Minggu Panggilan Ke-55

 

Pada hari Minggu, 22 April 2018 adalah hari Minggu panggilan sedunia yang ke-55, dimana setiap Gereja seluruh Dunia bersama-sama memperingatinya, tahun ini tema yang diangkat dalam memperingati minggu panggilan sedunia adalah “Mendengarkan, Menegaskan, Menghidupi Panggilan Tuhan
Gereja Keluarga Kudus Rawamangun seperti tahun-tahun sebelumnya juga mengadakan misa panggilan di Gereja, misa secara khusus diadakan di jam 08.30 Wib dimulai dengan perarakan dari samping Martinus oleh para Romo Cilik, Suster Cilik, petugas Liturgi dan Romo.
Pada Misa di Jam 08.30 yang bertugas koor adalah para suster dan Frater dari 8 ordo yang ada di Jakarta dibantu para Paguter (Paguyupan orang tua terpanggil). Misa dipimpin oleh ketiga romo MSF yaitu Romo Budi, MSF, Romo Trisno, MSF dan Romo Jajak, MSF.
Pada saat homili romo menyampaikan pentingnya setiap umat mendukung panggilan hidup Bakti, dukungan bukan hanya dengan doa, materi tetapi juga mendukung dengan cara merelakan anaknya yang berkeinginan masuk seminari.
Setelah misa dilanjutkan dengan animasi panggilan di aula smp Tarakanita IV diikuti sekitar 120 anak dan 8 ordo yang ada disekitar Jakarta, ordo-ordo yang ikut ambil bagian dalam minggu panggilan ini yaitu Suster CB, Suster FSGM, Suster PRR, Frater CICM, Frater OFM, Frater SX, Frater Projo dan para Romo MSF.
Mereka menganimasi anak anak dengan sangat menarik sehingga anak tidak bosan dan para kaum berjubah sangat dekat dengan anak-anak. Game-game dan ice breaking juga bervariasi.
Anak anak sungguh merasa senang dan berharap tahun depan acara akan lebih menarik lagi, semakin banyak Frater dan suster yang datang dan semakin banyak permainan yang melibatkan Frater dan suster gabung dengan anak-anak.
Kami selaku seksi panggilan Rawamangun menjadikan acara ini sebagai momentum untuk para orang tua dan anak bisa mengenal salah satu profesi yang kadang mereka tidak bayangkan yaitu sebagai Suster dan Imam. Anak semakin terbuka terhadap benih panggilannya dan selalu menghidupinya dalam perjalanan hidup mereka sehingga akan muncul imam-imam baru sebagai gembala Umat di Paroki ini.

Leave a Reply