Kerabat MSF

Kerabat MSF

Ada umat yang menyangka Kerabat MSF adalah mereka yang ada hubungan darah dengan para imam dan bruder MSF. Ada pula yang menganggap yang menjadi Kerabat MSF hanya mereka yang ikut menjadi anggota PUCI. Semua itu tidak benar! Kerabat yang dimaksud di sini tidak menunjuk pada relasi kekeluargaan secara biologis atau hubungan darah. Kerabat yang dimaksud adalah relasi yang dekat layaknya keluarga namun tidak harus mengalir dari hubungan darah. Oleh karena itu Kerabat MSF sifatnya sangat terbuka bagi siapa saja yang mau menjadi anggota keluarga kongregasi MSF.

Pada prinsipnya semua umat paroki yang digembalakan oleh imam-imam MSF dan dilayani Bruder-bruder MSF secara otomatis menjadi Kerabat MSF. Jadi bisa dikatakan bahwa semua umat paroki Keluarga Kudus Rawamangun adalah Kerabat MSF. Yang membedakan nantinya adalah adalah Kerabat MSF aktif dan Kerabat MSF tidak aktif. Artinya, ke-aktifan ini mau diukur dalam keterlibatan umat dalam pertemuan-pertemuan dan kegiatan yang diadakan Kongregasi MSF. Pasti dalam beberapa kegiatan tidak bisa bahkan ada kemungkinan tidak mau semua umat terlibat aktif dalam kegiatan MSF. Memang lalu tidak disebut sebagai KERABAT MSF aktif. Bagi mereka yang aktif pun cukup disebut sebagai “Kerabat MSF”.

Lalu apa kegiatan dan manfaat dari menjadi Kerabat MSF? Gerakan Kerabat MSF ini bisa dikatakan gerakan rohani atau spiritual. Menurut Buku Pedoman Kerabat MSF: “Kerabat MSF adalah wadah kerjasama kaum awam dengan kongregasi MSF, sekaligus partisipasi kaum awam dalam menghayati spiritualitas dan kharisma MSF”. Kerjasama itu dinampakkan dalam kerajasama 3 Kerasulan yang menjadi tiga pokok kerasulan MSF, yakni Kerasulan Misioner, Kerasulan Panggilan, dan Kerasulan Keluarga. Konkritnya kegiatannya bisa berupa: doa bersama, sharing dan pendalaman spiritualitas dan kharisma yang dihidupi anggota MSF, pertemuan Kerabat MSF se-Propinsi Jawa, menghadiri Kaulan dan Tahbisan imam dan bruder MSF, bisa juga terlibat dalam gerakan PUCI, dan sebagainya. Pertemuan rutin di paroki bisa dibuat setiap bulan, setiap dua bulan atau sesuai dengan kesepakatan bersama. Sedangkan pertemuan se-Propinsi Jawa diadakan setiap tahun mengikuti agenda yang sudah ditetapkan bersama.

Sedangkan manfaatnya bisa dirasakan dan dimaknai oleh masing-masing pribadi. Menjadi Kerabat MSF bukan paksaan. Melihat dari sejarah dibentuknya, keanggotaan kerabat MSF berangkat dari tawaran atau ajakan. Oleh karena itu keterbukaan hati dan inisiatif atau kesediaan diri dengan tulus menjadi pintu utama bagi setiap anggota kerabat MSF untuk mendapatkan manfaat-manfaat yang sungguh nyata dalam hidup kita masing-masing. Menjadi Kerabat MSF adalah sebuah kesempatan yang kami tawarkan untuk belajar, terlibat, dan bekerajama dengan kongregasi MSF.

Bagi kongregasi MSF, keberadaan Kerabat MSF menjadi sangatlah berharga serta menjadi pendukung Kongregasi yang nyata baik dalam doa, semangat moral, tenaga, dan sebagainya. Kami sangat senang dan bangga bisa berbagi semangat, spiritualitas, kharisma yang selama ini kami hidupi. Dengan demikian semakin banyak umat bisa terlibat dalam gerak dan laju perkembangan kongregasi MSF, baik di tingkat paroki (lokal), propinsi (nasional), maupun juga internasional.