Aku melayani

 

– Aku Melayani –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mempertegas ajakan untuk menjadi muridNya yang memiliki semangat melayani sebagai seorang ‘hamba’: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Mat 20:26).

Adapun dua jalan keutamaan seorang murid yang memiliki semangat melayani sebagai seorang ‘hamba’, antara lain:

1. Mengasihi
Allah itu Kasih ~ “Deus caritas est” adalah ensiklik pertama kepausan Paus Emeritus Benediktus XVI. Gereja mengajak kita untuk saling MENGASIHI, karena Allah juga terlebih dulu sudah mengasihi kita.

Di sinilah kita diminta memiliki ‘mata yang jernih’ dan ‘hati yang penuh kasih’, serta ‘rasa yang penuh sukacita’ untuk mewujud-nyatakan kasih itu setiap hari dalam:
♡ karya yang murah hati
♡ ucapan yang memberkati
♡ doa yang sepenuh hati.

2. Melayani
Semangat pelayanan sendiri bukanlah teori basa-basi, tapi suatu keteladanan MELAYANI Tuhan dan sesama dengan sepenuh hati, karena “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mat. 20:28).

Di sinilah kita diajak untuk lebih memahami hakekat dasar komunitas umat beriman, yakni:
♡ “yang mau mendengarkan”
♡ “yang mau peduli”
♡ “yang mau melayani”, terlebih bagi para “korban tersalib” di tengah dunia yang terluka.

Saudaraku, bila kita mau menjadi ‘pelayan’ sejati, jauhkanlah diri kita dari segala macam ambisi pribadi.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

(Visited 14 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *