Kebenaran Sejati

 

– Kebenaran sejati –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus menekankan kerajaan Surga dalam hubungan dengan akhir jaman. Penekanan ini menyadarkan kita akan pentingnya terus berjuang menjadi ‘gandum’, yaitu orang benar dan baik sampai akhir.

Adapun tiga sikap dasar supaya kita tetap setia menjadi ‘gandum’ sampai akhir, antara lain:

1. Kesadaran
Allah adalah Sang Penabur benih ‘gandum’ yang baik di ladang dunia. Sedangkan, iblis adalah penabur benih ‘ilalang’ yang jahat di ladang yang sama. Semuanya dibiarkan oleh Allah hidup bersama dan berdampingan di ladang yang sama, inilah realitas kehidupan sehari-hari sebagai orang beriman.

Di sinilah kita diajak untuk memiliki KESADARAN bahwa kehidupan kita sebagai orang beriman bukanlah sesuatu yang terpisah dari realitas kehidupan sehari-hari.
Orang ‘baik’ dan orang ‘jahat’ selalu hidup bersama dan berdampingan di ladang dunia ini.

2. Kesabaran
Realita kehidupan kita sehari-hari sebagai orang beriman menunjukkan bahwa ‘gandum’ adalah lambang manusia yang berhati baik, yang mau mendengarkan dan melakukan sabda Allah serta menjadi “berkat’ bagi sesamanya, harus hidup bersama dan berdampingan dengan ‘ilalang’ yang melambangkan manusia yang berhati jahat yang kerap menjadi ‘batu sandungan’ bagi sesamanya.

Di sinilah kita diajak untuk memiliki KESABARAN dalam hidup bersama dan berdampingan dengan sesama yang mempunyai karakteristik berbeda.
Perumpamaan ini juga mengajarkan kepada kita KESABARAN Allah yang tidak menghakimi sebelum saatnya tiba.

3. Kesetiaan
Allah melihat dan menghargai setiap perjuangan dan KESETIAAN kita menumbuh-suburkan ‘gandum kebaikan,’ sekaligus mematikan ‘ilalang keburukan’ dalam diri kita.

Di sinilah KESETIAAN kita untuk tetap menjadi ‘gandum yang baik’ diuji yakni kesetiaan mencintai, memperjuangkan dan mewartakan kebenaran sejati.

Saudaraku, janganlah mudah lelah dan dahaga untuk mencari dan mewujudkan kerajaan Surga. Percayalah, ada hidup setelah mati, ada surga setelah dunia: “Pada waktu itu, orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Surga.” Dan ketika tiba “waktu menuai’ yakni akhir zaman, maka ‘ilalang’ dikumpulkan untuk dibakar (masuk ke neraka) sedangkan ‘gandum’ itu dikumpulkan untuk dimasukkan ke lumbung (masuk ke surga).

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

(Visited 20 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *