Menangkal Radikalisme Melalui Dialog dan Kerjasama Lintas Agama, 29 Februari 2020

 

Dalam rangka menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat lintas agama di suatu lingkungan, para ketua-ketua lingkungan adalah ujung tombak peran Seksi HAAK (Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan) Gereja.

Seksi HAAK Paroki Rawamangun Gereja Katolik Keluarga Kudus, telah menyelenggarakan acara pembekalan “MENANGKAL RADIKALISME MELALUI DIALOG dan KERJASAMA LINTAS AGAMA.” Sabtu, 29 Pebruari 2020 pk. 08.00 – 13.00 WIB bertempat di Aula SMP Tarakanita IV Rawamangun – Jakarta Timur.

Acara didahului dengan : Doa Pembuka, Lagu Indonesia Raya, dan sambutan dari Pastor Kepala Paroki, Rm. Yulius Edyanto, MSF

Moderator : Bapak Budhi Hendarto

Sesi 1. Spiritual Keadilan Eko Sosial. Oleh : Rm. Andang L. Binawan, SJ.  Pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara.

Sesi 2. Hubungan Kemasyarakatan. Oleh : Bapak Paulus Krisantono, Mantan anggota DPR-RI (3 periode), Mantan anggota MPR-RI (1 periode).

Sesi 3. Politik Identitas dan Intoleransi Serta Sepak Terjang Kaum Radikalisme di Indonesia. Oleh : Bapak Trias Kuncahyono Mantan Pemimpin Redaksi Harian Kompas.

Acara ini diakhiri dengan pembagian doorprize kepada peserta yang beruntung dan doa penutup sekaligus doa makan siang.

Acara pembekalan ini terselenggara berkat kerjasama antara Romo Paroki, DPH, PEKAD, SKP, OMK dan CU BINA SEROJA. Selamat dan sukses. (By Sie Komsos).

Bersyukurlah kepada Tuhan!

 

~ Bersyukurlah kepada Tuhan! ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus hadir serta mengalir, mengasihi dan memberikan nyawaNya sebagai tebusan bagi banyak orang.
Adapun teladan Kristus ini mengajak kita untuk merenungkan dua hal yang mendasar dalam hidup kita sebagai orang beriman, antara lain:

1. Panggilan
PANGGILAN untuk ‘menyembuhkan’ sesama ini menuntut kerendahan hati untuk tetap mengampuni meski disakiti, tetap mengasihi sekalipun tidak dihargai, karena kita melihat sesama diciptakan seturut rupa Allah sebagai berharga di hadapanNya.

Di sinilah kita menyadari panggilan untuk saling mencintai sesama yang tidak sempurna, secara sempurna.

2. Pertobatan
PERTOBATAN dengan terus berupaya menemukan wajah Allah di setiap warna kehidupan, karena memang kecenderungan dalam diri setiap orang untuk berbuat dosa itu tetap ada, namun “Bencilah dosa, tetapi cintailah pendosa.”

Di sinilah kita diajak mengampuni, melayani, dan mengasihi lebih sungguh dengan hati penuh cinta, membawa cahaya iman bagi hidupnya, sehingga mereka mengalami belaskasih Allah melalui hidup dan karya kita sebagai rasul Kristus yang sejati.

Saudaraku, semoga perwujudan ‘panggilan’ dan ‘pertobatan’ kita ini tetap dipenuhi oleh sukacita iman, karena kita diperkenankan ikut ambil bagian jadi teladan cintakasih bagi sesama.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang setia menjawab panggilanNya. Amin.

Awal Pantang dan Puasa 26 Februari 2020

 

Bacaan 1. Kitab Yoel 2 : 12-15
Bacaan 2. 2 Korintus 5 : 20 – 6 : 2
Injil Matiius 6 : 1-6, 16-18

“Rabu. Mengapa tidak dipilih hari lain, misalnya Kamis/Jumat/ Sabtu?

Sebab dihitungnya 40 hari mundur sampai pada malam Paskah, tetapi hari Minggu tidak dihitung. Sehingga mengawalinya pada hari Rabu.

Mengapa “Abu”? Tuhan menciptakan manusia pertama yang bernama Adam dari abu/tanah/debu. Abu adalah tanda ”pertobatan” dan digunakan dengan cara mengolesinya pada dahi serta dibarengi dengan kata-kata. BERTOBATLAH DAN PERCAYALAH PADA INJIL. Abu itu untuk menyadarkan diri sendiri, yang nantinya kita juga menjadi abu ketika dikubur/dikremasi. Oleh karena itu kita harus menyadari sikap hidup rohani kita.” (homili Rm. Prihambodo).

“Rabu Abu juga menandai dimulainya Masa Prapaskah yang berlangsung selama 40 hari yaitu berpuasa, berpantang, berderma, dan berdoa.” (homili Rm. Edyanto).

(By Sie Komsos)

 

Foto Misa PK 17.00

 

Foto Misa PK 19.30

 

Foto Misa Materdei 19.00

 

Hamba segala hamba Allah

 

~ Hamba segala hamba Allah ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus menawarkan jalan iman yakni ‘belajar melayani dengan jadi seperti anak-anak’ sebagai seorang hamba.
Adapun semangat dasar hamba yang siap melayani, antara lain:

1. Keterbukaan hati
Semangat KETERBUKAAN HATI adalah tanda kepasrahan, menaruh seluruh harapan pada Kristus.

Di sinilah kita diajak memiliki hati terbuka pada rencana dan sapaan Allah, berani mengalami perjumpaan dengan Allah lewat sesama, serta selalu siap dibentuk dan dirombak oleh Allah sendiri.

2. Kerendahan hati
Semangat melayani dengan RENDAH HATI akan membawa kita bersatu dan mengalami kekudusanNya, sehingga memudahkan kita lebih peka dalam memahami karya Allah.

Di sinilah kita diajak menanggalkan iri dan tinggi hati tetapi mengenakan semangat rendah hati, bersahaja dan miskin di hadapan Allah.

3. Ketulusan hati
Semangat melayani dengan TULUS HATI maksudnya penuh dedikasi, pengabdian dan tanggung-jawab.

Di sinilah kita diajak terus berjuang jadi sehati, sejiwa, searah dan terarah kepadaNya dalam seluruh perkataan, pikiran dan perbuatan kita setiap hari dalam pelayanan terhadap sesama seperti kita sedang melayani Allah.

Saudaraku, marilah kita berjuang jadi ‘hamba’ dari para hamba Allah yang siap melayani baik di dalam keluarga, Gereja maupun di tengah masyarakat.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang siap melayani sesama sebagai seorang hamba Allah. Amin.

Cinta kasih kegembalaan

 

~ Cinta kasih kegembalaan ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus memberikan ‘kuasa’ kepada St. Petrus yang menjadi alasan adanya Gereja, yakni: persekutuan umat beriman.
Adapun semangat dasar yang bisa kita petik dan maknai dari ‘cinta kasih kegembalaan’ ini, antara lain:

1. Bersukacita dan bersyukur
Yesus mengajak Petrus berubah:
* dari Simon (pendengar)
~ jadi Petrus (batu karang)
* dari penjala ikan
~ jadi penjala manusia
* dari nelayan
~ jadi pelayan
* dari hamba
~ jadi sahabat
* dari murid
~ jadi guru
* dari orang yang penakut dan
mudah menyangkal Yesus
~ jadi orang yang berani dan
rajin bersaksi tentang Yesus
* dari karyanya hanya
di sekitar danau Galilea
~ jadi karyanya bagi segala dan
seluruh penjuru dunia

Di sinilah kita menyadari bahwa setiap hari adalah panggilan bagi kita untuk berubah dan berkembang lebih baik, karena inilah yang seharusnya membuat kita BERSUKACITA dan BERSYUKUR dalam karya

2. Berdoa dan bertobat
Ketika Yesus ditangkap, Petrus ketakutan dengan menyangkal Yesus tiga kali. Tapi, syukur Petrus BERDOA dan BERTOBAT.

Di sinilah kita diharapkan mau belajar seperti Petrus: mau berdoa dan bertobat.

3. Berbelarasa dan berkarya
Petrus pergi dari Israel menuju kota Roma, sebagai pusat seluruh Kerajaan Romawi. Di sanalah, Petrus berkarya: mewartakan Injil sekaligus mempertobatkan banyak orang.

Di sinilah kita belajar BERBELARASA dan BERKARYA seperti Petrus dalam pelayanan, yakni memberikan cinta sekaligus perhatian sehingga kehangatan cinta dan dukungan ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan kita.

Saudaraku, marilah kita mensyukuri dan mendoakan para gembala kita: Sri Paus, para Uskup, para Imam dan para Diakon, atas perutusannya melayani umat dan semua bangsa manusia dengan kehangatan kasih yang mempersatukan dan menghadirkan kemuliaan Allah bagi semua orang.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang rela melayani dengan kasihNya. Amin.

“Waspada Osteoporosis dan Ostheoartritis” dan “Sleep Apnea, Mendengkur dan Kematian saat Tidur”

 

Dalam rangka Hut Emas Gereja Keluarga Kudus, Seksi Kesehatan Paroki Rawamangun menyelenggarakan seminar kesehatan dengan tema “Waspada Osteoporosis dan Ostheoartritis” dan “Sleep Apnea, Mendengkur dan Kematian saat Tidur” pada Minggu, 16 Februari 2020 di aula Bethlehem. dr. Esther selaku Perwakilan Seksi Kesehatan Paroki Rawamangun memberi sambutan sebagai pembuka acara dan dilanjutkan oleh Ibu Anna Lidwina manager Kanopi Nursing Home yg merupakan CSR dari PT Kanopi Insan Sejahtera. Selain Kanopi Nursing Home, terdapat 7 stand sponsor yang mempromosikan produk alat dan penjelasan jasa kesehatan serta pemeriksaan kesehatan bagi para peserta. Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan berupa cek gula darah, kepadatan tulang, asam urat dan kolesterol.

Pembahasan pertama dimulai dengan penjelasan seputar sleep apnea oleh Bapak Jordan dari Indo Medika Nusantara. Sleep apnea sendiri adalah gangguan tidur dengan keadaan pernapasan berhenti melebihi 10 detik secara berulang ketika tidur. Hal ini dikarenakan oleh penyempitan saluran pernafasan atas yang menyebabkan level oksigenasi menurun, meningkatnya tekanan darah dan memicu jantung bekerja lebih keras. Sedangkan mendengkur adalah suara yang dihasilkan dari turbulensi aliran udara yang menyebabkan getaran pada dibding hidung dan tenggorokan pada saat tidur. Sehingga mendengkur menjadi ciri dari kondisi serius dari sleep apnea atau biasa dikenal obstructive sleep apnea. Dampak yang lebih serius dari sleep apnea ini ialah hipertensi, sakit kepala, depresi, diabetes hingga penyakit jantung dan stroke. Penyebab paling sering ditemukan ialah kegemukan atau obesitas, maka pencegahan yang dapat dilakukan dengan menjaga berat badan. Penanganan yang dapat dilakukan ialah sleep test dengan komprehensif.

Pembahasan selanjutnya mengenai osteoporosis yang sering dikenal masyarakat umum dan bedanya dengan osteoarthritis oleh dr. Esther dari Kalbe. Perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis sendiri ialah gejala, penyebab dan tempat terjadinya. Osteoporosis sendiri ialah adalah pengeroposan tulang yg ditandai awal oleh badan bungkuk, memiliki gejala yang tidak dapat dirasakan sakit pada awalnya atau bisa disebut silent disease. Biasa terjadi pada tulang penyangga tubuh yang disebabkan perombakan tulang lebih banyak daripada pembentukan tulang, sehingga terjadi kerusakan yg biasa dialami pada usia sekitar 40-50 tahun. Sedangkan osteoarthritis merupakan peradangan sendi dan sering dialami dengan gejala sakit di sekitar persendian. Penyebabnya adalah kepadatan tulang sudah menurun (Bone Mineral Massity) dan menurunnya produksi cairan pada membran sendi. Pencegahan dari kedua gangguan adalah pengecekan kepadatan tulang terutama bagi para wanita yang lebih dominan ketika sudah berusia 40 tahun atau susah mengalami menopause. Serta memenuhi asupan nutrisi bagi kebutuhan tulang dan berolahraga rutin, juga menghindari konsumsi alkohol dan rokok. Antusiasme dari peserta acara ini sangatlah tinggi untuk mendengarkan pembahasan dan cek kesehatan, dengan persentase kehadiran 70% setelah pendaftaran dibuka. Dengan adanya seminar kesehatan ini, kita diajak untuk bisa menjaga kesehatan dan mencegah dari kondisi tubuh yang kurang prima.Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa dan raga yang sehat juga sehingga kita lebih semangat dalam memuliakan nama Tuhan. Berkah Dalem. (By Sie Komsos).

Bakti Sosial Jatinegara Kaum 16 Februari 2020

 

Hari Minggu Bertempat di Kantor RW.04 Kelurahan Jatinegara Kaum Pulogadung dipadati oleh masyarakat sekitar, dimana diadakan Kegiatan Bakti Sosial dari Paroki Rawamangun, Gereja Keluarga Kudus, yang mana acara ini merupakan rangkaian kegiatan Pesta Emas Paroki Rawamangun. Dimana Panitia Hut Emas merangkul Dokter-dokter di Paroki Rawamangun, Pemuda-pemuda, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Lingkungan Hidup (LH), Seksi PSE dan Seksi Komsos. Pemeriksaan yang dilakukan pada 16 Februari 2020 ini yaitu pemeriksaan gula darah, tensi darah dan pemeriksaan mata. Dokter-dokter begitu sigap dan siap melayani masyarakat sekitar yang telah mendaftar.

Masyarakat begitu antusias, dibuktikan dengan jumlah 142 pasien yang dilayani. Sebelum memulai pemeriksaan, pasien mendaftar terlebih dahulu dan diberi nomor antrian, kemudian ada suguhan konsumsi berupa arem-arem, gethuk dan bubur kacang hijau yang disiapkan oleh WKRI cabang Rawamangun. Selain itu WKRI juga membagikan susu kotak untuk anak-anak.

 

Sambil menunggu antrian, pasien dapat mengunjungi booth LH Rawamangun, dimana pada booth LH disediakan minuman dari daun kelor dan serundeng daun kelor. Dimana daun kelor memiliki banyak kandungan nutrisi yang mampu menangkal radikal bebas, melawan inflamasi (radang), menurunkan kadar gula, dan menjaga sistem kekebalan Tubuh, sehingga daun kelor memiliki manfaat, diantaranya dapat mencegah kanker dan tumor; menurunkan kolesterol, menurunkan kadar gula darah, mencegah kerusakan hati dan ginjal, menyehatkan mata, dll. Pada booth LH juga ada display hasil pembuatan sabun dan lilin dari minyak jelantah, dan ada perkenalan bank sampah.

 

Atau pasien dapat mengunjungi booth Seksi PSE yang menjual buku-buku layak pakai dengan harga yang terjangkau.

 

Bila nomor antrian sudah dipanggil, pemeriksaan pasien dimulai dari tensi darah kemudian pemeriksaan gula darah, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan mata. Apabila ada hasil pemeriksaan yang kurang bagus pasien diberikan obat gratis, dan kacamata plus dan minus secara gratis.

 

Setelah pemeriksaan pasien mendapatkan handuk gratis sebagai cindera mata. Terimakasih Panitia HUT Emas Paroki dan semua yang terlibat dalam acara Baksos tersebut. Layanilah Tuhan dengan segenap hati dan jiwa demi kemuliaan nama-Nya. Berkah dalem untuk kita semua. (By Sie Komsos).

Salib Kristus

 

~ Salib Kristus ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengajak kita memikirkan apa yang dipikirkan Allah.
Adapun jalan pemikiran Allah yang menuju kebahagiaan ini, antara lain:

1. Menyangkal diri
Allah harus jadi yang utama yakni melakukan kehendakNya, dan bukan kepentingan, kesenangan diri sendiri.

Di sinilah kita diajak ‘berani’ dan ‘rela berkorban’ demi lebih besarnya kemuliaan Allah dengan melepaskan keinginan pemenuhan kepuasan diri sendiri.

2. Memikul salib
Yesus tidak hanya menubuatkan penderitaan-Nya sendiri, tetapi juga salib yang harus ditanggung oleh para pengikut-Nya.

Di sinilah Yesus mempersiapkan kita menanggung konsekuensi jadi muridNya ketika mempertahankan iman dan ketaatan kepadaNya.

3. MengikutiNya
Mengikuti Yesus berarti kita ‘jadi pengikutNya’, dan ‘menjadi makin serupa denganNya’.

Di sinilah kita diajak mengikuti cara dan jalan yang ditempuh-Nya, pergi dan tinggal bersama-Nya.

Saudaraku, mengasihi Allah dalam diri Yesus Kristus dengan segenap hati, totalitas dan terus berupaya tumbuh dalam iman agar kita makin mampu menyangkal diri, memikul salib dan mengikutiNya setiap hari.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang berani setia mengikuti Kristus yang tersalib namun bangkit dengan jaya. Amin.

Lomba Lektor 2020

 

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Gereja Katolik Keluarga Kudus Rawamangun Jakarta ke-50 (pesta emas), seksi lektor telah menyelengarakan LOMBA LEKTOR/LEKTRIS pada hari Minggu, 16 Pebruari 2020, bertempat di Kapel Matedei, pk. 07.00 s/d 15.25WIB.

Lomba tersebut diikuti oleh tiga kelompok peserta kategori remaja umum (31 orang), kategori dewasa umum (17 orang), dan kategori aktif (14 orang). Tiga orang para juri dari Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta.

Acara diawali dengan doa pembuka, kata sambutan ketua Sub Seksi Lektor, kata sambutan Panitia Pesta Emas Bidang Liturgi yang mewakili Romo ketua Paroki Yulius Edyanto, MSF, dan diakhiri dengan doa penutup.

 

PENGUMUMAN PEMENANG

Juara Umum Kategori Remaja :

Juara III. Ela (score 194)

Juara II . Evan (score 212)

Juara I . Melati (score 216)

 

Juara Umum Kategori Dewasa :

Juara III. Putri (score 220)

Juara II . Laras (score 225)

Juara I . Nina (score 234)

 

Juara Umum Kategori Aktif :

Harapan III. Rita (score 240)

Harapan II . Katleen (score 241)

Harapan I . Prabowo (score 244)

 

Juara III. Nancy (score 248)

Juara II . Eka (score 250)

Juara I . Maya (score 254)

(By Sie Komsos)

 

Mengawali Tahun Keadilan Sosial bersama Romo Josep dan Romo Uut

 

Tahun 2020 adalah Tahun Keadilan Sosial dan umat Paroki Rawamangun mengadakan pembekalan Tahun Keadilan Sosial pada hari Minggu tanggal 16 Februari 2020 dengan topik:

  1. Keadilan Menurut Kitab Suci, yang dibawakan oleh Romo Yosep Susanto, PR
  2. Bapa Kami dan Keadilan Sosial, yang dibawakan oleh Romo Carolus Putranto, PR

Acara dimulai pada pukul 08.30 dan diakhiri sekitar pukul 12.00. (By Sie Komsos)

KEADILAN DALAM KITAB SUCI

Doa Bapa Kami dan Keadilan

 

Pertobatan

 

– Pertobatan –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus kecewa terhadap orang-orang Farisi sebab mereka tak memiliki niat tulus, tetapi mau mencobai Dia, yakni dengan meminta ‘tanda’ dari sorga. Sebenarnya yang menjadi masalah bukan kurangnya ‘tanda’, melainkan keangkuhan diri orang-orang Farisi karena ketertutupan hati dan budi mereka.
Adapun tiga sikap tobat yang tepat agar kita tak ingin ‘mencobai’ Yesus seperti orang-orang Farisi, antara lain:

1. Bersyukur
Orang-orang Farisi selalu menolak dan menyangsikan Yesus padahal mereka telah mendengar dan melihat berbagai ‘tanda’ yang dibuat Yesus: pengajaran, kesembuhan, pengusiran setan dan kebangkitan orang mati.

Di sinilah kita diajak untuk selalu BERSYUKUR karena ‘tanda’ itu sudah diberikan oleh Yesus sendiri mulai dari baptisan sampai di kayu salib, sehingga tak perlu lagi sibuk menjadi ‘pencari tanda’, tetapi justru menjadi ‘penanda’ akan kehadiran Allah lewat karya, kata, dan doa kita pada sesama.

2. Bersadar diri
Yesus sendiri hadir sebagai ‘tanda’ kehadiran Allah yang penuh kuasa.

Di sinilah kita diajak selalu BERSADAR DIRI dan rendah hati karena sungguh meyakini adanya campur tangan ilahi dalam hidup sehari-hari dan hanya Allah yang menjadi andalan kita.

3. Berserah diri
Yesus tahu betul kalau orang-orang Farisi tidak mempunyai niat yang tulus karena hati, mata dan telinga mereka tertutup oleh kesombongan dan cinta diri yang berlebihan.

Di sinilah kita diajak untuk BERSERAH DIRI kepada Allah, artinya membiarkan Allah menguasai kita, dan menjadikan kehendakNya sebagai kehendak kita.

Saudaraku, marilah kita mohon rahmat iman agar hati, mata dan telinga kita makin terbuka dan bersemangat jadi ‘tanda’ kehadiran Kristus bagi sesama.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang berani menjadi ‘tanda’ kasih Allah. Amin.

Misa Hari Orang Sakit Sedunia 15 Februari 2020

 

Dalam merayakan hari orang sakit sedunia, Paroki Rawamangun mengadakan misa dipimpin oleh tiga romo yaitu Romo Yulius Edyanto MSF, Romo Priambodo MSF dan Romo Fransiskus Asisi Eko Hadi Nugroho MSF. Misa dilaksanakan tepat pukul 08.00 pagi dengan suasana cukup haru karena ternyata masih banyak para lansia atau penderita sakit berusaha datang hanya untuk memperoleh berkat dari Tuhan melalui minyak urapan dan mempunyai keyakinan untuk sehat kembali.

Dengan susunan liturgi yang cukup singkat, dengan hanya mengambil bacaan pertama dari 1 Raj 8:22-23 & 27-30 serta Injil dari Mat 7:1-13; dimana Romo Yulius Edyanto MSF mempertajam bahwa kita wajar sebagai manusia merasa sakit, tidak sehat dan harus berani mengungkapkan ya bahwa saya sakit terutama didepan Tuhan dan berani untuk terus berharap akan adanya kesembuhan akan diberikan melalui obat dan dokter yang merawat, karena jika kita mengakui bukan berarti kita lemah, tetapi kita memang harus bergantung sepenuhnya pada Bapa bahwa kita bukan apa apa di hadapanNya. Karena dalam Tuhan sendiri sudah mengundang kita “Hai yang letih dan berbeban berat untuk datang kepada Nya” (By Sie Komsos).

Kasih Tiada Batas

 

Bacaan: Markus 12:30-31 “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Renungan:
Hari Valentine merupakan momen di mana masing-masing orang berusaha mengungkapkan kasih serta perhatiannya kepada orang yang ia kasihi.

Sebagai pengikut Yesus, bagaimana sikap kita yang sepatutnya untuk merayakan Valentine?

Pertama, kasih. Kasih adalah ciri khas Allah yang utama yang juga harus menjadi ciri khas seorang pengikut Yesus. Tanpa kasih seseorang belumlah dapat dikatakan mengenal Allah. Oleh karena itu seharusnya setiap hari dijadikan hari kasih sayang yang penuh kasih kepada Tuhan, sesama dan diri sendiri.

Kedua, mengasihi bukan hanya kepada orang yang baik, tetapi juga kepada musuh kita. Mengasihi orang yang mengasihi kita adalah hal yang biasa dan dapat dilakukan oleh semua orang, termasuk orang jahat dan mereka yang tidak mengenal Allah. Tetapi seorang pengikut Yesus mempunyai kelebihan, yaitu : kita harus mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita.

Ketiga, mengasihi bukan hanya dengan perkataan, tetapi juga dengan perbuatan. Jika orang banyak merayakan hari Valentine dengan mengirimkan kartu atau bingkisan kepada orang yang dikasihinya, maka pengikut Yesus harus mewujudkan kasih dalam bentuk yang lebih nyata yaitu berupa pelayanan, pertolongan atau perbuatan yang dapat menjadi berkat bagi sesama yang berkekurangan. Keempat, mengasihi bukan sekali-sekali, tetapi setiap hari.

Perintah untuk mengasihi di dalam Alkitab sering disebutkan sebagai perintah baru. Ini berarti bahwa hal mengasihi tidak cukup hanya yang sudah kita lakukan pada hari-hari yang lampau, tetapi harus selalu merupakan hal yang baru yang kita lakukan setiap hari.

Marilah kita wujudkan kasih kita yang lebih dalam lagi baik kepada sesama dan terlebih kepada Tuhan sebagai wujud pertobatan kita di masa pra Paskah ini, sehingga melalui kehadiran kita nama Tuhan semakin dimuliakan. Tuhan memberkati.

Doa: Tuhan Yesus, taruhlah Roh cinta-Mu masuk lebih dalam lagi di hatiku agar aku dapat menjadi martir cinta kasih-Mu bagi sesamaku dan bagi diri-Mu sendiri. Amin….. (By Sie Komsos)

Maksud yang tulus/murni

 

~ Maksud yang tulus/murni ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus menegur sikap orang Yahudi dan ahli Taurat, karena menyamakan ajaran tradisi nenek moyang dengan ajaranNya; sehingga mereka tidak menangkap esensi atau prinsip dasar ajaran Kristus yang penuh kasih.
Adapun sikap yang ditegur Yesus, antara lain:

1. Ketidaktulusan
Mereka PURA-PURA menyembahNya sebatas di bibir saja, karena hatinya tidak mengakui dan mengasihi Allah.

Di sinilah kita diajak mendekatkan diri sepenuh hati hanya pada Allah.

2. Kemunafikan
Mereka dari LUAR TAMPAKNYA BENAR, padahal justru mereka mengabaikan kewajiban dasar dari hukum Allah: ‘Cinta kasih.’

Di sinilah kita diajak melaksanakan ajaranNya untuk melahirkan kebaikan bagi sesama dalam hidup sehari-hari.

Saudaraku, marilah kita berupaya terus untuk membina sikap hati yang ‘evaluatif, reflektif dan instrospektif’ agar melahirkan kebaikan-kebaikan dan ketulusan hati dalam berpikir, berkata dan bertindak.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang berani bersikap tulus. Amin.

Belas kasihan

 

~ Belas kasihan ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, belas kasihan merupakan ciri khas Allah dan PutraNya Yesus.
Adapun tindakan belas kasih Allah yang dapat kita maknai, antara lain:

1. Reflektif
Yesus selalu mengajak para murid-Nya meluangkan waktu untuk berdoa, mengadakan REFLEKSI setelah sibuk dengan karya, agar tak hanyut dalam afeksi, emosi, dan ambisi.

Di sinilah kita diajak untuk masuk ke ruang hati, perjumpaan pribadi dengan Allah dalam keheningan untuk menggapai kedalaman ilahi agar kita tetap punya “pamor dan greget”.

2. Transformatif
Yesus dan para murid meski dalam kondisi lelah, lapar dan haus, hatiNya tetap tergerak oleh belas kasihan.

Di sinilah kita diajak untuk selalu berani BERTRANSFORMASI atau berubah haluan dari “ego-sentris” ke “kristus-sentris”, yakni menjadi pribadi yang beriman sekaligus berbelarasa.

3. Integratif
Doa tak terpisah dari karya, inilah hidup dan iman yang utuh, penuh dan menyeluruh: ber-INTEGRITAS.

Di sinilah kita diajarkan bahwa doa jadi kekuatan karya sekaligus karya jadi buah-buah dari doa kita.

Saudaraku, para murid merasakan belas kasih Yesus yang selalu hadir menyertai secara aktif dalam hidup dan karya mereka. Kita pun dipanggil Allah untuk selalu hidup dan tinggal bersamaNya, maka berkatNya akan turun atas kita. Karenanya kita perlu berdoa, karena doa adalah jalan yang indah untuk tinggal bersama Allah.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang berani berusaha untuk tinggal bersamaNya. Amin.