Peduli dan Peka

 

~ Peduli dan Peka ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, kita diajak untuk peduli dan peka menanggapi cara Allah bekerja untuk menyelamatkan manusia. Sesungguhnya Allah tidak pernah berhenti untuk mengasihi dan menyelamatkan manusia.

Adapun penyebab banyak orang kurang peduli dan peka dengan cara Allah bekerja, antara lain karena:

1. Kesombongan
KESOMBONGAN, kurang rendah hati diumpamakan Yesus “seperti anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.”
Inilah bentuk kesombongan dan ketidak-seriusan sikap untuk mengenal Kristus lebih dalam; padahal manusia hanya dapat mengenal Allah melalui Kristus.
Karena hanya Kristus yang dapat mengenalkan siapa Allah karena memang hubungan Kristus dan Allah sangat intim. Dan di dalam hubungan Anak-Bapa itu terdapat pengenalan yang sempurna.

Di sinilah kita diajak lebih serius mengenal Kristus yang berarti mengenal Allah dan ini adalah anugerah.

2. Kekerasan hati
KEKERASAN HATI hanya akan menghambat kita untuk dapat lebih dalam mengenal Allah. Maka datanglah kepada Kristus; “marilah kepada-Ku”
Dalam pemahaman demikian undangan Kristus tersebut menjadi semakin jelas maknanya, yakni: panggilan anugerah. Setiap orang yang memenuhi panggilan itu akan masuk ke dalam pengenalan yang lebih intim dan mendalam hubungan Anak dan Bapa.

Di sinilah kita diajak untuk membuka hati untuk mendengarkan esensi dari pesan yang hendak disampaikan oleh Kristus. Dengan demikian kita akan mampu mendengarkan Allah yang bersabda melalui suara hati yang benar; merasakan kasih dan keselamatan yang dianugerahkanNya, sehingga kita akan mengalami damai dan kebahagiaan bersamaNya.

Saudaraku, selayaknya kita membuka hati agar mampu mendengarkan Sabda keselamatan dan warta tentang makna Kerajaan Allah, sehingga hidup kita semakin dekat dan semakin mengenal-Nya, serta menikmati damai sejahtera dan kebahagiaan dalam hidup kita.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga yang membuka hati untuk lebih mengenal-Nya. Amin.

Leave a Reply