Kerukunan dan Toleransi dalam Buka Puasa Bersama dengan Nuansa Ke-Bhinnekaan

 

Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat adalah tema tahun 2019 dari Keuskupan Agung Jakarta yang menjadi dasar acara buka puasa bersama yang diadakan pada hari Jumat 17 Mei 2019 di Paroki Rawamangun. Acara tersebut adalah bentuk nyata semangat toleransi, kerukunan dan keharmonisan umat serta perpaduan dari berbagai suku dan agama di Gereja Keluarga Kudus dan luar Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun.

Tamu undangan yang hadir kurang lebih 280 orang baik umat Paroki Rawamangun, maupun diluar umat Paroki Rawamangun yang non Katolik, antara lain bapak Ompu Kasie Kesra sebagai wakil Camat Pulogadung, bapak Erikson Delyno sebagai wakil Lurah Rawamangun, bapak Haryono sebagai wakil FKUB Jakarta Timur, bapak Pelda Sudargo sebagai wakil Danramil, bapak Aiptu Trio sebagai wakil dari Kapolsek, dan bapak Bambang sebagai wakil dari HAAK Dekenat Timur.

Acara ini dibuka dengan doa yang dipimpin oleh bapak Maruli kemudian kata sambutan dari bapak Nicholas Widiyatmoko selaku ketua Panitia acara Buka Puasa Bersama dan ketua Seksi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK), dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Romo Yulius Edyanto, MSF selaku Romo Kepala Paroki Rawamangun serta kata sambutan dari perwakilan bapak Camat Pulogadung. Setelah itu narasumber Dr. Phllips J. Vermonte memberi motivasi yang menginspirasi para undangan yang hadir untuk hidup rukun dan toleransi antar umat beragama, karena kita adalah bangsa Indonesia yang selama ini hidup dalam Ke-Bhinnekaan. Dimana Persatuan dan kesatuan harus dijaga dan dipertahankan sebagai satu bangsa Indonesia.

 

Adapun acara tersebut dimeriahkan oleh Marawis Iweng dan Musik Jalanan Center, serta Varid Wahyu Dwi Peristiawan, Putera dari Alm. Mbah Surip dimana membuat acara semakin religius dan semarak.

Saat berbuka, diawali doa yang dipimpin oleh bapak Safari dan para tamu undangan menyantap takjil yang telah disediakan panitia. Kemudian acara dilanjutkan dengan Sholat Maghrib di tempat yang telah disediakan panitia. Setelah selesai Sholat Maghrib tamu undangan makan malam bersama secara prasmanan yang diiringi oleh music dari Marawis Iweng dan Musik Jalanan Center.

Tamu yang hadir begitu terhanyut dalam suasana bahagiaan dan kebersamaan acara buka puasa tersebut. Semoga acara ini dapat mempererat persaudaraan diantara umat beragama yang berbeda suku dan latar belakang kehidupan di negara kita Indonesia tercinta. Tidak lupa panitia menyediakan cinderamata bagi para tamu undangan.
Salam Persaudaraan. (By Sie. Komsos)

BERANI AMBIL RESIKO DEMI JANJI TUHAN

 

Seksi Panggilan mengadakan Misa Minggu Panggilan ke 56 tahun 2019, pada tanggal 12 Mei 2019 bersama dengan 4 Konggregasi yaitu ; MSF sebagai tuan rumah, Projo, OFM, PRR) dengan tema dari serikat kepausan: “BERANI AMBIL RESIKO DEMI JANJI TUHAN”.

Acara diawali dengan Perarakan, Misa yang dipimpin oleh Rm. Yohanes Sutrisno, MSF.
Tamu : Frater Bayu, Pr (Putra Paroki Rawamangun)
Koor dari Frater Ordo OFM, Suster PRR dan Paguter Paroki Rawamangun.
Lektor I oleh Vanka (Misdinar),
Lektor II oleh Evan (Misdinar),
Pemazmur oleh Nanda (Misdinar),
Pembawa persembahan oleh: 3 Suster Cilik (Ayu, Aya, Tyas) serta 4 Romo Cilik (Tian, Piu, Pierre dan Ben)

Homili : dibawakan Oleh Rm. Trisno, MSF berkolaborasi dengan Fr. Bayu Pr dan diakhiri menyanyikan Duet lagu : “Panggilanku”.  Inti dari Homili : Semua Panggilan hidup kita di dunia selalu dalam Proses, proses itu akan berhenti kita kita pulang kembali kepangkuan Bapa di Surga.

Sebelum berkat penutup ada tarian dari anak-anak yang memakai jubah Romo dan Suster Cilik diiringi lagu “Dengar Dia Panggil Nama Saya” (Tarian ini di ajar oleh Mbak Tika).

Setelah misa dilanjutkan dengan berfoto bersama di altar dan Photo Booth di teras gereja.

Semoga benih panggilan Hidup Bhakti dalam bertumbuh subur dalam hati anak-anak, sehingga ditahun-tahun mendatang ada yang mendaftar masuk seminari dan biara.

Seksi Panggilan Paroki Keluarga Kudus, Rawamangun mengucapkan banyak terimakasih kepada Romo Yulius Edyanto, MSF selaku Pastor Kepala, Rm. Sutrisno, MSF, Dewan Paroki serta Seksi-seksi terkait atas kerjasamanya sehingga acara dapat berlangsung dengan sukses dan lancar. (By Sie. Panggilan – Sie. Komsos).

Suasana Hikmat dan Bahagia di Hari Ulang Tahun Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ke-212 Tahun

 

Hari bahagia ini diperingati pada Sabtu, 4 Mei 2019. Dimana Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengadakan kegiatan, “Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Agama”. Acara yang dimeriahkan oleh ribuan orang, yang diikuti oleh Paroki-paroki se-KAJ, dan hadir pula Mentri ESDM Bapak Ignasius Jonan, Mentri Agama Bapak Lukman Hakim dan Imam Besar Masjid Istiqlal Bapak KH. Nazarudin Umar Imam serta tokoh agama dari agama lain.

 

Kurang lebih 105 umat dari Paroki Rawamangun ikut serta dalam acara ini untuk memeriahkan Jalan santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Agama. Kami berkumpul di gereja sekitar jam 05.30 dan tiba di Katedral jam 06.15. Umat Paroki Rawamangun begitu semangat dan antusias memeriahkan acara Jalan Santai ini.

 

Dalam sambutannya, Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Pr menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran pimpinan komunitas-komunitas lintas agama, bapak mentri ESDM dan bapak mentri agama. Mgr. Ignatius Suharyo juga menyatakan dengan semangat dan berbesar hati untuk melanjutkan usaha mengamalkan Sila ke-IV yang bertema “Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat”.

 

Romo Antonius Suyadi, Pr sebagai Romo Moderator Seksi HAAK Keuskupan Agung Jakarta menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya PEMILU 2019 dengan baik dan menunggu hasilnya dengan ketenangan dan kedamaian.

 

Mentri Agama bapak Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengucapkan selamat hari ulang tahun yang ke-212 kepada seluruh keluarga besar umat Keuskupan Agung Jakarta. Mentri agama juga menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Keuskupan Agung Jakarta dalam berkiprah dan berkontribusi selama ini.

 

Mentri ESDM bapak Ignatius Jonan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara atas terselenggaranya acara ini. Menurut bapak Ignatius Jonan acara tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya, disebabkan tahun lalu mentri agama tidak bisa hadir. Mentri ESDM berharap kerukunan ini bisa menyebar keseluruh masyarakat, karena perbedaan merupakan sesuatu yang sangat indah.

 

Imam Besar Masjid Istiqlal Bapak KH. Nazarudin Umar dalam sambutannya menyatakan bahwa pempimpin agama merupakan tiang-tiang pancang langit. Selama pemimpin agama aktif membimbing umatnya, maka langit tidak akan runtuh.

 

Setelah sambutan dilanjutkan dengan meniup lilin dan potong tumpeng. Kemudian acara jalan santai dimulai dengan menempuh jarak 3,8 km dimulai dari titik start halaman Gereja Katedral-Jalan Veteran III Gambir-Jalan Perwira Kota Jakarta Pusat-Jalan Lapangan Banteng Selatan-Jalan Lapangan Banteng Timur-Jalan Lapangan Banteng Utara dan kembali lagi ke titik finish halaman Gereja Katedral.


 

Setibanya di halaman Gereja Katedral, kami diberi komsumsi sambil menikmati penampilan marching band dari sekolah Tarakanita, Rebana, Barongsai, Ondel-ondel, Kesenian Pencak Silat THS-THM, dan kesenian daerah Jatilan. Ada juga Senam Bhinneka yang ikut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian Poco-Poco dan Gemu Fumire diukuti oleh banyak peserta yang hadir di sekitar halaman gereja Katedral.

 

Begitulah nuansa Hikmat dan Bahagia dalam Perayaan Syukur ulang tahun Keuskupan Agung Jakarta ke-212. Semua peserta yang datang begitu bersemangat dan bahagia. (By Sie. Komsos)

Jadwal Prodiakon 2019

 

Januari 2019

 

Februari 2019

 

Maret 2019

 

April 2019

 

Mei 2019

Nuansa Paskah 2019 yang Berbeda Bersama Umat Agama Lain

 

Perayaan Paskah tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana Panitia Paskah 2019 adalah Wilayah Josep yang menyediakan fotobooth unik, yang bernuansa romo-romo Paroki Rawamangun dan merayakan Paskah dengan warga sekitar (non-Katolik) Paroki Rawamangun Gereja Keluarga Kudus. Seperti biasa Misa Paskah dibagi menjadi Misa umum, Misa Anak dan Misa Lansia, serta dari Paroki Rawamangun diadakan syukuran atas terselenggaranya Paskah tahun ini lewat acara Lesehan Paskah.

 

Dengan adanya Misa anak yang dipimpin oleh Romo Yohanes Sutrisno, MSF dan Romo Erwin Sulistyo, MSF, dimana kedua romo tersebut bernyanyi bersama anak-anak, sehingga anak-anak menjadi sukacita mengikuti misa tersebut. Setelah misa Paskah anak, anak-anak diajak untuk ke Aula Bethlehem mengikuti semarak Paskah dengan berbagai acara, seperti nyanyian, tarian dan hiburan yang semakin memeriahkan acara Paskah anak tersebut.

 

Selain itu ada Misa Paskah Lansia dipimpin oleh Romo Yohanes Sutrisno, MSF. Para lansia begitu semangat mengikuti misa ini, walaupun beberapa dari mereka tertatih-tatih dan ada juga yang ditemani anak, cucu ataupun pengasuh mereka. Setelah misa Paskah Lansia diajak ke Aula Bethlehem untuk mengikuti acara yang tidak kalah serunya dengan acara Paskah anak yaitu berbagai nyanyian, senam, menyanyi bersama dan juga ada door prize.

 

Yang lebih menarik dan menambah suasana gembira adalah acara syukuran atas terselenggaranya Paskah tahun ini dengan diadakannya acara Lesehan Paskah yang sangat meriah dan setiap Wilayah ikut menyediakan hidangan, serta menyanyi dan joget bersama. Selain itu kebersamaan dan sukacita terlihat dengan undangan warga sekitar yang non-katolik yang ikut berbaur dengan umat Paroki Rawamangun untuk nyanyi dan joget bersama, sehingga semangat ke-Bhinnekaan itu terasa. (By Sie. Komsos)

MEREKA YANG TAK TERLUPAKAN

 

Paroki Rawamangun, Gereja Keluarga Kudus mengadakan Misa bersama dengan Umat Berkebutuhan Khusus (UBK), pada Sabtu 13 April 2019, jam 10.00. Misa yang dipimpin oleh Romo Yohanes Sutrisno, MSF ini membuat umat berkebutuhan khusus merasa menjadi bagian dari umat Rawamangun pada umumnya.

Memang mereka adalah bagian dari umat Paroki Rawamangun, maka Paroki Rawamangun tidak lupa mengadakan misa yang khusus untuk umat yang berkebutuhan khusus.

Beberapa mereka didampingi oleh keluarganya dan keluarganya bersukacita ikut dalam perayaan misa umat berkebutuhan khusus ini, karena umat berkebutuhan khusus tidak pernah terlupakan. Mereka merupakan mahluk ciptaan Tuhan juga sama seperti kita. Semua yang hadir pada saat misa tersebut sangat bersemangat. (By Sie. Komsos)