yang kita maknai, antara lain:

1. Mengasihi
Kristus mengajak para murid untuk saling MENGASIHI, karena Allah juga terlebih dulu sudah mengasihi kita.

Di sinilah kita diajak mewujudkan kasih pada Allah dan sesama dalam karya yang murah hati, ucapan yang memberkati, dan doa yang sepenuh hati.

2. Melayani
Kristus mengajarkan para murid siap untuk MELAYANI, bukan dilayani.

Di sinilah kita diajak siap melayani Allah dan sesama terlebih bagi para ‘korban tersalib’ di tengah dunia yang terluka, dengan tulus tanpa pamrih sebagai hamba yang ‘tidak berguna’, siap melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

3. Mengampuni
Kristus mengajarkan para murid siap untuk selalu MENGAMPUNI sesama.

Di sinilah kita diajarkan semangat berbelas kasih terhadap sesama dengan penuh kerendahan hati.
Bunda Teresa dari Kalkuta pernah memberi nasehat:
“Apabila kebaikanmu diabaikan, apabila orang lain salah paham atau mencurigai dan berpikir buruk tentang perbuatan baikmu, tetaplah berbuat baik….”
Itulah keutamaan kristiani yang membawa kebahagiaan sejati karena kita semua sejatinya adalah ‘hamba’, yang selalu berjuang setiap hari.

Saudaraku, sudah selayaknya kita memiliki prinsip hidup pelayanan seorang ‘hamba’ yang mengasihi, melayani dan mengampuni, karena sesungguhnya kita ini berhutang kebaikan kepada Allah atas semua berkatNya setiap hari.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga sebagai hamba Allah yang siap melayani dengan taat-setia dan rendah hati. Amin.

Aku mengutus kamu

 

– Aku mengutus kamu –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus menegaskan seorang ‘utusan’ = ‘mitra karya’ membutuhkan kesiapan, komitmen, kepasrahan, kesungguhan hati mencintaiNya lebih dari segala keterikatan duniawi.
Adapun tiga sikap dasar sebagai ‘utusan’ yang sampai saat ini masih dibutuhkan dalam kehidupan Umat beriman, antara lain:

1. Berbagi
Semangat BERBAGI kehangatan dan kasih terhadap sesama.

Di sinilah kita diajak mewujudkan ‘kebajikan’: sikap hidup, tingkah laku, dan tutur kata yang baik dimanapun.

2. Berjuang
Semangat BERJUANG membawa pesan damai dan sejahtera bagi sesama.

Di sinilah kita diajak mewartakan Injil yang penuh ‘kedamaian’: sapaan, penyembuhan dan amal kasih.

3. Bersaksi
Semangat BERSAKSI keteladanan iman kepada keluarga dan sesama.

Di sinilah kita diajak menunjukkan ‘model’: ketabahan, keberanian, dan kegigihan sebagai ‘utusan’ di tengah dinamika kehidupan ini.

Saudaraku, marilah kita menjawab panggilan perutusanNya ini dengan berbagi kehangatan dan kasih, serta berjuang demi terciptanya damai sejahtera, serta bersaksi dengan sikap dan keteladanan iman.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria senantiasa menyertai kita sekeluarga dalam mewujudkan panggilan dan perutusan-Nya. Amin.

Jadwal Prodiakon 2019

 

Agustus 2019

 

September 2019

 

Oktober 2019

Kerendahan hati

 

– Kerendahan hati –

Inilah keutamaan dasar yang mengarah pada _ kesempurnaan dan kekudusan.
Pada hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan Pesta Santa Theresia dari Kanak- kanak Yesus. Ia pernah mengatakan bahwa kesediaan kita untuk menerima kesalahan dengan semangat Kristiani, bisa dipastikan kita menjadi ‘rendah hati’.
Kerendahan hati adalah langkah pertama dan langkah seterusnya untuk mencapai kesempurnaan kasih kepada Allah dan sesama.
Bunda Maria adalah contoh yang sempurna tentang kerendahan hati dan kesempurnaan kasih.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengajarkan kerendahan hati lewat teladan sifat-sifat ‘anak kecil’, yang dapat kita teladani, antara lain:

1. Percaya
Ia PERCAYA kepada bapa, apapun situasinya.

Di sinilah kita belajar percaya total
kepada Allah Bapa yang menjaga dan melindungi kita.

2. Patuh
Ia PATUH kepada bapa, apapun yang diajarkan tanpa pernah mendebat.

Di sinilah kita belajar patuh taat pada Sabda Allah, meski terkadang berat untuk dilaksanakan.

3. Pasrah
Ia PASRAH pada bapa, apapun yang diberikan diterima sepenuhnya.

Di sinilah kita belajar pasrah total pada anugerah Allah yang berkuasa mengubah dan membentuk kita seturut kehendakNya.

Saudaraku, semoga St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus menjadi inspirator kita untuk bersikap rendah hati mengikuti jalan kekudusannya setiap hari dengan terus belajar percaya, patuh dan pasrah seperti Bunda Maria.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang menjadi lebih rendah hati. Amin.

Iman Sejati

 

– Iman Sejati –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengajarkan bagaimana seharusnya sikap kita terhadap harta duniawi dan Allah.
Adapun ciri-ciri orang yang memiliki ‘iman sejati,’ antara lain:

1. Berbagi
BERBAGI kehidupan dengan iklas dengan membagikan kasih kepada sesama.

Di sinilah kita diajak menyamakan kasih kepada Allah (“Yang Ilahi”) dengan kasih yang dibagikan kepada sesama (“yang insani”).

2. Berharap
BERHARAP pertolongan dengan tulus dan mengandalkan Allah yang menolong derita hati kita.

Di sinilah kita bersama Lazarus yang miskin, diajak terus berharap dan mengandalkan Allah karena Ia tidak pernah membiarkan derita hati terus mendera hidup kita.

3. Berbakti
BERBAKTI hanya bagi kemuliaan Allah, karena kita adalah mahluk rohani dalam perjalanan insani.

Di sinilah kita diajarkan kedalaman hidup iman untuk menghormati dan memuji, serta mengabdi Allah.

Saudaraku, kisah Lazarus miskin dan orang kaya ini mengajak kita memiliki ‘iman sejati’ dengan berbagi, berharap dan berbakti hanya bagi kemuliaan Allah.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus selalu menyertai kita sekeluarga yang terus berupaya memiliki ‘iman sejati’. Amin.

Putera Allah

 

– Putera Allah –
Inilah ‘identitas Yesus’.

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus melarang para muridNya memberitahu identitasNya sebagai “Putera Allah”, kepada siapapun.
Adapun harapan dan makna dari larangan memberitahu identitasNya sebagai “Putera Allah” ini, antara lain:

1. PengenalanNya
Dalam PENGENALAN diriNya, Yesus selalu mengingatkan pentingnya ‘dimensi iman’ yang berpola salib yakni: ‘vertikal-personal’ kepada yang ‘ilahi’, sekaligus ‘horisontal-komunal’ kepada yang ‘insani’.

Di sinilah Yesus berharap, kita sebagai muridNya memiliki relasi personal baik dengan Allah maupun dengan sesama dalam suatu kebersamaan.

2. PengalamanNya
Dalam PENGALAMAN suka-duka dan tawa-tangis bersama para muridNya, Yesus selalu mewujudkan kasihNya.

Di sinilah Yesus berharap kita sebagai muridNya akan mengalami ‘keindahan’ pada saatnya nanti, berkat dari suatu kepercayaan.

3. PenyalibanNya
Dalam PENYALIBANNYA,_ yakni saat kehadiranNya “ditolak, dihina dan disalibkan”, merupakan ‘jalan’ mengenali pribadiNya secara utuh.

Di sinilah Yesus berharap, kita sebagai muridNya menyadari akan kehadiranNya yang meneguhkan di balik setiap ‘salib kehidupan’ yang membimbing kita pada keselamatan.

Saudaraku, marilah kita menghayati ‘makna’ dari kebersamaan, kepercayaan dan keselamatan ini secara mendalam sebagai murid Kristus agar kita kelak dibangkitkan bersama Dia, Putera Allah.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga sebagai muridNya. Amin

Perutusan

 

– Perutusan –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengutus para muridNya mewartakan Injil kerajaan Allah.
Adapun tiga tugas perutusan para murid yang dapat kita maknai, antara lain:

1. Melakukan
Para murid diutus MELAKUKAN pelayanan kepada semua orang seturut kehendakNya.

Di sinilah kita diajarkan kesiap sediaan melayani dengan taat, iklas dan setia sampai akhir.

2. Mewartakan
Para murid diutus MEWARTAKAN Injil Kerajaan Allah sebagai ‘misi utamaNya’, dengan tujuan hanya untuk menyenangkan hati Allah.

Di sinilah kita diajarkan ketulusan dan keiklasan untuk dibimbing oleh kuasa-Nya yang dapat menyembuhkan dan mengusir setan.

3. Mengandalkan
Para murid diutus MENGANDALKAN pada kuasa dan pemeliharaan Allah.

Di sinilah kita diajarkan kepasrahan dengan mengosongkan diri agar tetap ‘fokus’ pada tujuan utama misi perutusanNya.

Saudaraku, sudah selayaknya kita melakukan apa yang menyenangkan hati Allah, yakni: taat setia melayani, tulus iklas mewartakan, dan percaya pasrah mengandalkan kuasaNya agar kita tetap ‘fokus’ pada tujuan utama misi perutusanNya sampai akhir.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga dalam menjalankan tugas perutusanNya sampai akhir. Amin

Biar Terangmu Bersinar

 

– Biar Terangmu Bersinar –

Inilah perutusan menjadi ‘terang’ yang menyinari sekitarnya.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengajarkan perumpamaan tentang ‘cahaya pelita’ yang mengajak kita untuk terus bersaksi dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik yang menerangi orang sekitarnya.
Adapun dua sikap dasar yang harus dimiliki agar kita dapat menerangi orang sekitar seperti yang dimaksud dalam perumpamaan ‘cahaya pelita’ ini, antara lain:

1. Komitmen
Yesus menghendaki para murid mempunyai KOMITMEN menerima Kristus Sang Terang sebagai ‘Juru Selamat’ dan hidup baru dalam pertobatan, serta siap diutus mewartakan Sang Terang yang telah berkarya dan bercahaya dalam hati, sebagai muridNya.

Di sinilah Yesus menuntut kita memiliki sikap rendahan hati untuk bersaksi tentang Sang Terang pada dunia, meskipun ada banyak rintangan dan tantangan.

2. Konsisten
Yesus menghendaki para murid KONSISTEN memancarkan ‘cahaya’ agar dapat dirasakan dan dialami banyak orang.

Di sinilah Yesus menuntut kita memiliki sikap keterbukaan hati untuk berani secara terus-menerus menjadi berkat, yang memancarkan ‘cahaya’ bagi orang di sekitar, terutama mereka yang berjalan dalam lembah kegelapan dan persoalan yang menekan hidupnya.

Saudaraku, Kristus sangat mengasihi kita dan kita tak pernah dibiarkan sendiri. Roh Kudus akan selalu menyertai dan membantu kita agar tetap bercahaya dan menerangi orang-orang yang membutuhkan, karena untuk itu kita diutus.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menerangi hati kita sekeluarga. Amin.

Ikutilah Aku

 

– Ikutilah Aku –

Inilah inisiatif Kristus yang hadir menyapa hati kita lebih dulu di tengah segala kesibukan dan kerja harian. Sapaan sekaligus ajakan Kristus ini menanti tanggapan positif dari kita untuk mengikuti panggilanNya.

Pada hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan Pesta St. Matius, Rasul. Matius lahir pada abad pertama, ia dikenal sebagai salah seorang pemungut cukai dan merupakan salah satu dari keduabelas orang yang dipanggil Yesus untuk menjadi rasul. Ia juga dikenal dengan nama Lewi, anak Alfeus.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus memilih dan memanggil para muridNya dari orang yang sederhana, karena untuk menjadi suci itu sebenarnya berarti menjadi lebih manusiawi, punya rasa perasaaan insani yang disadari dan disyukuri sebagai ‘anugerah’ dari Allah.
Adapun tiga semangat dasar dalam mengikuti panggilan Kristus yang perlu kita maknai, sadari dan syukuri sebagai anugerah Allah, antara lain:

1. Kebebasan
Hati Yesus BEBAS BERGAUL dan bersahabat dengan setiap orang, karena hatiNya penuh dengan cinta kasih dan keterbukaan. Inilah ‘kebenaran Allah’ yang menjadikan hati kita ‘peka’ mengikuti panggilanNya.

Di sinilah kita diajarkan bahwa antara iman dan akal, hati dan budi, roh jahat dan roh baik, selalu bertanding dan bersanding, sehingga mutlak diperlukan sikap ‘kebebasan hati’ sebagai anak-anak Allah sejati.

2. Kesetaraan
Yesus berkenan untuk menyapa, memanggil dan mengundang makan semua orang di meja perjamuan yang sama dalam suasana kebersamaan dan KESETARAAN.

Di sinilah kita diajarkan untuk menerima semua orang apa adanya, apapun situasi dan keadaannya dengan sikap rendah hati, tidak ada yang merasa lebih tinggi atau rendah.

3. Kebajikan
Yesus melayani semua orang dengan tulus iklas tanpa pamrih dalam tindakan, perkataan dan perbuatan, sehingga mereka merasa berbahagia dan dapat berkembang, baik secara rohani maupun jasmani.

Di sinilah kita diajarkan KEBAJIKAN tanpa perhitungan untung dan ruginya dalam pelayanan yang diberikan.

Saudaraku, Kristus tidak memilih orang yang sempurna tapi orang yang sederhana dan berdosa untuk diselamatkan. Ia menghendaki belas kasihan dan bukan persembahan. Ia tidak memanggil orang benar, melainkan orang berdosa. Marilah kita hidup sepadan dengan panggilan kita masing-masing.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga dalam mengikuti panggilanNya. Amin.

Kesombongan

 

– Kesombongan –

Inilah ‘akar’ dari segala dosa yang bisa membunuh jiwa.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengecam kesombongan kaum Farisi dan para ahli Taurat yang menolak tawaran kasih Allah.
Adapun sikap dasar yang kita butuhkan untuk mengatasi kesombongan, antara lain:

1. Keterbukaan hati
KETERBUKAAN HATI menerima kuasa rahmatNya agar kita mampu mendengarkan Sabda Allah dengan iman dan kesiapsediaan mematuhi perintahNya.

Di sinilah kita diajak untuk membuka mata, telinga hati dan mengakui penyelenggaraan ilahi, serta menerima tawaran kasih Allah.

2. Kerendahan hati
KERENDAHAN HATI menghargai dan menerima tawaran-tawaran kebaikan dalam kebersamaan hidup dengan sesama, sehingga hidup kita menjadi berarti bagi sesama.

Di sinilah kita diajak untuk memiliki suatu prinsip hidup bersama, yakni supaya kita sama-sama membangun ‘tubuh mistik’ Kristus. Ini berarti kita harus menyingkirkan segala kepentingan pribadi, demi hidup bersama sebagai keluarga Allah: hidup rukun, damai, saling memaafkan, saling membantu dengan ikatan kasih dan persaudaraan.

Saudaraku, marilah kita terus membuka hati terhadap tawaran kasih Allah agar kita menjadi manusia rendah hati, yang mau mawas diri, menyadari diri dan mau belajar dari orang lain.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga yang selalu mengusahakan kepentingan bersama. Amin.

Tuhan yang menyelenggarakan

 

– Tuhan yang menyelenggarakan –

Inilah semangat iman kepercayaan yang menjadi dasar dan memacu seseorang untuk berbuat sesuatu yang lebih berguna bagi sesamanya.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mau mengajarkan dasar kesembuhan ilahi melalui ‘iman’ yang dimiliki seorang perwira Romawi.
Ia percaya ‘cukup satu kata dari Yesus dan mujizat kesembuhan-pun terjadi!’ Karenanya, Yesus berkata: “Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun diantara orang Israel!”
Adapun semangat iman perwira Romawi yang patut kita teladani, antara lain:

1. Kepedulian
Perwira ini dengan KEPEDULIANNYA mohon kesembuhan kepada Yesus bagi hambanya yang sakit.

Di sinilah kita diajarkan teladan kebaikan hati tanpa memandang kedudukannya.

2. Kerelaan
Perwira ini membuktikan KERELAAN dengan tindakan nyata.

Di sinilah kita diajarkan teladan kesungguhan hati untuk menolong tanpa pamrih.

3. Kerendahan hati
Perwira ini dengan RENDAH HATI menyadari keberdosaannya di hadapan Yesus.

Di sinilah kita diajarkan teladan ketulusan hati dan ‘merasa tak layak’ menerima Yesus.

4. Kepercayaan
Perwira ini dengan KEPERCAYAAN pada otoritas Yesus atas penyakit, meyakini perintahNya pasti ditaati oleh para malaikat.

Di sinilah kita diajarkan teladan ‘iman’ yang ‘melihat’ Yesus sebagai jenderal besar agung Kerajaan Allah yang berkuasa mutlak atas segala penyakit.

Saudaraku, iman itu harus sepenuh hati tidak bisa hanya setengah-setengah.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga yang terus berupaya memiliki ‘iman’ kepada Yesus yang menyelamatkan dengan sepenuh hati. Amin.

Dari lubuk hati yang paling dalam

 

– Dari lubuk hati yang paling dalam –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus minta kita tetap bertekun dan sepenuh hati mengikuti ‘jalan’ yang diajarkan Kristus berdasarkan sabdaNya: “Keluarkanlah dulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
Adapun tiga jalan yang diajarkan Kristus supaya kita menjadi suci dan mendapatkan berkat ilahi, antara lain:

1. Jalan kebaikan
Kerapkali kita cenderung mudah menjadi “hakim” dan seenaknya men-“cap” orang lain dan lupa kalau itu bisa menyakitkan hati orang lain.

Di sinilah kita diajarkan ‘JALAN KEBAIKAN’ agar berpikir baik tentang orang lain dan belajar berhati-hati, tidak cepat menghakimi, tidak selalu menuduh tapi belajar memahami, maka dari lubuk hati kita terdalam akan terpancar aura positif.

2. Jalan pemurnian
Kerapkali kita lupa “bercermin pada tengkuk sendiri” dan cenderung “mencari kutu di kepala orang lain”.

Di sinilah kita diajarkan ‘JALAN PEMURNIAN’ agar kita menjadi pribadi orang beriman yang reflektif, instrospektif dan afektif yang berhati tulus, murni dan asli.

3. Jalan persatuan
Kerapkali kita suka ‘menyakiti’ dan ‘melukai’ hati sesama di tengah pergulatan hidup ini.

Di sinilah kita diajarkan ‘JALAN PERSATUAN’ untuk mempersatukan hidup dan segala pergulatan kita dengan kemurahan hatiNya yang selalu memberkati dengan sikap dan ucapan, tidak mudah menyakiti, selalu mengasihi dengan tindakan nyata dan tidak mudah melukai.

Saudaraku, semoga melalui tiga jalan ini hidup kita semakin ‘damai’ karena berdamai dengan orang lain sesungguhnya bukan saja demi orang itu, tetapi sebaliknya, demi kebaikan diri kita sendiri: supaya kita juga berdamai dengan Allah dan mampu selalu bersyukur.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga yang terus berjuang dengan rendah hati untuk hidup rukun dan damai. Amin.