“Waspada Osteoporosis dan Ostheoartritis” dan “Sleep Apnea, Mendengkur dan Kematian saat Tidur”

 

Dalam rangka Hut Emas Gereja Keluarga Kudus, Seksi Kesehatan Paroki Rawamangun menyelenggarakan seminar kesehatan dengan tema “Waspada Osteoporosis dan Ostheoartritis” dan “Sleep Apnea, Mendengkur dan Kematian saat Tidur” pada Minggu, 16 Februari 2020 di aula Bethlehem. dr. Esther selaku Perwakilan Seksi Kesehatan Paroki Rawamangun memberi sambutan sebagai pembuka acara dan dilanjutkan oleh Ibu Anna Lidwina manager Kanopi Nursing Home yg merupakan CSR dari PT Kanopi Insan Sejahtera. Selain Kanopi Nursing Home, terdapat 7 stand sponsor yang mempromosikan produk alat dan penjelasan jasa kesehatan serta pemeriksaan kesehatan bagi para peserta. Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan berupa cek gula darah, kepadatan tulang, asam urat dan kolesterol.

Pembahasan pertama dimulai dengan penjelasan seputar sleep apnea oleh Bapak Jordan dari Indo Medika Nusantara. Sleep apnea sendiri adalah gangguan tidur dengan keadaan pernapasan berhenti melebihi 10 detik secara berulang ketika tidur. Hal ini dikarenakan oleh penyempitan saluran pernafasan atas yang menyebabkan level oksigenasi menurun, meningkatnya tekanan darah dan memicu jantung bekerja lebih keras. Sedangkan mendengkur adalah suara yang dihasilkan dari turbulensi aliran udara yang menyebabkan getaran pada dibding hidung dan tenggorokan pada saat tidur. Sehingga mendengkur menjadi ciri dari kondisi serius dari sleep apnea atau biasa dikenal obstructive sleep apnea. Dampak yang lebih serius dari sleep apnea ini ialah hipertensi, sakit kepala, depresi, diabetes hingga penyakit jantung dan stroke. Penyebab paling sering ditemukan ialah kegemukan atau obesitas, maka pencegahan yang dapat dilakukan dengan menjaga berat badan. Penanganan yang dapat dilakukan ialah sleep test dengan komprehensif.

Pembahasan selanjutnya mengenai osteoporosis yang sering dikenal masyarakat umum dan bedanya dengan osteoarthritis oleh dr. Esther dari Kalbe. Perbedaan osteoporosis dan osteoarthritis sendiri ialah gejala, penyebab dan tempat terjadinya. Osteoporosis sendiri ialah adalah pengeroposan tulang yg ditandai awal oleh badan bungkuk, memiliki gejala yang tidak dapat dirasakan sakit pada awalnya atau bisa disebut silent disease. Biasa terjadi pada tulang penyangga tubuh yang disebabkan perombakan tulang lebih banyak daripada pembentukan tulang, sehingga terjadi kerusakan yg biasa dialami pada usia sekitar 40-50 tahun. Sedangkan osteoarthritis merupakan peradangan sendi dan sering dialami dengan gejala sakit di sekitar persendian. Penyebabnya adalah kepadatan tulang sudah menurun (Bone Mineral Massity) dan menurunnya produksi cairan pada membran sendi. Pencegahan dari kedua gangguan adalah pengecekan kepadatan tulang terutama bagi para wanita yang lebih dominan ketika sudah berusia 40 tahun atau susah mengalami menopause. Serta memenuhi asupan nutrisi bagi kebutuhan tulang dan berolahraga rutin, juga menghindari konsumsi alkohol dan rokok. Antusiasme dari peserta acara ini sangatlah tinggi untuk mendengarkan pembahasan dan cek kesehatan, dengan persentase kehadiran 70% setelah pendaftaran dibuka. Dengan adanya seminar kesehatan ini, kita diajak untuk bisa menjaga kesehatan dan mencegah dari kondisi tubuh yang kurang prima.Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa dan raga yang sehat juga sehingga kita lebih semangat dalam memuliakan nama Tuhan. Berkah Dalem. (By Sie Komsos).

(Visited 10 times, 1 visits today)

Leave a Reply