Cinta kasih kegembalaan

 

~ Cinta kasih kegembalaan ~

Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Kristus memberikan ‘kuasa’ kepada St. Petrus yang menjadi alasan adanya Gereja, yakni: persekutuan umat beriman.
Adapun semangat dasar yang bisa kita petik dan maknai dari ‘cinta kasih kegembalaan’ ini, antara lain:

1. Bersukacita dan bersyukur
Yesus mengajak Petrus berubah:
* dari Simon (pendengar)
~ jadi Petrus (batu karang)
* dari penjala ikan
~ jadi penjala manusia
* dari nelayan
~ jadi pelayan
* dari hamba
~ jadi sahabat
* dari murid
~ jadi guru
* dari orang yang penakut dan
mudah menyangkal Yesus
~ jadi orang yang berani dan
rajin bersaksi tentang Yesus
* dari karyanya hanya
di sekitar danau Galilea
~ jadi karyanya bagi segala dan
seluruh penjuru dunia

Di sinilah kita menyadari bahwa setiap hari adalah panggilan bagi kita untuk berubah dan berkembang lebih baik, karena inilah yang seharusnya membuat kita BERSUKACITA dan BERSYUKUR dalam karya

2. Berdoa dan bertobat
Ketika Yesus ditangkap, Petrus ketakutan dengan menyangkal Yesus tiga kali. Tapi, syukur Petrus BERDOA dan BERTOBAT.

Di sinilah kita diharapkan mau belajar seperti Petrus: mau berdoa dan bertobat.

3. Berbelarasa dan berkarya
Petrus pergi dari Israel menuju kota Roma, sebagai pusat seluruh Kerajaan Romawi. Di sanalah, Petrus berkarya: mewartakan Injil sekaligus mempertobatkan banyak orang.

Di sinilah kita belajar BERBELARASA dan BERKARYA seperti Petrus dalam pelayanan, yakni memberikan cinta sekaligus perhatian sehingga kehangatan cinta dan dukungan ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan kita.

Saudaraku, marilah kita mensyukuri dan mendoakan para gembala kita: Sri Paus, para Uskup, para Imam dan para Diakon, atas perutusannya melayani umat dan semua bangsa manusia dengan kehangatan kasih yang mempersatukan dan menghadirkan kemuliaan Allah bagi semua orang.

Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus bersama Bunda Maria selalu menyertai kita sekeluarga yang rela melayani dengan kasihNya. Amin.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Leave a Reply