Teguh dalam prinsip, lembut dalam cara mencapainya

 

– Teguh dalam prinsip, lembut dalam cara mencapainya –

Mengacu pada inti bacaan Injil hari ini, kita diajak untuk menjadi pribadi yang ‘hening’ dalam mendengarkan suara hati, agar apapun sikap, kata dan perbuatan kita tidak bertentangan dengan cinta kasih.
Adapun dua karakter yang perlu kita maknai dalam keheningan batin untuk menentukan langkah kita selanjutnya, antara lain:

1. Yohanes Pembaptis
YOHANES PEMBAPTIS adalah seorang pribadi yang kuat dalam hal keutamaan-keutamaan. Orang kudus ini tidak takut untuk berkonfrontasi dengan orang-orang berkuasa yang memang mempunyai kesalahan-kesalahan. Yohanes Pembaptis berdiri tegak membela apa yang dipercayainya tanpa mempedulikan segala resikonya.

Di sinilah kita diajak untuk memiliki keberanian, ketegasan dan kepedulian terhadap kebenaran dalam hidup di tengah moralitas kenyamanan serta kenikmatan duniawi yang menyesatkan.

2. Herodes Antipas
HERODES ANTIPAS adalah pribadi penakut dan lemah dalam keutamaan-keutamaan bagaikan buluh yang digoyang ke kanan dan ke kiri oleh tiupan angin duniawi.
Ia dituduh hidup dalam perzinahan oleh Yohanes Pembaptis, ia pun merasa ketakutan dan ingin membunuhnya.
Pada titik puncak nafsu badaniah dan kenikmatannya, dia menjadi tidak bijak dan menjanjikan kepada anak tirinya: Salome, apa saja yang ia minta akan dipenuhinya dan hal inilah yang menjadi pemicu peristiwa pemenggalan kepala Yohanes Pembaptis.

Di sinilah kita diajak menyadari karakter ‘Herodes’ yang ada dalam diri kita, mungkin tidak pernah membunuh secara fisik tetapi dengan kata-kata kasar dan menyakitkan, sikap yang arogan dan perbuatan yang melukai, membelenggu dan memenjarakan hidup seseorang, membuatnya tidak bertumbuh menjadi pribadi yang baik.
Jika demikian adanya, apakah “herodes” dalam diri kita tidak lebih kejam dari Herodes yang membunuh Yohanes Pembaptis?

Saudaraku, dunia senantiasa berupaya untuk menggoncang para murid Kristus ke sana ke mari. Hidup seturut moral Kristiani yang sejati sungguh tidak populer dibandingkan moralitas kenyamanan serta kenikmatan yang baru. Namun kita tidak boleh berputus asa, walaupun kita menyadari bahwa kita sebenarnya manusia lemah, kita dapat menjadi kuat dengan kekuatan Kristus dan kuat-kuasa Roh Kudus.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin

(Visited 12 times, 1 visits today)

Leave a Reply