Fotografi dengan Toleransi Agama dalam Semangat Kebhinekaan 8 April 2018

 

Tema dari Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) untuk tahun 2018 ini adalah Tahun Persatuan. Dengan tagline “Kita Bhinneka, Kita Indonesia”. Pada 8 April 2018 kemarin, Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) mengadakan acara “Fotografi dengan Toleransi Agama dalam Semangat Kebhinekaan”, dimana acara tersebut merupakan acara silaturahmi ke rumah-rumah ibadah. Dengan tujuan agar para peserta dapat lebih mengenal rumah-rumah ibadah agama lain dan dapat mengabadikannya melalui kamera mereka masing-masing. Perijinan dan survey sudah dilakukan team KOMSOS Paroki Rawamangun sebulan sebelum acara dilangsungkan. Dialog dan pertemuan ke pengurus tempat ibadah, sekretariat tempat ibadah ataupun wakil dari tempat ibadah terjalin selama pengurusan ijin tersebut. Terima kasih untuk Romo Yohanes Sutrisno, MSF yang sudah membuka dialog dengan Pura Aditya Jaya, Rawamangun.  Acara pada tanggal 8 April 2018 dimulai sekitar pukul 8.15, berangkat dari Paroki Rawamangun menuju lokasi I, yaitu Pura Aditya Jaya, Rawamangun. Setiba disana setelah berbincang dengan pengurus Pura, kami tidak menyangka diberikan sambutan “Special” yang luar biasa, sambutan dibuka dengan “Forum Komunikasi” dan ramah tamah. Setelah Forum Komunikasi dan ramah tamah dilanjutkan dengan acara fotografi dan foto bersama. Selanjutnya pada pukul 10.30 kami melanjutkan ke lokasi foto ke II, yaitu Masjid Ramlie Musofa, di Danau Sunter. Acara langsung dimulai dengan fotografi di spot-spot Masjid dan foto bersama. Selanjutnya pada pukul 11.00 kami melanjutkan ke lokasi foto ke III, yaitu Vihara Dhammacakka Jaya yang berlokasi di Sunter Agung. Acara diawali dengan foto bersama dan fotografi. Karena waktu sudah menunjukkan jam makan siang, maka kami beristirahat disini dan makan siang. Saat makan siang selesai kami mendapatkan sambutan dari pengurus Vihara dan juga dari Banthe (Petinggi Vihara), kami juga diberikan penjelasan mengenai asal usul Vihara, dan terakhir foto bersama dengan Banthe dan Pengurus serta peserta fotografi. Dan kami juga memperoleh hadiah yaitu buku mengenai asal usul Vihara Dhammacakka Jaya yang diserahkan langsung oleh Banthe ke Perwakilan Komsos. Pada pukul 13.30 kami melanjutkan perjalanan ke Gereja Immanuel yang berada di daerah Gambir. Setiba disana kami langsung mengabadikan Gereja  yang bernuansa “klasik” tersebut dan diakhiri dengan foto bersama. Selanjutnya perjalanan ke Gereja Katedral di Jakarta. Lokasi Gereja Immanuel ke Gereja Katedral cukup dekat, sehingga hanya sebentar kami sudah tiba di Gereja Katedral. Setiba disana kami langsung foto bersama dan melanjutkan dengan fotografi gereja dan pernak-perniknya. Selanjutnya acara dilanjutkan ke lokasi terakhir, yaitu lokasi ke VI, yaitu ke Klenteng Toa Sebio (Petak 9) yang berada didaerah Gajah Mada, Kota. Setiba di lokasi kami melakukan explore ke Klenteng tersebut dan mendokumentasikannya, serta diakhiri dengan foto bersama. Walaupun para peserta lelah tetapi mereka tetap semangat dan antusias dalam acara Wisata Fotografi dalam rangka kebhinnekaan ini. Sekitar pukul 16.40 rombongan kembali ke Paroki Rawamangun. Terima kasih untuk Pengurus dan Petinggi dari Pura Aditya Jaya, Masjid Ramlie Musofa, Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Gereja Immanuel, Gereja Katedral, dan Klenteng Toa Sebio yang sudah memberikan ijin dan memperbolehkan kami mengexplor serta mengabadikan Rumah-rumah ibadah, semoga dapat menjadi pengetahuan bagi kita semua. Terima kasih untuk para peserta dan dosen peserta yaitu fotografer senior KOMSOS Paroki Rawamangun Sdr. Servatius Setiabudi Gunawan dan Sdr. Dr. Albertus Sutadi yang sudah mengikuti acara ini. Damai sejahtera untuk kita semua. Berkah Dalem untuk kita semua. Tuhan Yesus memberkati. By Sie Komsos.

Leave a Reply