Kebahagiaan Sejati

 

~ Kebahagiaan Sejati ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus menekankan bahwa kehidupan yang bahagia adalah hasil atau akibat dari sikap hidup yang tepat. Dan masing-masing sikap hidup yang tepat itu membawa kebahagiaan tersendiri.
Mari kita merefleksikan kata “BERBAHAGIALAH” dari sabda bahagia ini melalui:

1. Pemaknaan
“Berbahagialah” disebut ashrê(Yunani) dan makarioi dari kata dasar makarios yang berarti “diberkati” atau “berbahagia” atau “sukacita” (Joy) yang tidak terganggu oleh perubahan situasi kehidupan.
Sabda bahagia Kristus ini berbicara mengenai sukacita dan hidup yang melewati kesedihan, penderitaan, aniaya, keadaan tidak berdaya, diejek dan dihina oleh dunia karena IMAN.

Jadi MAKNA kata ‘berbahagialah’ di sini menunjuk pada sukacita atau keadaan diberkati karena hidupnya berkenan dihadapan Allah; itulah makarios yakni kebahagiaan sejati.

2. Penghayatan
Sabda bahagia Kristus memang tak mungkin kita hayati sendirian dan sesaat saja. Kita dapat memilih dan MENGHAYATI sabda bahagia mana yang sesuai dengan hidup, panggilan, dan tugas perutusan kita. “Berbahagialah orang yang SUCI HATI-nya, karena mereka akan melihat Allah”(Mat 5:8).

“Suci hatinya”, dinyatakan dalam perkataan yang suci dan disahkan oleh perbuatan yang suci sesuai dengan perkataannya. Orang yang suci hatinya dengan lugas akan berkata “ya” kalau memang “ya” dan “tidak” kalau memang “tidak”; karena dalam kesucian hatinya terkandung unsur kejujuran, ketulusan dan kebenaran yang mutlak.

Saudaraku, hanya orang yang suci hatinya yang akan melihat Allah dan di situlah terletak kebahagiaan sejati atau sukacita surgawi.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

(Visited 1,482 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *