Pengorbanan

 

– Pengorbanan –

Inilah syarat mutlak bagi sebuah cinta yang tulus dan sempurna, dimana saja, kapan saja, dan bagi siapa saja. Tanpa pengorbanan, ungkapan cinta tak bernilai apa-apa.

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus menegaskan bahwa kemartiran dan pengorbanan adalah bagian penting dalam hidup kristiani.
Adapun dua nilai dasar yang patut kita maknai dari semangat kemartiran dan pengorbanan ini, antara lain:

1. Kehidupan baru
Kristus membuat sebuah perumpamaan tentang hidup-Nya sendiri dan hidup para pengikut-pengikut-Nya. Kristus bersabda: “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jikalau ia mati, maka ia akan menghasilkan buah yang banyak”.
Kristus adalah laksana ‘biji gandum’ yang jatuh ke tanah dan mati, sehingga menghasilkan banyak buah, demikian juga para pengikut-Nya mengikuti jalan yang sama.
Kristus sendiri merupakan martir agung dan karena kematianNya semua orang memperoleh rahmat istimewa yakni KEHIDUPAN BARU.

Di sinilah Kristus ingin menegaskan makna kematian-Nya sendiri sebagai bentuk kemartiran sempurna yang membuahkan KEHIDUPAN BARU bagi umat manusia, di mana kematian tidak lagi berkuasa.

2. Kehidupan kekal
Kristus bersabda: “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.”.
‘Mencintai nyawa’ disini mengandung pengertian mencintai diri sendiri. Jadi barangsiapa mencintai diri sendiri, maka ia akan kehilangan dirinya sebab seharusnya ia mencintai Allah, bukan mencintai diri sendiri.
Mencintai Allah adalah keputusan sangat penting yang menentukan KEHIDUPAN KEKAL.

Disinilah kita diajak untuk menyadari bahwa pada saat kita mempercayakan hidup kepada Allah berarti kita harus melepaskan semua ketergantungan kita kepada hal-hal lain diluar Allah; yaitu melepaskan ketergantungan pada kekayaan materi duniawi, kekuatan diri sendiri, atau melepaskan diri dari cengkeraman kuasa Iblis.

Saudaraku, orang yang sungguh-sungguh mengimani dan mengasihi Kristus adalah mereka yang berani berkorban bahkan menyerahkan nyawanya sendiri sebagai martir. Dari Kristus kita belajar, dari Kristus kita memperoleh keselamatan.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

(Visited 170 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *