Bebaskanlah kami dari yang jahat

 

– Bebaskanlah kami dari yang jahat –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengajak kita menjadi pembawa damai bukan kebencian, pembawa kebaikan ~ bonum ~, bukan kejahatan ~ malum ~, pembawa ketulusan dan bukan kepalsuan kepada semua orang.
Adapun tiga usaha nyata untuk membebaskan kita dari pelbagai kejahatan, antara lain:

1. Mensyukuri
Di tengah dunia yang kerap penuh pelbagai aneka-ria kejahatan, kita diajak untuk selalu memperjuangkan kebaikan dengan doa ucapan syukur dan karya nyata setiap harinya kepada semua orang dengan penuh sukacita dan kasih tanpa pilih kasih.

Di sinilah kita diajak untuk selalu MENSYUKURI hidup ini karena akan membuat kita menjadi orang yang selalu bersukacita, entah pada saat kecewa atau bahagia.

2. Memahami
Di tengah budaya orang yang mudah marah dan kasar, kita diajak untuk terus memahami dengan upaya menjadi sabar dalam pikiran dan terlebih dalam tindakan, tidak cepat-cepat mengambil keputusan dan gegabah mengambil kesimpulan.

Di sinilah kita diajarkan bahwa sabar MEMAHAMI itu sebuah keutamaan yang patut diperjuangkan, karena memahami dengan sabar terhadap diri sendiri berarti kita punya harapan, memahami dengan sabar terhadap sesama berarti kita punya kasih dan memahami dengan sabar terhadap Allah berarti kita punya iman.

3. Mengampuni
Tidak ada orang yang sempurna, setiap orang punya rasa, pandangan dan prinsip yang kadang berseberangan sehingga menimbulkan konflik, yang menyebabkan timbul aneka permusuhan dalam pelbagai skala: “Nyawa ganti nyawa-mata ganti mata” lex talionis ~ hukum pembalasan setimpal ~. Namun, Kristus mengajak kita menjadi pembawa damai, dengan jalan pengampunan karena tidak ada masa depan tanpa pengampunan.

Di sinilah kita semakin diyakinkan bahwa yang pasti: Bersalah itu manusiawi, mengampuni itu ilahi, maka kita perlu belajar untuk selalu mempunyai kasih ilahi walau kadang ‘sakit’ dan ‘terluka’.

Saudaraku, mensyukuri hidup ini, memahami dengan sabar terhadap sesama dan mengampuni setiap orang yang bersalah, merupakan semangat berbagi dan menyalurkan berkat bagi sesama: “Donato ergo sum” ~ Aku berbagi ~ maka aku ada.
Kita bukanlah hidup untuk ‘menumpuk’, tapi lebih untuk ‘menyalurkan’, karena kita bukanlah ‘waduk’ tapi ‘saluran’ berkat untuk semua orang, sehingga kejahatan dan orang-orang jahat itu juga menjauh dari hidup kita sehari-hari.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

Tegas dalam prinsip lembut dalam cara

 

– Tegas dalam prinsip lembut dalam cara –

Inilah salah satu pepatah latin yang mengajak kita menjadi orang beriman yang seimbang dan bersikap bijaksana karena memiliki ‘kualitas hati’.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengingatkan dan meneguhkan kita untuk memiliki ‘kualitas hati’ agar kita berani memperjuangkan sebuah kebenaran, kejujuran dan ke-konsisten-an. Karena semua itu akan menumbuhkan kebahagiaan dan penghargaan kita terhadap diri sendiri.
Adapun tiga sikap dasar yang menandai seseorang memiliki ‘kualitas hati’, antara lain:

1. Berkata benar
Yesus bersabda: “Jika ya, hendaklah kalian katakan: ya; jika tidak, hendaklah kalian katakan: tidak.”

Di sinilah kita harus MENGATAKAN KEBENARAN dalam kata-kata dan menjauhkan diri dari lidah bercabang, kepura-puraan, penipuan, dan kemunafikan, meski itu tidaklah mudah.

2. Bersikap jujur
Yesus menghendaki kita menjadi orang yang berani berterus-terang, jujur apa adanya dan berani memikul tanggung jawab atau pun risiko yang ada.

Di sinilah kita diajak menyadari bahwa untuk BERSIKAP JUJUR dibutuhkan perjuangan hidup yang sepenuh hati dan tidak setengah hati.

3. Bertindak bijaksana
Yesus menekankan integritas di tengah aktualitas, artinya kita diminta untuk bertindak bijaksana, dewasa dan berani mengakui apa adanya dari pikiran dan perilaku yang kita perbuat.

Di sinilah kita belajar untuk tidak dikuasai oleh kebohongan, kepalsuan dan segala ketidak-jujuran. Dengan bertindak bijaksana, hidup kita akan lebih bernilai daripada hidup yang dihiasi dengan kepalsuan atau kepura-puraan.

Saudaraku, jaman sekarang ini kejujuran tergerus oleh keserakahan dan kenikmatan duniawi, sehingga seringkali kejujuran dikalahkan oleh konspirasi jahat dari orang-orang yang tidak jujur dimana yang benar menjadi salah, sebaliknya yang salah menjadi benar.
Padahal Kristus mengajarkan: “Jika ya katakan ya dan jika tidak, katakan tidak.”
Tetapi sekarang ini justru makin canggih orang merekayasa suatu ketidak-benaran agar menghasilkan keuntungan bagi dirinya.
Marilah kita mawas diri terhadap gejala wabah ketidak-jujuran yang semakin menggurita, sebab kita yang mengaku percaya kepada Kristus telah menjadi manusia baru oleh darahNya yang berkorban untuk menghapus dosa-dosa kita.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

Manusia adalah serigala bagi sesamanya

 

– Manusia adalah serigala bagi sesamanya –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengajak kita untuk bersikap jujur melihat dan menelanjangi seperti apa ‘kualitas iman’ kita sebagai orang beragama selama ini, jangan-jangan agama hanya menjadi kosmetik belaka, karena kita sibuk dengan tampilan lahiriah dan permukaan saja.
Adapun tiga syarat mendasar yang diajukan Kristus supaya kita memiliki ‘kualitas iman’ agar mampu menyadari penyelenggaraan ilahi, antara lain:

1. Keutuhan ~ Integritas
Yesus berkata: “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga!”
Ahli Taurat dan orang-orang Farisi ~ yang terkenal sebagai orang yang taat dan tertib dalam hukum Taurat ~, cenderung merasa diri paling benar dan paling suci sehingga mudah merendahkan dan memandang buruk orang lain, bahkan selalu mencari-cari kesalahan orang lain.

Di sinilah kita diajak untuk beriman secara PENUH UTUH dan menyeluruh, menyeimbangkan hidup doa dan karya secara integral, dimana hidup doa menjadi dasar dalam semua hidup karya, dan hidup karya menjadi buah-buah nyata dari hidup doa.

2. Kesucian ~ Sanctitas
Yesus yang mengajak kita untuk selalu HIDUP SUCI dan berdamai dengan sesama sebelum berdoa kepada Allah.

Di sinilah kita dipanggil untuk hidup suci dengan melakukan pertobatan secara radikal agar hidup kita sungguh berkualitas. Karena bisa saja kita hanya sibuk berkata-kata baik tapi lupa untuk menjadi orang yang benar-benar baik.
Kualitas hidup kita hanya sebatas pada perkataan, tapi tidak nyata menjadi garam dan terang bagi orang lain dalam hidup sehari-hari.

3. Kebenaran ~ Veritas
KEBENARAN yang dipraktekkan ahli Taurat dan orang Farisi hanya bersifat lahiriah dengan mentaati banyak aturan, tapi tidak punya kasih yang berpola salib ~ vertikal kepada Allah dan hortisontal pada sesama ~.
Mereka tampaknya memuliakan Allah dengan bibir, sedangkan hati mereka jauh daripadaNya; dari luar tampaknya benar, tetapi hatinya sama sekali tidak mengasihi Allah.
Motivasi mereka untuk menaati Allah tidak bersumber dari iman yang ‘asli’ yang hidup dan tulus, tapi iman yang ‘palsu’ yang mati dan penuh akal bulus.

Di sinilah kita diajarkan bahwa kebenaran yang dikehendakiNya adalah kebenaran yang bukan sekedar tindakan lahiriah atau formalitas belaka, tapi kebenaran yang harus selaras dengan hidup yang berkualitas, dimana doa-ucapan dan karya-nyata kita didasari oleh keutuhan iman, harapan dan kasih terhadap sesama.

Saudaraku, kita semua diajak untuk menghidupi hukum, dimana harapan keselamatan itu terpadu antara iman dan perbuatan kasih kepada sesama; dan dimana perbuatan kasih itu menjadi wujud syukur dan kesaksian sebagai orang beriman.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga yang berupaya memiliki kualitas iman yang sejati. Amin.

Anak Penghiburan

 

– Anak Penghiburan –

Inilah nama salah satu rasul yang kita kenangkan hari ini, Barnabas tidak termasuk dalam bilangan kedua belas rasul tapi dia adalah seorang rasul besar yang selalu menjadi “anak penghiburan dan pengobar semangat”

Mengacu pada kisah Injil hari ini, kita bisa melihat ciri-ciri “anak penghiburan” yakni ketika Kristus meminta kepada para murid-Nya untuk ‘pergi’ dan berbuat baik, tulus, tanpa pamrih dan selalu mengandalkan Dia sebab ‘ketotalan’ pada Kristus akan meringankan dan membahagiakanmereka.
Adapun tiga ciri dasar ‘ketotalan’ yang nampak pada Barnabas, yang dapat kita maknai antara lain:

1. Bersahabat
Barnabas BERSAHABAT dengan Paulus yang awalnya di-“takuti” karena pernah membunuh para murid Yesus, dia terbuka dan mengajak Paulus ikut menjadi pewarta Injil.
Barnabas BERSAHABAT dengan Markus yang pernah “gagal”, namun dia tetap merangkul dan mengajaknya bekerja-sama dalam pelbagai misi.
Barnabas BERSAHABAT juga dengan para jemaat di Antiokhia dan di situlah murid-murid Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Di sinilah kita diajak untuk tetap belajar bersahabat dengan setiap orang dengan hati yang tulus.

2. Bersemangat
Barnabas BERSEMANGAT memberikan semua harta dari hasil ladangnya untuk Umat Beriman dan para rasul. Karena dia dipenuhi dengan api Roh Kudus, hati dan hidupnya tulus dan lurus.

Di sinilah kita diajak untuk belajar semangat iman Barnabas yang mewarnai pertumbuhan hidup iman jemaat.

3. Terlibat
Barnabas menjadi rasul yang TERLIBAT aktif dan produktif dalam suka dan duka jemaat. Ia menjadi contoh kekudusan bagi kita bagaimana dia yang memang sudah hidup mapan, malahan mempersembahkan dirinya hanya untuk Kristus yang menarik perhatiannya.

Di sinilah kita diajak untuk belajar dari kekudusan dan sikap keterlibatan Barnabas, dia tidak angkat tangan tapi selalu mau turun tangan demi kemuliaan ilahi dan kebaikan insani.

Saudaraku, Umat Beriman dan komunitas manapun selalu membutuhkan orang-orang seperti Barnabas ini, yang selalu mengupayakan perdamaian, keutuhan, kesatuan dan tahu menilai kemampuan dan kualitas diri orang.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga yang berupaya mewujudkan perdamaian. Amin.

Datanglah Ya Roh Pencipta

 

-Datanglah Ya Roh Pencipta-

Roh Kudus adalah hadiah untuk kita pada Hari Raya Pentakosta. Pentakosta adalah Hari Raya turunnya Roh Kudus atas para rasul di Yerusalem pada hari kelima puluh sesudah kebangkitan Kristus.

Mengacu pada bacaan Injil pada Hari Raya Pentakosta ini, Kristus berkata kepada para muridNya, bahwa Bapa akan mengutus Roh Kudus, yang bukan hanya akan menyertai mereka untuk menguatkannya, tetapi juga mengajarkan dan mengingatkan segala apa yang telah diajarkan-Nya.
Adapun empat sikap dasar yang dianugerahkan Roh Kudus, antara lain:

1. Bersyukur
Kharisma diberikan sebagai anugerah khusus untuk menjalankan suatu tugas dengan baik di dalam komunitas Umat Beriman.
Rasul Paulus menyebut beberapa kharisma, antara lain: karunia melayani, mengajar, memberi nasehat, membagikan derma, bahasa roh, penyembuhan.

Di sinilah, Roh Kudus mengajak kita BERSYUKUR, karena Allah telah mencurahkan Roh Kudus dan senantiasa menyertai kita.

2. Berbagi
Kita diberikan hidup dan kuasa karya Roh Kudus, di mana Kristus dalam RohNya itu meraja di dalam hidup kita. Roh Kudus pula yang memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran, yaitu mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita hidup dan melaksanakan kehendak Bapa di surga.

Di sinilah Roh Kudus mengajak kita untuk mau BERBAGI rahmat dan karunia yang telah kita terima dari Allah.

3. Bersabar
Kita diberikan kemampuan mengatasi segala problematika hidup ketika sakit-sehat, untung-malang, gagal-berhasil, dan lain-lain, berkat tuntunan Roh Kudus.

Di sinilah Roh Kudus mengajak kita untuk BERSABAR dalam segala pergulatan dan permasalahan kehidupan sehari-hari.

4. Beriman
Kita diberikan ketekunan, sehati dalam doa bersama Bunda Maria menantikan turunnya Roh Kudus seperti yang dijanjikanNya, sesudah la naik ke surga. Ketika tiba hari Pentakosta itu, turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk. Lalu tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing, maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus.

Di sinilah kita diharapkan dengan sapta karunia Roh Kudus kita semakin BERIMAN di tengah tantangan zaman dan kehidupan sehari-hari.

Saudaraku, semoga dengan merayakan Hari Raya Pentakosta ini, kita semakin dipenuhi oleh Roh Allah yang Mahakudus, sehingga kita senantiasa dimampukan untuk -bersyukur-berbagi-bersabar-beriman- dalam suka duka perjuangan hidup kita masing-masing.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga dengan Roh KudusNya. Amin.

Ukuran Cermin

 

Ketika kita hendak bepergian kemana pun, hal yang paling wajar kita lakukan adalah mencari sebuah cermin untuk melihat penampilan kita. Cermin adalah alat yang paling jujur untuk memperlihatkan kepada kita yaitu diri kita yang sesungguhnya. Segala hal yang jelek seperti jerawat, kotoran mata, riasan yang berantakan ataupun keriput di wajah dapat ditunjukkan oleh cermin dengan apa adanya/jujur.

 Jadi cermin sangatlah membantu kita untuk melihat kekurangan dan memperbaikinya agar penampilan kita menjadi lebih baik, rapi, bersih dan menarik. Namun kita tidak hanya bercermin secara fisik, kita juga harus sering bercermin terhadap kepribadian kita. Bagaiman kita bersikap kepada orang lain?

 Sikap orang Farisi dan ahli Taurat paling getol menghakimi orang lain, karena mereka merasa dirinya paling benar dan paling suci. Pada zamannya, apa saja yang Yesus perbuat, selalu saja dihakimi, dicela, dikritik, dianggap tidak benar oleh ahli Taurat dan orang Farisi.

 Tak heran, Yesus menghardik mereka karena kemunafikkan sikap mereka yang bertindak sebagaai hakim, sedangkan perbuatan mereka sangat jahat dan selalu menekan orng lain.

Oleh sebab itu dalam Injil Matius 7 : 4-5 Yesus mengatakan : “ Bagaimana engkau dapat berkata kepada saudaramu : biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu,

padahal ada balok di matamu. Hai orang munafik keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu”.

Pertanyannya adalah mengapa orang cenderung menghakimi orang lain daripada menghakimi diri sendiri?

Bila kita telusuri lebih jauh sesungguhnya menghakimi orang lain adalah suatu penyakit rohani. Adapun penyebabnya adalah :

1.  Kesombongan diri. Menglaim dirinya yang paling hebat, paling kaya, paling benar,

   paling suci sehingga memandang rendah orang lain.

2.  Menutupi kelemahan diri sendiri. Yesus sanggup melakukan perbuatan mukjizat

   sedangkan orang Farisi dan ahli Taurat tidak mampu melakukan mukjizat, bahkan

   mereka tidak mampu mendalami makna pengajaran hukum Taurat. Sehingga para ahli

   Taurat dan orang Farisi sangat menekan Yesus terus menerus, karena malu pada

   kelemahn dirinnya.

3.  Iri hati. Dimana ada iri hati, di situ pasti timbul penghakiman. Iri hati sering terjadi

   pada orang sombong dan orang munafik u tuk menutupi kelemahannya dan

   kekurangannya.

Kita sering kali sulit melihat kesalahan diri sendiri, tapi dengan mudahnya melihat kesalahan orang lain dari kecil sampai yang paling besar. Dengan demikian kita memiliki dua tongkat pengukur yang berbeda yaitu satu untuk diri sendiri dan satu untuk orang lain.

Dalam hotbah di bukit Yesus bersabda : “Janganlah kamu menghakimi orang lain, supaya kalian sendiri juga tidak dihakimi oleh Allah!. Sebab sebagaimana kalian menghakimi orang lain, begitu juga Allah akan menghakimi kalian. Dan ukuran yang kalian pakai untuk orang lain, akan dipakai juga oleh Allah untuk kalian”. (Matius 7:1-2).

Penghakiman adalah hanya milik Tuhan. Bagian kita semua adalah berjaga-jaga, hidup benar dan selalu introspeksi diri, bercermin diri. (By Sie. Komsos)

DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT

 

Seekor laba-laba berbisa berani bertarung dengan seekor ular berukuran besar black mamba yaitu salah satu ular yang sangat berbisa di Afrika. Ular ini pun pada akhirnya mati, kalah dalam pertarungan melawan laba-laba tsb.     

Racun yang sangat mematikan yang menjadi andalan sang ular tidak dapat melindungi dirinya, karena ternyata racun laba-lba tsb dapat lebih mematikan. Bukan hewan yang setara atau lebih besar dari tubuhnya yang membuat hidupnya berakhir, tetapi malah hewan yang lebih kecil yang mungkin saja ia sepelekan. Pepatah lama yang mengatakan : “Di atas langit masih ada langit” adalah kalimat yang lebih tepat diberikan kepada ular.

Seorang Goliat juga memiliki racun yang mematikan, yaitu keahliannya dalam berperang menggunakan senjata yang membuat orang-orang takut dan gemetar, bahkan juga ketika hanya mendengar suaranya. Namun hidup Goliat berakhir di tangan seorang remaja yang tidak seimbang dengannya, yaitu Daud. Ternyata si kecil Daud memiliki racun yang lebih mematikan yaitu pertolongan Tuhan dan keahliannya menggunakan ketapel.

Sebesar apapun kekuasan yang kita miliki saat ini tak menjamin bahwa kitalah yang terhebat. Setinggi apapun ilmu yang kita miliki tak menjamin bahwa kitalah yang terpintar. Albert Einstein dahulu dinyatakan sebagai seorang yang memiliki IQ tertinggi, namun kini ada orang lain melebihinhya. Begitu pula sekaya apa pun kita dengan berkelimpahan uang dan harta tidak menjamin bahwa kitalah yang terkaya didunia ini. Di atas langit masih ada langit.

Dalam bacaan 1 Samuel 17 : 45 tertulis “Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu : Engkau mendatangi aku dangan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu”.

Peribahasa “Di atas langit masih ada langit” artinya ketika kita merasa paling hebat, paling kaya, paling berkuasa, paling baik, paling suci dst di dunia ini, jangan lupa masih ada yang Mahahebat, Mahakaya, Mahakuasa, Mahabaik, Mahasuci dsb. Yaitu Tuhan.

 Kelebihan apapun yang kita miliki baik berupa kekayaan, kepandaian, pengetahuan, prestasi, kedudukan, jabatan dsb tidaklah patut untuk dibanggakan apalagi disombongkan kepda orang lain, terlebih kepada Tuhan.

 Saat Tuhan menciptakan rasa iri itu bukan berarti untuk menjadikan manusia menjadi pendengki, tetapi untuk melatih kebesaran hati. Saat Tuhan menciptakan rasa sombong itu bukanlah untuk menjadikan manusia sombong, tetapi agar manusia mengerti sikap rendah hati. Ibarat padi makin berisi makin tunduk.

Kesombongan itu berbahaya. Allah menentang orang yang sombong, tetapi mengasihi orang yang rendah hati. Kerena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya (1 Petrus 5 : 5-6).

 Kesombongan dapat menjauhkan manusia dengan Allah dan sesama/orang lain. Kaesombongan adalah salah satu dosa yang memiliki akibat yang sangat menghancurkan. Alla mebensci kesombongan. Kesombongn berad pada urutan teratas dalam daftr dosa (Amsal 6 : 16-17) (amsal 8 : 13).

 Salah ciri- ciri orang yang sombong anata lain :

1.  Tidak pernah mengakui kesalahannya dan kegagalannya. Orang sombong akan terus memaksa maju, mencari kepuasan diri sendiri dengan membabi buta.

2.  Orang sombong merasa yakin bahwa dalam konflik apapun ia merasa paling benar dan orang lain salah.

3.  Orang sombong yakin bahwa ia memiliki semua keahlian yang diperlukaan untuk menangani masalah apapun yang muncul.

Kesimpulan:

Kesombongan/keangkuhan/kecongkakan adalah awal dari segala dosa, semua dosa secara alami timbul dari kesombongan. Santo Aquinas menyatakan bahwa meninggalkan Tuhan adalah bagian pertama atau berawal dari kesombongan. Di atas langit masih ada langit. (By Sie. Komsos)

Perbedaan orang pintar dan orang bijak

 

Apa sih perbedaan orang pintar dan orang bijak? Mengapa orang disebut pintar dan  mengapa orang disebut bijak? Setiap orang memilki karakter yang berbeda satu sama lainnya. Keduanya sama-sam baiknya, tapi karakter apa yang mereka miliki.

Lifehack.org memberikan delapan perbedaannya?

1.  ORANG PINTAR : menyerap ilmu dan menerapkannya dengan cepat pula. ORANG BIJAK  : memahami ilmu lebih lambat namun memaknainya secara dalam.

 2.  ORANG PINTAR : memproses ilmu secara sistimatis dan logis. ORANG BIJAK  : memproses ilmu secara logis dan emosional.

 3.  ORANG PINTAR : suka mengatakan ide dan opini dominan secara verbal. ORANG BIJAK  : lebih suka mendengar ide dan opini orang lain dan berkomentar seperlunya.

 4.  ORANG PINTAR : sadar akan kemampuan dan kepercyaan dirinya. ORANG BIJAK  : sadar akan kelemahannya, bersikap rendah hati dan mau belajar untuk lebih baik.

5.  ORANG PINTAR : selalu sensitif terhadap berita dan tren masa kini. ORANG BIJAK  : memikirkan hal-hal kecil ysng terjadi dalam hidupnya.

6.  ORANG PINTAR : tergantung pada penegetahuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan masalah. ORANG BIJAK  ; berpatokan pada penilain dan intuisinya.

 7.  ORANG PINTAR : merasa puas ketika berhasil menyelesaikan masalah besar. ORANG BIJAK  : merasa puas jika bisa mengispirasi.

8.  ORANG PINTAR : suaka memaksakan kehendaknya, pikirannya, pendapatnya kepada orang lain ORANG BIJAK  : menerima dan menghargai perbedaan pendapat dan pikiran orang lain.

Secara etomologi bahasa, orang bijak adalah orang yang memiliki sikap yang tepat dalam menyikapi setiap keadaan dan peristiwa. Jika dilihat dari firman Tuhan, kebijaksanaan dimulai ketika kita meminta Allah seperti yang ditulis dalam Injil Matius 7 : 24-25 disebutkan bahwa orang yang bijaksana mendengar firman Tuhan dan melakukannya.

Dalam Amsal bab 1 : 7 dan bab 8 : 10 dikatakan bahwa permulaan pengetahuan adalah takut akan Tuhan, dan dengan mengenal-Nya kita memperoleh pengertian. Dengan  takut akan Allah, orang akan terhindar dari jerat maut (Amsal 14 : 27) dan menjadi bijak ( Amsal14 : 16).

Dalam Amsal 8 : 13 dikatakan bahwa takut akan Tuhan yaitu membenci segala kejahatan, kesombongan, tipu muslihat. Singkatnya orang bijak membenci apa yang tidak benar di mata Tuhan. Amsal 13 :20 juga mengingatkan kita bahwa : Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak tetapi siapa berteman dangan orang bebal menjadi malang. Mari kita berhikmat, bangsa bermartabat.

Jadi, manakah yang lebih baik menjadi orang pintar atau menjadi orang bijak? Which are better, being a smart person or become a wise?

Berdasarkan apa yang telah kita ketahui di atas mana yang lebih utama, apakah menjadi orang yang pintar atau menjadi orang yang bijak? Keduanya adalah pemberian dari Tuhan yang patut selalu kita syukuri. Keduanya adalah kemampuan alami yang dimiliki oleh manusia. Terserah apakah dia pintar atau bijak, yang jelas keduanya memilki tempat tersendiri di dalam diri kita masing-masing.

Kesimpulan :

1.  Menjadi orang pintar itu bagus. Tapi yang paling bagus adalah menjadi orang yang bijak, karena orang bijak selau mampu melihat dunia bukan hanya dari kacamata kecerdasasn orang pintar, tapi dari kacamata orang awam pada umumnya. Orang bijak lebih banyak pertimbangannya daripada tindakannya yang semau gue.

2.  Orang pintar belum tentu bijak, tetapi orang bijak pastinya pintar. Karena butuh kecerdasan untuk menjadi bijak.

3.  A smart person know what to say, but a wise person know whether to say it or not. (By Sie. Komsos)

Berpikir Sebelum Bertindak

 

Mungkin kita pernah mendengar ungkapan “Berpikir Sebelum Bertindak”? Berpikir Sebelum Bertindak adalah sebuah kalimat yang tidak asing kita dengar. Kalimat “Berpikir Sebelum Bertindak” itu sering juga dijadikan sebuah tagline sebagai suatu alat agar kita mawas diri. Dizaman sekarang, banyak orang yang maunya serba cepat, serba instnt, serba terburu-buru dan tidak sabaran. Maunya cepat, secepat membalikan tangan.

Apa sih yang menyebabkan orang cepat bertindak tanpa berpikir lebih dulu?

1.  Karena tuntutan budaya serba cepat. Kita ini sebetulnya korban teknologi yang serba instant dan cepat. Sebagai contoh sederhana katika kita sedang berjalan tenang dan santai, eh tiba-tiba ternyata dari belakang ada orang ramai yang berlari-lari, kita pastinya ikut berlari kan. Kita sering terbawa arus kan?

2.  Karena sifat kita yang tidak sabar. Sifat ini mungkin terbentuk karena adanya pengaruh lingkungan keluarga/orang tua yang mempunyai sifat tidak sabar.

3.  Karena kita tidak disiplin. Ketidak disiplinan kita dalam mengatur waktu dan tempat membuat kita menjadi tergesa-gesa/terburu-buru. Contoh kita sering menunda-nunda pekerjaan, sehingga ketika sudah dekat dealine dan pekerjaan menumpuk maka tergesa-gesalah kita. Kita kebingungan, panik, keos sehingga kualitas pekerjaan kita menjadi tidak maksimal. Juga ketika ujian tiba, baru belajar sampai begadang semalaman, dan besoknya lupa apa yang sudah kita pelajari.

Menunda-nunda pekerjaan memang bukan hal yang baik, tetapi tergesa-gesa pun bisa membawa konsekwensi berat bagi kita. Bijaksanalah dalam hal ini!

Contoh ketika kita memilih sebuah pekerjaan yang cocok buat kita pastinya kita akan memikirkan “Apakah pekerjaan itu nantinya akan cocok buat kita? Apakah kita akan nyam an dalam melakukan pekerjaan itu? Apakah gaji yang akan kita terima sesuai dengan

pekerjaan yang kita lakukan? dan sebagainya”.

Pokoknya banyak hal yang harus kita pikirkan sebelum bertindak, agar jangan-jangan apa yang kita lakukan malah menjadi bencana bagi kita. Memang semua orang ingin yang indah, bahagia, nyaman diakhirnya, tapi untuk mendapatkan itu semua harus ada dasar pemikiran yang bisa membuat itu semuanya menjadi indah, bahagia dan nyaman.

Nah, sekarang apa kata Alkitab tentang ungkapan “Berikir Sebelum Bertindak” itu? Alkitab berkata agar kita “BERTINDAK SESUAI DENGAN FIRMAN TUHAN!”. Ada bebarpa orang yang ucapannya manis, lemah lembut, meyakinkan, penuh kharisma dsb. Bahkan mereka memakai ayat-ayat Firman Tuhan yang diputarbalikan/diplintir sedemikian rupa menurut jalan pikirannya sendiri, namun penuh dengan tipu daya dan pembohongan yang menyesatkan banyak orang. Anehnya banyak orang yang percaya kepadanya. Wow..?

Mazmur 34 : 14-15 “Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik…….”

Amsal 19 :2 “ ……..orang yang tergesa-gesa akan salah langkah”

Amsal 9 : 21 “Banyaklah raancangan di hati manusia tetapi keputusan Tuhanlah yang

           terlaksana”.

Kesimpulan :

1.  Hindarilah bertindak ceroboh dan tergesa-gesa dalam mengambil sebuah keputusan, baik yang berhubungan dangan pekerjaan, investasi, kelurga da sebagainya, sebab tergesa-gesa atau terburu tanpa perhitungan yang cepat dan tepat dalam memutuskan sesuatu hanya akan membawa kerugian, penyesalan dan penderitaan baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.

2. Sebelum kita mengambil keputusan, lakukanlah pertimbangan menyeluruh terlebih dahulu dengan memikirkan sebagai aspek yang terkait termasuk orang-orang baik yang terlibat secara langsung maupun yang tidak langsung di dalamnya.

3 Pikirkan masak-masak dan jangan tergesa-/ceroboh. Ambil waktu untuk tenang, diam, sabar, dan berdoalah kepada Tuhan. Tanyakanlah kepada Tuhan mengenai langkah yang akan kita ambil, dengarkan baik-baik dan pastikan agar jangan ada keinginan-keinginan pribadi/kelompok yang menghalangi kehendak Tuhan.gesa-gesa pun

4.  Menunda-nunda mengambil keputusan memang bukan hal yang baik, tetapi tergesa-gesa pun bisa membawa konsekkuensi berat untuk kita pikul, terutama untuk sebuah keputusan besar. Carilah waktu untuk mempertimbangkan dan meyerahkan atau melibatkan Tuhan di dalamnya.

5.  Berpikirlah sebelum bertindak! Paling tidak akan meningkatkan kualitas tindakan kita.

Jangan bertindak cepat, jangan bertindak lambat. Bertindaklah benar di hadapan Tuhan Allah demi kemuliaan nama-Nya!

Renungan :

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga sering bertindak tergesa-gesa/panik hingga pontang panting dalam menjalani hidup ini? Atau malah sebaliknya, kita sering mengalami damai sejahtera. Atau malah mungkin kita sedang berada di antara kedua situsi tersebut? (By Sie. Komsos)

Berpikir Sebelum Berbicara

 

Pernahkah kita mengatakan sesuatu dan kemudian merasa menyesalinya. Kata orang lidah tidak bertulang, apa saja bisa terlontar dari mulut seseorang, tak terbatas kata-kata

Suatu ketika Yesus berkata kepada para murid-Nya bahwa iman mereka akan tergoncang. Petrus salah satu dari mereka dengan cepat mengomentarinya dan berkata : “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak”.

Wow, Petrus begitu cepat sekali meresponnya tanpa memikirkan peristiwa apa yang sebenarnya akan terjadi sehingga Yesus berani memastikan bahwa iman mereka semua akan tergoncang. Kemudian Yesus berkata lagi bahwa Petrus bukan hanya tergoncang imannya tetapi ia juga akan menyangkal Yesus, bahkan sebanyak 3 kali Petrus menyangkal. Petrus kembali dengan cepatnya dan berkata : “Sekali pun aku harus mati bersama-sama dengan Engkau, aku tak akan menyangkal Engkau”.

Banyak dari kita yang mungkin pernah mengalami hal yang sama seperti Petrus. Kitab Suci berbicara banyak tentang kuasa dari perkataan kita. Salah satu ayat yang mungkin paling kita kenal adalah Yakobus 3 : 1-12. Menurut Yakobus, mengendalikan lidah merupakan salah satu hal tersulit untuk dilakukan. Namun, itu tidak bearti kita tidak bisa menyampaikan perkataan yang baik kepada satu sama lain. Perhatikan kata-kata Daud dalam Mazmur 141 :3 yaitu “Awasilah mulutku ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku”.

Ada beberapa kata-kata bijak mengatakan :

*  “BERPIKIRLAH TANPA BERBICARA, BUKAN BERBICARALAH TANPA BERPIKIR”,

*  “BERPIKIRLAH SEBELUM BERBICARA, KARENA DENGAN BEGITU, KAMU AKAN

MENGURANGI KESALAHAN APAPUN MASALAH YANG MUNGKIN AKAN TERJADI”.

*  “THINK BEFORE YOU SPEAK”.

Kesimpulan :

Kuasailah mulut kita, dan bukan mulut yang menguasai kita!. Berpikirlah sebelum berbicara! Biasakanlah menjadi orang yang selalu berpikir panjang dengan memperhatikan terlebih dahulu apa yang akan kita sampaikan atau katakan!. Kita bisa menjadi orang yang bijaksana dengan belajar untuk selalu berpikir sebelum berbicara. (By Sie. Komsos)

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus

 

– Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengingatkan para muridNya bahwa setelah bangkit dari alam maut, Ia memang harus meninggalkan mereka sebagai wujud tuntasnya perutusan sebagai Putra untuk menyelamatkan manusia.
Dengan kembaliNya Kristus kepada Bapa, para murid dan umat beriman saat ini akan mendapat penyertaan Kristus melalui Roh Kudus dengan karya keselamatan ‘trinitaris’, yakni: direncanakan oleh Bapa, dilaksanakan oleh Putra, diteruskan oleh Roh Kudus.

Adapun tugas utama Roh Kudus adalah menyadarkan hidup manusia yang menyentuh tiga aspek, antara lain:

1. Kedosaan
Roh Kudus akan menyingkapkan KEDOSAAN yang berkuasa dan membangkitkan kesadaran diri, serta memerintahkan pertobatan.

Di sinilah kita diajak untuk berani bertobat secara penuh, utuh dan menyeluruh, menanggalkan kegelapan manusia lama kita dan lahir sebagai manusia baru.

2. Kebenaran
Roh Kudus akan meyakinkan KEBENARAN bahwa Kristus adalah Anak Allah yang bangkit, dimuliakan dan berkuasa atas semua.

Di sinilah kita diajak untuk berpasrah dan selalu percaya bahwa Roh Kudus akan menunjukkan kebenaran dan memberi kuasa untuk mengalahkan dunia. Yakin adanya ‘providentia divina’ – penyelenggaraan ilahi dalam segala suka-duka kehidupan kita sehari-hari.

3. Keadilan
Roh Kudus akan menyatakan KEADILAN bahwa iblis yang hina dikalahkan di atas kayu salib yang mulia. Kristus telah menaklukkan kematian dan memberi kepada kita hidup abadi yang tidak dapat dihancurkan oleh kematian. Kebangkitan-Nya menunjukkan realitas bahwa kehidupan rohani-Nya juga nyata.

Di sinilah kita diajak menyadari bahwa tidak ada suatu apa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus dan menghalangi harapan kita kepadaNya.

Saudaraku, marilah kita semakin menyatakan kehadiran Roh Kudus sebagai:
🔥 Angin (Ruah – bhs Ibrani) yang menyegarkan dan menyembuhkan.
🔥 Penghibur (Parakleitos – bhs Yunani) yang menguatkan.
🔥 Api (Spiritus – bhs Latin): yang menghangatkan.
Teruslah datang kepada Kristus dan mintalah pelbagai karunia Roh Kudus lewat:
¤ hidup karya kita yang murah hati
¤ perkataan kita yang memberkati dan
¤ doa-doa kita yang sepenuh hati,
sehingga hidup kita sehari-hari juga memiliki ‘buah-buah roh’ yang nyata dan bisa dirasakan oleh keluarga dan sesama kita secara aktual dan operasional.
Dengan demikian nama Allah semakin dimuliakan dan keselamatan jiwa-jiwa sesama semakin didapatkan.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

Penolong

 

– Penolong –
Inilah Roh Kudus yang akan menolong para murid mengenal kebenaran dan cara hidup dalam kebenaran-Nya.

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus menegaskan bahwa pengajaran Roh Kudus ini tidak akan bertentangan dengan pengajaran-Nya. Selain itu, Roh Kudus juga akan meneruskan misi pengajaran dan pelayanan Kristus di dunia dengan membukakan pengertian para murid tentang Yesus dan karya-Nya.
Adapun makna kehadiran Roh Kudus ini, antara lain:

1. Memberi pengertian
Kehadiran Roh Kudus akan membuat para murid MENGERTI segala sesuatu dengan benar tentang pekerjaan Allah bagi manusia.

Di sinilah kita semakin diyakinkan bahwa pekerjaan Roh Kudus ini akan menghasilkan damai sejahtera dari Kristus, damai sejahtera ini tidak berasal dari dunia sebab dunia tidak mengenal-Nya.
Dunia hanya mampu memberikan damai, tetapi tidak akan menghasilkan sejahtera bagi manusia.

2. Menandakan misi-Nya
Kehadiran Roh Kudus SAMA DENGAN KEHADIRAN Kristus dan kehadiran Roh Kudus dalam hidup para murid Kristus adalah kepastian sebagai utusan Allah.

Di sinilah kita diajarkan tujuan misiNya yang nampak dari kerelaan Yesus melakukan perintah Bapa.

Saudaraku, marilah kita bersyukur karena kita memiliki kepastian penyertaan Allah melalui Roh Kudus dan jaminan keselamatan kekal oleh karya Kristus yang sempurna di salib.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

Kasih melahirkan kasih

 

– Kasih melahirkan kasih –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, mengajak kita untuk selalu bersyukur, karena Allah telah menetapkan dan memilih kita untuk ‘pergi’ dan menghasilkan banyak ‘buah’ di mana semakin banyak orang mengimani Kristus sebagai Mesias.
Adapun kesadaran rasa syukur ini nampak dari amanat-amanat Kristus, antara lain:

1. Saling Mengasihi
Dalam amanat perpisahanNya, Kristus memberi perintah kepada para muridNya: “Inilah perintahku supaya kalian saling mengasihi sama seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang paling agung dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
Kasih dan pengorbanan Kristus dirasakan oleh para muridNya dalam peristiwa Paskah. Kristus menunjukkan kasihNya melalui pengorbanan sampai tuntas di kayu salib dan bangkit dengan mulia.

Di sinilah kita diajak untuk memahami bahwa cinta kasih yang benar itu dibangun di atas pengorbanan diri. Cinta kasih itu bukan sekedar kata-kata, tetapi terwujud dalam perbuatan nyata dan dalam kebenaran. Kristus adalah sumber cinta kasih yang benar, Dia tidak hanya berbicara, tetapi Dia juga berkurban untuk mewujudkan cinta kasihNya.

2. Sahabat-sahabatNya
Kristus secara tegas tidak ingin menyapa para murid-Nya sebagai hamba, karena Dia telah memberi martabat baru sebagai SAHABAT.
Ia pun menjadikan Diri-Nya sebagai sahabat sejati bagi mereka.
Ukurannya jelas: sahabat sejati akan mencintai sahabatnya dengan memberikan diri sehabis-habisnya. Tindakan dasar seorang sahabat adalah memberi, bukan mengambil, menjadi “giver” dan bukan “taker”. Karena itulah, para murid diminta untuk saling mengasihi seperti Kristus sendiri telah mengasihi mereka.

Di sinilah kita diajak untuk menyadari bahwa kita adalah sahabat Kristus yang dipilih dari dunia untuk berbuah aneka kebajikan rohani, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri.
Inilah ajakan untuk dekat dan mencintai Allah setiap waktu dengan bermutu dan bersekutu, sejati dan sepenuh hati.

Saudaraku, hidup tanpa kasih adalah ibarat pohon tanpa bunga ataupun buah. Marilah kita berusaha terus mengasihi agar hidup ini jadi lebih berarti.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

Tanpa Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa

 

– Tanpa Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa –

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengajarkan bahwa hidup bersatu dan tinggal di dalamNya adalah faktor pertama dan terutama dalam hidup beriman supaya kita benar-benar dapat menjadi pengikut Kristus yang sejati, yang berakar dalam iman, bertumbuh dalam persaudaraan dan berbuah dalam pelayanan.
Adapun tiga semangat dasar yang harus kita miliki agar menjadi pengikutNya yang sejati, antara lain:

1. Bermurah-hatilah
Seperti Kristus yang datang untuk melayani, maka layanilah sesama dengan kasih sejati dan sepenuh hati.

Di sinilah kita diajak untuk selalu belajar menjadi pelayan yang MURAH HATI, yang melayani dengan sepenuh hati tanpa menghitung untung rugi.

2. “Berbagilah
BERBAGILAH dalam cinta kasih seperti Kristus membagikan Harapan, Iman dan Kasih-Nya untuk hidup, Ia mau ‘dipecah’ dan ‘dibagi-bagi’.

Di sinilah kita diajak untuk rela dan siap menjadi ‘pribadi ekaristis’ yang rela dipecah, dibagi-bagi, semata-mata demi kemuliaan Allah dan keselamatan jiwa sesama.

3. Bersukacitalah
BERSUKACITALAH dalam cintakasih, sebagaimana Kristus mengatakan: “….semuanya ini Kukatakan supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh”.

Di sinilah kita diajak untuk menyadari bahwa kasih Allah itu universal, terbuka dan membahagiakan semua orang. Dan semua orang diberi kesempatan untuk mengenal, mengimani dan menerima rahmatNya.

Saudaraku, marilah kita berusaha untuk membangun persekutuan bersama sebagai satu persekutuan Umat Beriman. Segala perbedaan yang ada adalah peluang untuk mewujudkan sifat Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Persekutuan sejati hanya dalam nama Kristus, pokok anggur yang benar.
Apakah kita adalah ranting-ranting yang berbuah sehingga perlu dibersihkan, atau ranting-ranting yang tidak berbuah sehingga harus dipotong dan dibakar?

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga. Amin.

Damai Sejahtera Allah

 

– Damai Sejahtera Allah –

Inilah sukacita sejati yang mengarah pada keselamatan kekal bagi setiap orang yang ‘percaya’ kepadaNya.
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus mengajak para muridNya untuk bertekun dalam iman dan berani mewartakan ‘Damai Sejahtera Allah’, karena Allah sendiri yang akan menyertainya hingga akhir zaman.
Adapun amanat-amanat terakhir yang sangat berharga tersebut antara lain:

1. Damai Sejahtera
Kristus berkata: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu” (Yoh 14:27).

Di sinilah kita diajak untuk memahami bahwa ‘DAMAI SEJAHTERA’ (shalom) adalah titipan Allah bagi manusia. Damai yang sejati itu berasal dari Allah dan diberikan secara cuma-cuma kepada manusia, begitu indah dan sangat berbeda dengan tawaran damai dari dunia. Barangsiapa membawa damai titipan Allah ini akan disebut anak-anak Allah.

2. Damai Kristus
DAMAI KRISTUS adalah perjalanan Yesus kembali kepada Bapa, Yesus melewati perjalanan ini dengan wafat dan bangkit dari alam maut. Paskah Yesus ini mendamaikan manusia dan Bapa di surga. Yesus berkata bahwa DiriNya dan Bapa adalah satu dan bahwa Ia sangat mengasihi Bapa.

Di sinilah kita semua dipanggil untuk melakukan hal yang sama dengan Yesus yaitu mengasihi Bapa dan tinggal selamanya bersama Bapa, serta tetap tekun dalam iman sebagai murid-murid Kristus.

Saudaraku, masihkah kita memilih damai sejahtera dunia setelah mengetahui kebenaran bahwa damai sejahtera Allah tercurah bagi setiap orang yang percaya kepadaNya?

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa beserta kita sekeluarga. Amin.

Kerukunan dan Toleransi dalam Buka Puasa Bersama dengan Nuansa Ke-Bhinnekaan

 

Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat adalah tema tahun 2019 dari Keuskupan Agung Jakarta yang menjadi dasar acara buka puasa bersama yang diadakan pada hari Jumat 17 Mei 2019 di Paroki Rawamangun. Acara tersebut adalah bentuk nyata semangat toleransi, kerukunan dan keharmonisan umat serta perpaduan dari berbagai suku dan agama di Gereja Keluarga Kudus dan luar Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun.

Tamu undangan yang hadir kurang lebih 280 orang baik umat Paroki Rawamangun, maupun diluar umat Paroki Rawamangun yang non Katolik, antara lain bapak Ompu Kasie Kesra sebagai wakil Camat Pulogadung, bapak Erikson Delyno sebagai wakil Lurah Rawamangun, bapak Haryono sebagai wakil FKUB Jakarta Timur, bapak Pelda Sudargo sebagai wakil Danramil, bapak Aiptu Trio sebagai wakil dari Kapolsek, dan bapak Bambang sebagai wakil dari HAAK Dekenat Timur.

Acara ini dibuka dengan doa yang dipimpin oleh bapak Maruli kemudian kata sambutan dari bapak Nicholas Widiyatmoko selaku ketua Panitia acara Buka Puasa Bersama dan ketua Seksi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK), dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Romo Yulius Edyanto, MSF selaku Romo Kepala Paroki Rawamangun serta kata sambutan dari perwakilan bapak Camat Pulogadung. Setelah itu narasumber Dr. Phllips J. Vermonte memberi motivasi yang menginspirasi para undangan yang hadir untuk hidup rukun dan toleransi antar umat beragama, karena kita adalah bangsa Indonesia yang selama ini hidup dalam Ke-Bhinnekaan. Dimana Persatuan dan kesatuan harus dijaga dan dipertahankan sebagai satu bangsa Indonesia.

 

Adapun acara tersebut dimeriahkan oleh Marawis Iweng dan Musik Jalanan Center, serta Varid Wahyu Dwi Peristiawan, Putera dari Alm. Mbah Surip dimana membuat acara semakin religius dan semarak.

Saat berbuka, diawali doa yang dipimpin oleh bapak Safari dan para tamu undangan menyantap takjil yang telah disediakan panitia. Kemudian acara dilanjutkan dengan Sholat Maghrib di tempat yang telah disediakan panitia. Setelah selesai Sholat Maghrib tamu undangan makan malam bersama secara prasmanan yang diiringi oleh music dari Marawis Iweng dan Musik Jalanan Center.

Tamu yang hadir begitu terhanyut dalam suasana bahagiaan dan kebersamaan acara buka puasa tersebut. Semoga acara ini dapat mempererat persaudaraan diantara umat beragama yang berbeda suku dan latar belakang kehidupan di negara kita Indonesia tercinta. Tidak lupa panitia menyediakan cinderamata bagi para tamu undangan.
Salam Persaudaraan. (By Sie. Komsos)